Berhubung aku lagi brithday hari ini, aku update yaaa.
Naya membuka kelopak matanya ketika merasakan usapan pada wajah dan kepalanya.
"Lo?" Kening Naya mengernyit menatap wajah Abi yang terasa dekat sekali dengannya. Naya refleks mendorong wajah Abi menjauh darinya.
"Ngapain lo tidur di tempat tidur gue?" sungut Naya saat melihat Abi ternyata tertidur di sebelahnya. Bola mata gadis itu melebar dan menatapnya tak percaya.
"Karena di sini tempatnya nyaman." Abi menyahut. Kemudian ia membalikkan tubuhnya miring ke samping --arah Naya-- sambil tersenyum. "Lo tidurnya terlalu lelap sampai gue udah nunggu dua jam." Abi menjawil hidung Naya dengan senyum lebar.
"Gue cape. Jadi wajar kalau gue tidur nyenyak," sahut Naya sambil menepis tangan Abi.
"Capek karena keasyikan belanja?" Abi melirik beberapa paper bag berisi barang belanjaan Naya yang teronggok di dekat tempat tidur.
"Hm." Naya berdeham sebentar. "Jam berapa sekarang?" tanya Naya.
"Jam lima sore. Mending lo siap-siap deh. Lo ikut gue ke acara puncak nanti malam. Enggak enak kalau gue ninggalin lo sendiri di hotel," kata Abi.
"Bilang aja kalau lo enggak bisa jauh-jauh dari gue," sungut Naya. "Gue mandi dulu. Lo balik gih ke kamar lo sendiri. Gue mau siap-siap juga." Naya bangkit dari tempat tidur dan berjalan mengambil beberapa pakaian yang akan ia bawa masuk ke dalam kamar mandi.
"Nay," panggil Abi ketika Naya berjalan ke arah kamar mandi.
"Apaan?" Naya memutar tubuhnya menetap Abi malas. Berada dekat-dekat dengan Abi entah mengapa membuat jantung Naya berdegup tidak normal seperti ini.
"Gue--" Abi menatap Naya ragu sejenak.
"Apaan 'sih?"
"Gue boleh enggak mandi bareng sama lo? Yah, anggap aja ini latihan awal kita buat belajar mandi bareng." Abi mengucapkan kalimat tanpa ragu yang membuat Naya melotot kesal.
"Lo!"
Naya dengan kesal melempar baju yang ada di tangannya ke arah Abi dan mengenai wajah pria itu. Naya berbalik pergi memasuki kamar mandi dengan wajah jengkel.
"Atas pink, bawah pink. Bah, ada brendanya juga."
Gerakan Naya yang akan menutup pintu kamar mandi terhenti ketika mendengar suara Abi.
Naya kembali membuka lebar pintu kamar mandi dan melihat Abi tengah merentangkan kedua benda berharga milik Naya tepat di depan wajahnya.
"Abi setan! Itu punya gue kenapa lo pegang?" teriak Naya kembali melangkah keluar.
Abi menoleh menatap Naya polos.
"Ini lo sendiri yang lempar. Gue sebagai penerima enggak bisa nyangkal satu ngelak," tutur Abi menatap Naya tak berdaya.
"Kembaliin!" teriak Naya antara marah dan malu. Tangannya terulur berniat untuk merebut pakaian dalamnya. Namun, Abi segera menjauhkannya dari Naya.
"Gue bakal balikin ini kalau lo izinin gue buat pakai ke badan lo." Abi menyeringai menatap Naya ysng sedang di landa kemarahan.
"Mati lo biar. Gue enggak peduli!" bentak Naya tak berniat mengambil barangnya lagi. Gadis itu memutar tubuhnya masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu dengan kasar hingga menimbulkan suara keras.
"Ah, Nay. Jangan ngambek. Gue 'kan cuma bercanda," ujar Abi yang tak mendapat balasan.
Abi menghela napas dan meletakkan kembali benda keramat milik Naya. Pria itu kemudian berjalan keluar dari kamar Naya menuju kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MENGEJAR CALON PENGANTIN
General FictionDi tinggal kekasih yang sudah berpacaran selama satu tahun tidak membuat Anaya Bilqis begitu terpuruk karena ia menganggap pria yang bersamanya bukan jodohnya. Hingga akhirnya orangtua Naya berasumsi bahwa Naya gagal move on dan berniat mencarikan j...
