Cla pov
Setelah keluar dari ruangan pak Alvaro dengan menggerutu, aku memutuskan makan siang.
Aku teringat akan Dimas.
Sambil menunggu makan siangku datang kuambil ponselku.
Kutelpon dia.
"hallo." sapa wanita diseberang sana.
Ah.. Ini suara Yunita kekasih Dimas.
"hai Yun. Ini Cla. Dimasnya ada ?" tanyaku langsung tanpa berbasa-basi.
"oh.. Ada Cla. Tapi lagi istirahat." sahutnya.
"istirahat? Dimas sakit Yun ?" selidikku.
"tadi Dimas kecelakaan Cla. Jadi dia dirawat sekarang." jawab Yunita.
"kecelakaan? Ya ampun, parah ??? Jadi udah gimna kondisinya sekarang ?" tanyaku lagi mendengar Dimas kecelakaan.
"gk pa2 kok Cla. Cuma lecet2 dikit doang. Beberapa hari ini dia bakal balik kerja lagi kok. Ada pesan mau aku sampein nanti?" tanya Yunita kemudian.
"eh... Gk usah Yun. Nanti pulang kantor aku jengukin Dimas." sahutku lalu menanyakan rumah sakit tempat Dimas di rawat.
"oke kalau begitu Cla." ucap Yunita lalu telpon kami terputus.
Sorenya kulihat jam tanganku.
Huh.. Segera kurapikan mejaku.
Aku beranjak akan pergi menjenguk Dimas.
Tiba-tiba ponselku berbunyi.
Nomor baru.
Siapa? Tanyaku dalam hati.
Segera ku angkat.
"Hallo." ucapku
"buatkan saya kopi." ucapnya.
Ah.. Tanpa memberitahu dia siapa, aku sudah tau siapa yang menelpon.
"baik pak." ucapku lalu memutuskan telpon
Dengan berat hati aku menuju ruangannya.
Tak ingin membuang waktu segera aku mengetuk pintunya.
Dalam pikiranku aku secepatnya menyelesaikan perintahnya lalu pergi ke rumah sakit.
Dia menyuruhku masuk.
Kilihat dia sangat sibuk.
Ah...manusia Workaholic.
Aku membuat kopi pesanannya.
Setelah itu meletakkannya di hadapannya.
"ini kopinya pak. Saya permisi." ucapku lalu berbalik dan beranjak pergi.
Aku tak mendengar jawaban darinya.
Heh.. Apa dia tuli barang menjawab iya saja tak bisa, kesalku ucapanku tak ditanggapi.
Aku sampai di depan rumah sakit tempat Dimas dirawat.
Segera aku menuju ruangan Dimas.
Kuketuk terlebih dahulu pintunya.
Setelah dipersilahkan kubuka pintunya.
Kulihat Dimas terbaring.
"ya ampun. Kok bisa sih?" tanya mendekatinya.
Dia terkekeh. "kamu lucu deah Cla. Udah nasib. " jawabnya.
"bukan itu jawaban yang kumau. Aku pengen tau kronologi Dimas. " seruku.
"oh itu. Ya kamu jelas dong ngomongnya." ucap Dimas.
"aku diserempet tadi Cla." lanjut Dimas.
"jadi ini kondisi kamu gimna ?" tanyaku.
"gk ada luka serius kok Cla. Cuma lecet2 doang. Besok juga aku bisa pulang kok. " jelas Dimas.
"kamu tau aku sekarang pesuruh pak Alvaro untuk buatin dia kopi setiap hari." ucapku kesal.
"serius ??? " tanya Dimas tak percaya.
"iya." ucapku.
"gimana critanya ?" tanya Dimas penasaran.
Lalu aku menceritakan semua kejadiannya.
Dimas tertawa.
"kamu sih ada-ada aja Cla. Berani banget ngerjain seorang Alvaro." seru Dimas.
"aku kesal Dim. Dia seenaknya nyuruh2 pekerjaan office girl padaku." ucapku kesal.
"dia pemilik perusahaan loh Cla." sery Dimas.
"aku gk peduli." jelasku.
"aku heran deh Cla. Apa ... Pak Alvaro suka sama kamu ya ?" ucap Dimas membuat aku terkejut.
"jangan ngaco deh Dim. Itu gk mungkin tau." seruku mematahkan pemikiran Dimas.
"iya ya. Gk mungkin seorang Pak Alvaro ngelirik kamu ya." ejek Dimas semakin buatku kesal.
"kamu ngehina aku." kesalku.
"hehe. Sorry sorry Cla. Aku gk maksud." ucap Dimas mulai takut melihat aku naik darah.
"udah deah. Aku pulang dulu nanti aku kemalaman sampek." ucapku lalu pamit.
Aku berjalan menyusuri lorong ini akan pulang.
"Cla..." panggil seseorang.
Langkahku terhenti.
Aku terdiam tanpa menoleh kearah sumber suara.
"ah.. Aku tak salah melihat ternyata benar kamu Cla." ucapnya lagi. Suaranya kini semakin jelas kudengar.
Tubuhku gemetar.
Aku membisu.
Lidahku kelu.
Lama saling terdiam.
Aku bisa merasakan dia menatapku.
"apa kabar Cla?" tanya Putra.
Aku masih terdiam.
"maaf. Untuk kesalahanku di masa lalu."lanjutnya.
Aku mengangkat wajahku menatapnya tajam.
Aku menahan amarahku.
Ingin sekali aku mengeluarkan semua yang tertahan selama ini, namun kenyataannya air mataku yang keluar.
Sepatah kataku pun tak ada yang keluar.
Dia menarikku dalam pelukannya.
Ingin aku menolak tapi tubuhku berkhianat.
Aku nyaman dipelukannya.
"maaf. Maafkan aku Cla. Suatu saat aku akan menjelaskan semua. Saat ini aku belum siap. Maaf ." ucapnya melepaskan pelukannya lalu pergi meninggalkanku yang masih terdiam.
---------------------------------------
KAMU SEDANG MEMBACA
Please Now !!! (COMPLETED)
Storie d'amoreSegala cara sudah kulakukan namun tak kunjung juga aku mendapatkan jodoh. Apalagi cara yang akan kulakukan ? Dapatkah aku menemukan laki-laki impianku ? Aku ingin berteriak "Tolong tunjukkan jodohku saat ini Tuhan !!!" Menyimpan rasa ? Heh... Sudah...
