Arga mendorong kursi roda Erina memasuki rumah sakit. Tujuanya saar ini adalah mempertemukan Erina dengan dokter yang bisa membantu penyembuhan ingatan Erina.
"Kak, Erina nggak mau." Erina memohon tanganya memegang daun pintu rumah sakit.
"Ini demi kebaikan kamu Erina," lirih Arga membujuk Erina. Erina menggeleng pelan menampakan wajah memelasnya, tapi Arga menatapnya dan mengganguk pasti.
Ini adalah jalan terbaik untuk semua penyelesaian masalah, Arga harus tetap berusaha membantu Erina mengembalikan semua ingatanya dengan ini semua permasalahan bisa segera di selesaikan.
"Kak dengerin Erina," lirih Erina dengan wajah tertunduk.
"Kenapa? Kenapa kakak ingin mempertemukan Erina dengan dokter, Erina kan sudah sembuh Erina sudah terima dengan kaki Erina yang nggak ada satu."
Iya Arga belum memberi tau Erina tujuannya mengajak Erina kerumah sakit, Arga bukan mengajaknya untuk penyembuhan kakinya tapi untuk memulihakan ingatanya. Kenapa Arga tak memberi tau? Karna Arga tau Erina tak akan mau di ajaknya. Sampai saat ini pun sebenanrya Erina tak tau jika dirinya mengalami hilang ingatan. Arga pun tak memberi tahunya, kenapa karna itu akan membuat Erina syok.
"Apa kakak nggak mau sama Erina yang Cacat ini." Erina semakin menunduk memilin tanganya sampai menumbulkan kemerahan.
Arga tau Erina sebenarnya adalah wanita yang rapuh. Bagaimana Erina menjalani semuanya jika seorang diri. Arga ingin selalu menjadi pelindung Erina. Bagaiamanapun dia merasa bersalah tentang semua yang membuat Erina seperti ini.
"Nggak Er. Kakak cuma mau Erina sembuh." Arga membujuk Erina lagi. Erina menggeleng keras.
"Maaf kak maaf, Erina udah nggak sanggup, cukup Erina ikhlas kak." Arga melihat ada genanangan air mata di mata Erina membuat Arga menjadi kasiahan.
Arga mendesah pelan mengembusakan nafasnya. Mungkin kali ini Arga gagal membawa Erina bertemu dengan dokter janjianya. Tapi tak mungkin juga Arga memaksa Erina. Wajah Erina nampak memerah.
"Ya sudah Er, lain kali saja. Sekarang mau kemana?" Tanya Arga.
"Kemana saja," ucap Erina dengan Senyum. Erina senang Arga tak jadi membawanya menemui dokter jujur ada sesuatu yang membuat Erina tak suka di rumah sakit.
Arga membawa Erina masuk kedalam mobilnya mengendarainya melewati jalan yang lenggang. Kini pikiran itu muncul di kepalanya Arga teringat dengan perkataan dokter Dodi dokter yang Arga mintai konsultasi mengenai Amnesia yang Erina idap.
"Amnesia karna kecelakan memang sulit di sembuhkan, itu akan pulih dalam waktu bertahap. Mungkin kamu bisa membawanya ke tempat-tempat yang bisa mengingatkannya tentang kejadian-kejadian itu. Tapi jangan coba mengingatkannya biar dia ingat sendiri takut dia nanti syok."
Ucapan Dokter Dodi berputar di kepalanya. Mobil Arga mulai meluncur kearah yang mungkin bisa membantu semua ini.
Sebuah taman.
Arga mulai membantu Erina berjalan kearah tempatnya dulu mengutarakan semuanya. Erina sedari tadi hanya diam entah apa yang dipikirkan gadis itu Arga tak tau.
"Bagaiaman Er, kamu suka?" Arga tersenyum menatap Erina sekilas. Erina tak membalas hanya terdiam menagap kedepan dengan kosong.
Tempat ini kursi ini, ya ini tempat dulu semua malah ini bermula, antara Arga menyelesaikan semuanya dan menajadi awal permasalahanya dengan Erina.
Erina hanya terdiam memilin tanganya dan Arga sedari tadi melihat gerak gerik Erina. Erina duduk dengan gelisah badanya sedari tadi bergoyang usik.
"Kamu mau minum atau Es krim Er?" Tanya Arga pelan. Mungkin minum atau Es krim bisa sedit membuat semuanya tidak setengang ini.
Erina hanya menatap kosong sambil menggeleng pelan, Arga pun hanya mendesah pelan.
"Kak," pangil Erina pelan.
"Iya." Arga menengok sekilas menatap Erina yang menapakan wajah datarnya.
"Apa kakak pernah mengajakku kemari?" Tanya Erina lirih. Arga terdiam beberpa saat, apa Erina mulai mngingatnya, secepat itukah? Tanya Arga dalam hati. Senyum kecil tercetak di wajah Arga.
"Hemm pernah tidak ya. Tapi kapan?" Tanya Arga. Sesungguhnya ini cara Arga coba memancing pikiran Erina, Erina menggeleng pelan. Setelahnya hanya terdiam.
Erina menatap lurus jalan yang lumayan lenggang, perlahan berjalan dengan tertatih. Entah kenapa rasanya Erina sangat penasaran dengan tempat ini ada sesuatu yang pernah terjadi di tempat ini Erina sadar. Arga hanya duduk sambil menatap Erina yang mulai berjalan tertatih-tatih.
Perlahan Erina menengok Arga yang duduk di kursi diam menliahatnya. Hanya diam melihatnya? Kepala Erina terasa sakit benda besar serasa jatuh dengan tiba-tiba pengenai kepalanya. Erina memengang kepanya dengan keras meremas kepalanya yang tertutup khimar panjangnya.
Arga mulai panik berjalan mendekati Erina, Erina pelahan menatap Arga yang berjalan kearahnya dengan nanar.
Air mata Erina mulai berjatuhan dari pelupuk matanya, ada apa dengan semua ini Erina tak paham tapi otaknya seolah berproses mengingat sesuatu yang Erina tak ingat. Kilasan peristiwa seperti kaset rusak tersetel di kepalanya. Arga yang duduk diam melihatnya pergi, itu yang Erina bingung.
"Jangan mendekat!" Teriak Erina,Erina memegangi kepanya dengan keras sedikit mengacak khimarnya.
Arga panik Arga coba mendekat tapi Erina melarangnya dan terus meracau tak jelas Arga yang melihatnya semakin bingung.
"Jahatttt!" Teriak Erina keras. Orang-orang di sekita sana sudah menatap Erina dengan heran.
Erina menagkup wajahnya dengan kedua tangannya dan terdiam sejenak tapi setelahnya Eriana kembali mendongak menatap Arga tajam.
Erina mengeram sambil memegangi kepalanya dengan keras. Setelah itu badanha terasa lemah dan semakin melemah berbarengan dengan pandanganya yang mulai hitam dan menjadi semua hitam.
Arga berlari mengahmpiri Erina yang mulai kehilangan kesadaranya. Arga dengan panik langsung memapah Erina kerah mobilnya membawa mobilnya kearah rumah sakit.
Di lain sisi perempuan dengan cadar hitam menatap keduanya dengan panik, air matanya mulai turun membasahi pipinya, dia pun panik dengan bergeges perempuan itu coba mengejar keduanya dengan taxi yang di tumpanginya.
~TBC~
800+ maaf ya dikit 😁

KAMU SEDANG MEMBACA
Let Me Love You (Complete✔)
Spiritüel(CERITA TAMAT) •Rank #01 - pernikahan [07-07-19] •Rank #1 - Spiritual [22-01-20] "Abi akan menjodohkan kamu dengan Anak teman Abi" Deg... Faizha langsung bangkit dari tempat tidurnya, di tegakkannya badanya. Mata Faizha menatap lekat mata Ahmad Abi...