40

7.8K 785 24
                                        

"Jadi, semua teman SD, SMP, SMA, kuliah, dan kerja bakal diundang semua gitu?" tanya Prissy menatap Lify tak percaya.

Please, ini hanya acara tunangan. Bukan resepsi. Mengapa harus mengundang sejuta umat? Batin Prissy meringis.

"Enggak usah lah kalau sampai segitu. Gue mau acara tunangan itu dihadiri keluarga besar aja. Kalau resepsi bisa undang banyak orang deh," ucap Naya tak setuju.

Lify sebagai penata tamu undangan menoleh menatap Naya heran.
"Ini itu investasi, Nay. Coba bayangkan kalau seribu orang yang datang dan satu orang bawa amplop isi 200 ribu. Bakal dapat keuntungan berapa lo, coba?" sahutnya antusias.

Uang, uang, dan uang adalah hal yang sangat disenangi Lify. Gadis cantik itu tidak pernah memikirkan hal lain selain mengumpulkan banyak uang untuknya.

"Aish. Kalau itu gue enggak setuju. Gue mau investasi langsung sekalian aja, Fy." Naya menolak usulan Lify. "Tamu undangan yang banyak gue undang pas resepsi aja," tandanya membuat Lify mengerucut bibirnya sebal.

"Oke kalau itu mau lo." Lify menghela napas pasrah. Kemudian ia beralih menatap Prissy yang tengah menikmati es krimnya. "Gimana sama catering? Emak lo sanggup enggak?" tanyanya pada Prissy.

"Sangguplah. Soal duit emak gue memang enggak pernah bisa ketinggalan." Prissy menatap Naya. "Kata emak, berhubung lo adalah sahabat gue, beliau mau kasih diskon ke elo," ujarnya pada Naya.

Sebelah alis Naya terangkat naik. "Oh, iya? Berapa persen?" tanyanya.

"2 persen."

Mendengar itu, Naya berdecap. "Itu sama aja kayak enggak kasih diskon," katanya. "Emak lo pelit banget ya, Pris. Masa iya gue cuma di kasih diskon dikit begitu," ucapnya sebal.

"Kata emak gue, lo itu holang kaya. Banyak duit. Holang kaya enggak butuh diskon," timpal Prissy santai. "Malah katanya lo yang harus berbuat amal sama beliau. Beliau 'kan jendes dua anak," tambahnya dengan ekspresi tanpa dosa.

Naya dan Lify mendengkus mendengar pernyataan Prissy.

Janda kaya banyak duit. Mana boleh di beri sedekah. Itu adalah kata yang sering diucapkan oleh Lify dan Naya ketika Prissy selalu mengatakan jika dirinya dan keluarganya adalah orang miskin.

"Sekarang apa lagi yang mau kita bahas?" tanya Naya mengalihkan topi pembicaraan.

Prissy terlihat mengetuk jarinya di dagu, sementara Lify menatap atap kafe dengan pikiran menerawang.

Senyum simpul terbit di bibir kedua gadis itu membuka firasat buruk tiba-tiba menghampiri Naya.

Lify dan Prissy menatap Naya seolah sahabat mereka adalah oase, kemudian fokus mereka beralih menatap pria yang sedari tadi terdiam hanya menjadi pendengar.

"Kita ini sahabat terbaik elo, Nay. Kita enggak mau morotin lo." Lify memulai orasinya dengan ekspresi serius. "Nah, sebagai sahabat yang baik, enggak ada salahnya 'kan lo membahagiakan kita?" Lify menaik turun alisnya sambil tersenyum iblis.

"Enggak usah basa-basi deh lo, Fy. Cepat bilang mau apa lo berdua?" sungut Naya menatap keduanya sebal.

"Kita enggak minta apa-apa selain izinkan kita buat nonton konser Abi nanti malam," ujar Prissy santai. "Kita juga mau lo usahakan supaya bisa foto sama Dua Lipa di konser nanti malam. Enggak sulit 'kan?"

"Gila lo. Dua Lipa kalian kira band apa?" sahut Naya histeris. Matanya melotot menatap horor kedua sahabatnya. "Mana bisa gue minta mereka foto sama lo berdua."

Dua Lipa adalah band asal luar negeri yang saat ini sedang booming dan digilai kalangan remaja dan dewasa. Meminta foto dengan mereka berarti ia harus punya koneksi dengan karyawan yang bekerja di televisi swasta tersebut. Sementara dirinya sendiri tidak memiliki koneksi dengan anak TV.

"Apa gunanya lo punya pacar sebagai salah satu pengisi acara kalau enggak bisa kasih akses?" Lify menatap Abi dengan sebelah alis terangkat. Senyum manis tersungging di sudut bibirnya, membuat Abi mengangkat tangannya menyerah.

Dua sahabat Naya yang baru dikenalnya itu benar-benar tidak bersikap jaim meski berhadapan dengannya.

"Lo mau nolongin mereka?" Naya mengalihkan perhatiannya pada Abi. Naya hampir saja melupakan keberadaan pria itu.

"Why not? Lo 'kan calon tunangan gue. Future fiance and future wife."

MENGEJAR CALON PENGANTINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang