DUABELAS

7.5K 733 12
                                        

JANGAN LUPA BUAT BELI e-book YANG SUDAH NANGKRING DI PLAYSTORE YA GAES. DIANTARANYA
-PENGANTIN BAJAKAN
-PENGANTIN KHAYALAN
-PENGANTIN DADAKAN
-MY POSSESIVE SENIOR
- MY WIFE IS MY LIFE
- WIFE CELEBRITY
- LOSIVE
Ps: Semua e-book ada ekstra part-nya dengan jumlah berbagai macam.  Ada yang 10++ ada yang 10--

Naya buru-buru menarik lengan Prissy dan Alify keluar dari ruangan tanpa menoleh ke arah mana pun.

"Kepala tuyul apaan 'sih Nay? Lo lihat jelas?" tanya Prissy penasaran.

"Iya! Gue lihat dengan jelas. Mata kepala gue sendiri saksinya. Ayo, buruan pergi."

"Kenapa enggak lo tangkap? Lumayan 'kan buat jadi teman lo. Ha-ha!"

Suara cekikikan Alify di ikuti Prissy menggema di luar ruangan membuat wajah Abi yang berada di dalam ruangan memerah.

"Kepala tuyul katanya tadi?" gumam Abi tak percaya.

Tatapan Abi kini beralih ke bawah perutnya dan terkikik sendiri dengan apa yang terjadi hari ini.

Sungguh ironis, Abimana, pria tampan dengan sejuta pesona dan digemari oleh ratusan ribu perempuan di luar sana saat ini sudah tidak suci lagi.

Gadis itu harus bertanggungjawab atas itu! Desis batin Abi membara.

Naya mungkin tidak tahu jika saat ini ia tengah menjadi target incaran Abi untuk bertanggung jawab.  Gadis itu pulang ke rumah setelah mengantar kedua sahabatnya ke rumah masing-masing.

"Kamu ngapain, Nay, di dalam rumah pakai kacamata hitam begitu?"

Nia yang tengah duduk di ruang tamu menatap heran pada tingkah putrinya.

"Aku lagi malas melihat dunia dengan mata polos, Ma. Makanya sekarang pengen yang gelap-gelap aja," sahut Naya santai.

Tak memperdulikan tanggapan mamanya,  Naya segera bergegas ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya

Gadis itu melempar tasnya di atas tempat tidur dan menghempaskan tubuhnya setelah itu.

"Argh! Gue kenapa sial banget 'sih hari ini? Mata gue!" Naya berteriak kesal dengan kejadian buruk hari ini.

"Ini salah cowok itu!" Naya menyalahkan pemuda itu. "Dia 'kan tahu kalau gue cewek yang masih polos. Masih belum mengerti akan dunia. Masih tersegel matanya, dan kenapa dia nunjukin ke gue coba?"

"Mau pamer?"

"Argh mama! Mataku tak suci lagi. Kalau gue udah lihat itu terus gue bakal sulit dong dapet jodoh ya?"

Naya terus berceloteh menyampaikan spekulasi tak nyambung yang ia ciptakan sendiri sebelum menghembus napas.

"Pokoknya gue enggak akan lepas kacamata ini selama sebulan ke depan kecuali mandi. Titik," gumamnya penuh tekad.

Tekad besar bersinar dari balik kacamata hitam yang ia kenakan membuat siapapun yang melihat pasti akan merasa jika Naya akan pergi berperang.

Naya bertekad untuk tidak akan pernah mau lagi bertemu dengan pemuda itu. Namun, ia tidak tahu saja jika ia tengah di incar Abimana.

MENGEJAR CALON PENGANTINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang