50. Pesta Pernikahan Braga

2.8K 116 1
                                        

Cla Pov

Sebenarnya hari ini aku sudah tak berniat ingin datang ke pesta pernikahan Braga, namun karna desakan mama akhirnya aku harus pergi juga.

Aku meminta Rissa menemaniku.

Saat ini Kami sedang menikmati pesta pernikahan Braga.

Kulihat Alvaro memasuki gedung pesta.

Semenjak hari itu kami tak saling bertemu dan berkomunikasi.

Terlihat Alvaro menggandeng seorang gadis.

Gadis itu selalu menebar senyum pada orang-orang. Sangat manis.

Rissa menyadari sorot pandangku. Dia menenangkanku. Aku mencoba meredam perasaanku.

"kita pulang ?" tanya Rissa. Aku menggeleng.

"yakin Cla?" tanya Rissa lagi.

" iya Riss. Aku gk pa-pa kok." jawabku sambil tersenyum meyakinkannya.

Kulihat Alvaro berjalan ke arah kami.

"Hai Cla." sapanya santai.

Kali ini jantungku berdetak tak karuan atas sapaannya meskipun dia bertingkah seolah-olah tidak pernah ada hubungan antara kami.

Aku tersenyum menyambut sapaannya.

"oh iya kenalin ini Denira." ucap Alvaro mengenalkan gadis yang sedang digandengnya.

Aku berjabat tangan dengan gadis itu.

------

Alvaro Pov

Sengaja malam ini aku membawa Denira sepupuku sebagai pasanganku, aku tau malam ini akan bertemu dengan Cla.

Benar saja ketika aku sampai digedung pernikahan Braga aku mengitari pandanganku dan melihat Cla bersama Rissa.

Aku melihatnya malam ini sangat cantik. Aku sangat merindukannya.

Kuajak Denira mendekati mereka. sengaja, aku ingin melihat respon Cla.

Kusapa dia dengan santai, dia menjawab dengan canggung.

Kemudian kukenalkan Denira pada mereka.

"Cla. Kita harus pergi. Putra ingin menemuimu." ucap Rissa.

"hah ??? Dia udah di Indo?" tanya Cla.

Aku penasaran dengan sosok Putra yang mereka ceritakan saat ini.

"sudah. Kamu harus segera menemuinya." ucap Rissa.

Mereka pamit pergi pada kami.

Setelah mereka berlalu, aku menelpon seseorang.

"ikutin mereka sekarang juga." perintahku.

"Al, itu wanita yang kamu critain kemarin?" tanya Denira.

Aku mengangguk membenarkannya.

"kesan pertama aku sih ketemu dia hari ini, menurut aku sih dia baik. Kamu jangan main-main beginian deh, ntar nyesal sendiri loh." jelas Denira.

"Ra, kamu kan udah dengar ceritaku kemarin dia yang pergi ninggalin aku." ucapku.

"yang aku tangkap gk begitu loh Al. Dia sedang memilih yang terbaik buat kamu. Lagian dari cara dia buat pergi dari kamu, aku bisa nilai dia sangat mencintaimu. Kamu aja yang terus mikir dia keras kepala, tapi nyatanya kamu yang lebih keras kepala Al. Dan tadi itu aku gk tega banget tau lihat respon dia sama aku." ucap Denira.

"maksud kamu? Respon gimana?" tanyaku bingung.

"ini nih kalian para cowok itu gk pernah peka ya." ucap Denira.

"serius, aku gk ngerti Ra." ucapku bingung.

"kamu lihat dong, Cla itu dari gelagatnya cemburu liat aku sama kamu Al." jelas Denira.

Ponselku berbunyi.

Segera kuangkat. Orang suruhanku memberi kabar Cla dan Rissa menuju sebuah rumah.

Kuperintahkan untuk mengikutinya terus dan untuk mencari tau siapa Putra.

"Al. Udah deah. Mending kamu jujur aja sama Cla." ucap Nadira setelah aku menutup telponku.

"bilang apa Ra?" tanyaku.

"ih... Kamu jujur sama Cla tentang perasaanmu. Kamu lurusin semua masalahnya." ucap Denira.

"Percuma Ra, dia itu gk bakal mau lagi sama aku." tentangku.

"terus kalau percuma, kamu ngapain masih nyari tahu tentang Cla?" tanya Denira.

"ya.... Ya itu karna penasaran aja." jawabku.

"buat apa ??? Ya kamu move on dong." ucap Denira.

"iya aku tau. Tapi gk segampang itu." jelasku.

"kamu belum relakan Cla ninggalin kamu?" tanya Denira.

"iya... Tapi Cla gk bakal mau lagi sama aku." ucapku.

"kamu udah coba belum?" tanya Denira lagi.

Aku menggeleng.

"nah itu dia, usaha dong Al." ucap Denira.

"aku ragu Ra." ucapku pesimis.

"kan belum dicoba Al." ucap Denira mulai kesal.

"ya aku tuh bingung harus gimana?" ucapku mulai tertekan.

"kamu butuh bantuan aku?" tanya Denira menawarkan bantuan.

Aku menatap Denira mencari keyakinan.

"gk... Gk... Aku gk mau. Aku tau kamu bakal buat yang aneh-aneh." tolakku.

"ihh.. Kamu ini gk percayaan banget ya." ucap Denira kesal.

"bukan gitu Ra. Aku kenal kamu. Aku tau kamu bakal buat hal yg gila." jelasku.

"gk... Kamu percaya deh kali ini sama aku." ucap Denira meyakinkanku.

Lama aku menatap Denira.

"gimana Al. Mau gk ?" tanya Denira lagi.

"terserah kamu deh." ucapku akhirnya mengalah.

"oke. Sekarang kamu kirim kontak Cla sama aku." pinta Denira.

"buat apa?" tanyaku bingung.

"ya terserah aku dong." jawab Denira.

"gk... Aku gk mau." tolakku.

"gimana sih Al. Tadi udah setuju buat dibantuin. Kamu tenang aja. Aku gk akan buat kamu malu." ucap Denira kembali meyakinkanku.

Akhirnya kukirim kontak Cla pada Denira.

----------------------------------------

Please Now !!! (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang