39. Pesta Pertunangan

2.5K 141 0
                                        

Cla Pov

Sedari tadi mama yang sibuk ke sana-sana kemari mempersiapkanku.

"mama. Masih lama lagi gk ?" tanyaku mulai bosan.

"sabar sayang. Sebentar lagi selesai kok." ucap mama.

"nah... Selesai.." ucap mama sambil tersenyum puas memandangku seakan dia menghasilkan mahakaryanya.

Aku bercermin.

"mama......! Ini berlebihan." ucapku melihat pantulan diriku.

"gk Cla. Kamu sangat cantik. Ayo... Alvaro pasti sudah datang. " ucap mama menggandengku.

Benar saja, Alvaro sudah menunggu dibawah.

"eh.. Nak Alvaro sudah lama?" tanya mama menyapa Alvaro.

Alvaro berdiri lalu menyalam mama.

"belum kok tante, Al juga baru sampai." ucapnya, lalu melihat kearahku.

"gimana, anak tante cantik kan?" tanya mama membuatku semakin malu.

"sangat tante, sangat cantik." puji Alvaro hingga membuat pipiku bersemu.

"makanya jangan dilepas." ucap mama memberikan tanganku agar digenggam Alvaro.

Alvaro tersenyum menanggapinya.

"aduh.. Mama apa-apaan sih. Udah yuk." ajakku lalu pamit pada mama.

"tante gk bareng sama kita ?" tanya Al ketika pamit.

"gk usah, tante nanti pergi bareng om. Udah kalian duluan aja." sahut mama.

Saat di jalan aku merasa berulang kali Alvaro mencuri pandang padaku.

"Al. Nanti nabrak loh." ucapku mengingatkannya.

"kamu terlalu cantik sih malam ini." ucapnya menanggapi perkataanku.

"ihh... Gombal." ucapku.

"bukan gombal Cla. Ini beneran." ucap Alvaro meyakinkanku.

"udah deh, udah kamu yang fokus nyetirnya" ucapku karna takut makin melayang akan pujian Alvaro.

Kami sampai di rumah Braga.

Segera kami masuk dan langsung menuju sang  pemilik pesta.

"selamat ya bro." ucap Alvaro pada Braga.

Lalu aku juga mengucapkan selamat Pada Braga dan Tania.

"kalian kapan nih nyusul?" tanya Braga.

"waduh.. Kalau aku ya udah siap kapan aja Ga. Tinggal nunggu yang disebelah nih, kapan siapnya." ucap Alvaro santai.

"denger itu Cla. Kamu kapan siapnya. Mau barengan gk sama kita resepsinya nanti?? Itung-itung hemat gedung." canda Braga .

"ih... Ogah.." ucapku lalu mengerucutkan bibirku, lalu yang lain tertawa melihat responku.

"kamu itu ingat umur Cla. Jangan kelamaan nyiapinnya. Keburu Alvaro disamber orang. Secara kamu tau sendiri diluar sana banyak yang ngantri kalau kalian putus." canda Braga lagi.

"lah, aku yang malah takut dia yang disamber orang lain Ga." ucap Alvaro sambil tertawa.

"kamu gk usah takut Al, susah nih cewek buat ditaklukin. Asal kamu tahu, berulang kali dijodohin ada aja kurangnya itu cowok." ucap Braga.

"udah.. Udah puas ngatainnya." kesalku.

"maaf.. Maaf Cla... Wahh dia marah bro." ucap Braga mulai takut melihat ekspresiku.

"yaudah, kita cari minum dulu deh Ga." pamit Alvaro .

"iya Al. Jangan marah dong Cla." ucap Braga.

Namun aku tetap menunjukkan wajah kesalku.

"udah deh Cla, mukanya jangan ditekuk terus." ucap Alvaro ketika melihatku masih cemberut.

Aku menatapnya kesal.

Dia mengusap kepalaku sambil tersenyum.

Tak berapa lama mama masuk.

Bukannya menemui yang mengadakan pesta mama malah menghampiri kami.

"eh.. Kalian disini. Ikut mama yuk." ajak mama sambil menarik kami.

Dan akhirnya mama memamerkan Alvaro didepan teman-temannya, persis seperti mama Nadin lakukan kemarin.

Alvaro bertingkah selayaknya calon menantu idaman.

Si mama tampak bahagia memperkenalkan Alvaro seakan lupa aku adalah anak kandungnya.

Acara demi acara selesai.

Kami akhirnya pamit pada Braga dan Tania.

"Cla. Jangan lupa. Disegerakan." goda Braga lagi.

Aku mengerucutkan bibirku lagi.

"udah Ga. jangan digodain lagi. " ucap Alvaro sambil tersenyum.

Kami masing-masing asik dengan pikiran kami sendiri.

"Cla.." panggil Alvaro.

Aku menoleh ke arahnya.

"liburan yuk." ucapnya masih tak memandangku.

Aku menatapnya heran.

"kamu bilang apa Al?" tanyaku memastikan.

"aku ngajak kamu liburan Cla." ucapnya mengulangi ajakannya.

"kamu gk lagi ngelanturkan Al??" tanyaku masih heran.

"gk, aku serius. Liburan bareng mamaku juga." jawabnya santai.

"oh... Kalau itu aku mau." jawabku merasa lega .

"kok kamu ngomongnya gitu, memangnya kamu gk mau liburan berdua samaku?" tanya Alvaro bernada kecewa.

"bukan gitu maksudnya Al. Kan gk lucu aja kita cuma berdua." ucapku menjelaskan pada Alvaro.

"memangnya kenapa?? Kamu itukan pacar aku. Memangnya gk boleh ?" tanya Al.

Semakin hari aku semakin merasakan sifat posesif Alvaro.

"kamu itu gk ngerti ya." jawabku balik kesal.

"iya, makanya kamu jelasin biar aku ngerti." ucap Alvaro mencoba dengan nada lebih rendah.

"kalau kita cuma berdua itu pasti garing banget, canggung." jelasku.

"ya itu karna kita belum kenal lebih sayang." ucap Alvaro.

Aku merasa makin canggung dengan panggilan Alvaro.

"ih... Apaan sih." responku, kemudian dia tertawa.

"sepertinya aku harus lebih sering manggil kamu sayang ya biar terbiasa." goda Alvaro.

Kebetulan kami sudah sampai didepan rumahku.

"udah ah, aku turun dulu kamu ngomongnya udah kemana-mana. Makasih ya." ucapku lalu turun.

"sama-sama. Have a nice dream baby." ucap Alvaro.

Astaga.... Ucapku dalam hati mendengar ucapan Alvaro.

----------------------------------------

Please Now !!! (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang