JANGAN LUPA BUAT BELI e-book YANG SUDAH NANGKRING DI PLAYSTORE YA GAES. DIANTARANYA
-PENGANTIN BAJAKAN
-PENGANTIN KHAYALAN
-PENGANTIN DADAKAN
-MY POSSESIVE SENIOR
- MY WIFE IS MY LIFE
- WIFE CELEBRITY
- LOSIVE
"Tuan, kita tidak mengucapkan terimakasih sama mereka?"
Setelah kedua ibu dan anak itu menghilang dari pandang mereka, sopir yang bersama seorang pria paruh baya akhirnya buka suara.
"Enggak ada kesempatan." Pria paruh baya itu menggeleng.
Sejak tadi ia berniat untuk mengucapkan terima kasih pada gadis itu karena sudah menyelamatkannya. Namun, setelah ibu gadis itu datang mereka terus berceloteh membahas hal-hal yang tak jauh dari omelan seorang ibu tentang jodoh anaknya.
"Tapi, kamu cari tahu tentang gadis itu," ucap pria itu setelah jeda sekian lama.
"Kalau perempuan itu saya kenal, Tuan. Dia itu aktris yang sering main film dan mungkin gadis yang menyelamatkan kita itu putrinya," ungkap sopir itu bersemangat.
"Kamu yakin, Man, enggak salah mengenali orang?" Pria itu menatap tak yakin pada ucapan sopirnya.
"Sangat yakin, Tuan." Arman mengangguk yakin.
"Kalau begitu kamu harus selidiki tentang keluarga itu terutama pada gadis yang sudah menyelamatkan kita."
"Baik, Tuan."
Keesokan paginya, Naya terbangun ketika mendengar suara gaduh mamanya berasal dari lantai bawah.
Menguap malas Naya bangkit dari tidurnya berjalan menuju balkon dan membuka pintu.
Mata gadis itu terpejam erat ketika sinar matahari masuk menerobos melalui celah matanya.
Setelah menyesuaikan dengan sinar matahari, Naya kembali melihat ke bawah di mana sumber keributan berasal.
Gadis cantik itu menghela napas ketika melihat emak-emak dalam masa puber bersama dengan mamanya tengah berjoged dengan di iringi musik dangdut.
Itu merupakan olahraga rutin yang selalu di pimpin mamanya setiap hari minggu.
Naya tidak ingin berlama-lama di sana dan berniat untuk mandi dari pada melihat hal tidak bermanfaat yang ditunjukkan mamanya.
Pukul sebelas siang gadis cantik itu keluar dari rumah mengendara mobil merah kesayangannya untuk menjemput Alify dan Prissy.
Hari ini ia harus menemani kedua sahabatnya menonton konser dari salah satu penyanyi ternama tanah air yang sudah melakukan tour ke berbagai negara.
Naya sebenarnya malas jika harus melakukan hal kurang manfaat seperti ini. Tapi, mau bagaimana lagi jika ia sudah berjanji pada kedua sahabat untuk menemani mereka.
Naya tiba di rumah Prissy dan hanya dengan satu kali pencet klakson, Prissy keluar dari rumah di iringi tatapan sebal opa Hamdan.
Entah apa yang mereka bicarakan dan akhirnya Prissy bisa berbalik santai memasuki mobil Naya.
"Opa kenapa?" Naya melirik Prissy dengan rasa ingin tahu.
"Biasa karena beliau enggak rela gue pake ini." Prissy menunjuk jari-jarinya yang penuh dengan batu akik.
Naya mendelik dan berucap sangar, "lo stress!"
Prissy nyengir. Gadis cantik itu tak peduli dengan pendapat orang lain yang penting ini adalah gaya fashion yang selalu ia kenakan.
Tiba di rumah Alify kali ini Naya lebih sakit kepala lagi melihat penampilan Alify seperti hendak ke kebun.
Jaket kulit, celana compang-camping, topi buluk, dan tas pria. Astaga! Naya mengusap wajahnya kasar. Mengapa ia tidak diberikan sahabat yang memiliki pikiran benar!
"Penampilan lo kece badai, Pit." Prissy mengacungkan jempolnya yang disambut tatapan bangga Alify.
"Gue gitu loh!"
"Kali ini lo benar-benar stres, Fy. Lo mau nonton konser atau ikut tawuran?" cibir Naya tak bisa menahan diri.
"Yang pasti gue mau nonton konser dengan gaya trendi biar menarik minat banyak orang."
"Macem sales aja lo!" gerutu Naya jijik.
"Ayo, let's cau!" seru Prissy bersemangat.
Hari ini mereka akan menonton konser dari salah satu penyanyi kenamaan tanah air. Siapa lagi jika bukan Abimana Hussein!
Alify dan Prissy kompak membawa Naya karena hanya Naya yang royal mau membeli tiket gratis dan tumpangan gratis untuk mereka meski harus dengan cara paksa dulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
MENGEJAR CALON PENGANTIN
Aktuelle LiteraturDi tinggal kekasih yang sudah berpacaran selama satu tahun tidak membuat Anaya Bilqis begitu terpuruk karena ia menganggap pria yang bersamanya bukan jodohnya. Hingga akhirnya orangtua Naya berasumsi bahwa Naya gagal move on dan berniat mencarikan j...
