Cla Pov
Kami masih menunggu dokter yang sedang memeriksa Al.
Aku berjalan bolak-balik didepan ruangan IGD sambil terus melihat ke dalam.
"Nona, sebaiknya anda duduk dulu. Pak Alvaro takkan apa-apa. Percayalah." ucap sekretaris Al menenangkanku.
Aku mengikuti sarannya.
Tak berapa lama kemudian dokter yang memeriksa Al keluar.
"Gimana dok ?" tanyaku kemudian.
"Pasien hanya kelelahan dan dehidrasi, tak ada masalah serius. Namun karna dia banyak kehilangan cairan sebaiknya biarkan dia dirawat hingga besok." ucap dokter.
"ohh, begitu dok." ucapku.
"iya, kalau gitu saya akan buatkan resepnya." ucap dokter lalu beranjak.
"trimakasih dok." ucapku lagi.
"Gimana ini Non, Pak Al pasti gk mau dirawat. Kamu tau sendirikan gimana dia gila kerja." ucap sekretarisnya khawatir.
Kami sama-sama kebingungan.
"udah serahkan sama saya." ucapku lalu kami masuk kedalam.
"Bu, Pak. Sebaiknya silahkan urus masalah administrasinya agar pasien bisa segera dipindahkan keruangan." ucap suster yang masih mengurusi Al.
"Biar saya saja yang mengurus, Nona Cla temani Pak Alvaro saja." ucap Sekretaris Al.
Aku mengangguk setuju.
Tak lama kemudian Al mulai sadar.
Di melihat kesekeliling.
"ini dimana ?" tanyanya.
Aku sedikit takut.
"di rumah sakit." jawabku pelan namun masih di dengarnya.
"kita harus kembali kekantor." ucapnya mencoba turun dan melepaskan infus ditangannya.
Segera aku menahannya.
"Maaf Al... Kamu harus disini dulu." ucapku.
"Apa ??? Kamu kira dikantor sana kerjaanku itu udah menumpuk. Buat apa aku lembur tadi malam kalau hari ini pekerjaan itu gk bisa selesai." bentak Al.
"Maaf." ucapku pelan.
Aku tak tau harus mengatakan apa lagi.
Sekretaris Al masuk bersama suster yang akan memindahkan Al ke dalam ruangan inap.
"aku tak mau. Pokoknya sekarang aku keluar dari sini." Ucap Al masih memberontak.
Aku kemudian memeluknya agar mengurangi pergerakannya, karna para suster terlihat mundur melihat tingkah Al.
"sus, silahkan kalau ingin memindahkan pasien. Maaf kekasih saya ini belum pernah dirawat inap makanya seperti ini." ucapku meyakin para suster.
Kulihat sekretaris Al terkejut mendengar ucapanku.
"Al, ayo dong jangan kek anak kecil gini. Kamu gk malu apa." bisikku pada Alvaro
Dia masih meronta.
"Gk. Aku gk akan mau." ucapnya masih menentang.
"aku bakal bantu beresin semua urusan kantor. Please kamu harus disini dulu." ucapku lagi membujuknya.
Dia menertawakanku seraya mengejek.
"aku gk kan percaya sama kamu lagi. Dan aku gk akan mau ngikutin ucapan kamu lagi." ucapnya menatapku tajam.
Kekuatanku mulai kalah untuk menahannya.
Akhirnya pelukanku terlepas.
Dia melepaskan infusnya.
Suster yang sedang bersiap ingin mencegahnya.
"sudah sus, biarkan saja. Hari ini saya akan berikan surat pengunduran diri saya" ucapku lalu pergi meninggalkannya.
Semua yang berada didalam ruangan ini terkejut mendengar ucapanku.
----------------------------------------
KAMU SEDANG MEMBACA
Please Now !!! (COMPLETED)
RomansaSegala cara sudah kulakukan namun tak kunjung juga aku mendapatkan jodoh. Apalagi cara yang akan kulakukan ? Dapatkah aku menemukan laki-laki impianku ? Aku ingin berteriak "Tolong tunjukkan jodohku saat ini Tuhan !!!" Menyimpan rasa ? Heh... Sudah...
