"Mbak Nay," ujar gadis yang tak lain adalah Rosa terkejut.
"Iya, gue. Lo ngapain di sini? Buat keributan segala?" Naya memelototi Rosa membuat gadis itu menelan ludahnya gugup.
"Dia yang bikin saya kesal, Mbak Nay," tunjuk Rosa pada Baim.
"Lo yang bikin kesel. Lo yang cari gara-gara duluan!" seru Baim tak mau kalah.
"Lo yang duluan bikin gue kesel." Rosa berteriak tak mau kalah. "Dia, Mbak yang duluan cari gara-gara. Masa iya, dia pakai baju yang kembaran sama saya. Saya enggak terima, Mbak."
Semua mata kini beralih menatap baju yang dipakai Baim dan Rosa secara bersamaan.
Mereka berdua sama-sama mengenakan kaus putih yang bertuliskan 'I love him' di baju Rosa dan 'I love her' dibaju Baim.
"Coba-coba kita uji kelayakannya dulu," ujar Eric antusias.
Pria itu menarik Baim dan Rosa agar berdiri berdampingan. Di atas tulisan yang terpampang dibaju keduanya terdapat gambar hati yang terbelah, dan jika mereka berdiri berdampingan maka gambar hatinya menyatu.
"Cocok!" teriak Eric dan sahabat-sahabatnya yang lain.
Sadar akan hal yang terjadi segera keduanya menjauh dan bergidik seolah mereka baru saja mendekati kuman.
"Ssst, Im." Darrel memberi kode melalui matanya sambil menunjuk ke arah pintu keluar dimana seorang gadis cantik dengan dress di atas lutut berniat untuk masuk.
Bola mata Baim membelo saat melihat mantan kekasihnya ada di tempat yang sama dengannya.
"Ya ampun, bisa-bisa gue diejek masih enggak bisa move on dari dia, nih. Gimana ini?" Baim mulai panik terlebih sepertinya Niken menyadari kehadirannya.
"Mana gue tahu," balas Darrel tak tahu.
"Ya ampun, Baim. Lo masih nyimpan baju couple waktu kita pacaran?" ujar Niken menyapa Baim. "Sampe sekarang lo masih enggak bisa move on dari gue? Tapi, maaf ya, Im, gue enggak bisa sama lo lagi. Karena gue udah punya cowok sekarang."
Semua mata menatap Baim iba, kecuali Rosa yang diam-diam menyeringsi senang atas nasib buruk Baim.
"Nah, itu pacar gue," tunjuk Niken pada seorang pemuda yang melangkah masuk ke dalam kafe.
"Heh, Maemunah, yang enggak bisa move on dari elo itu siapa? Cewek matre yang suka dompet laki-laki itu enggak ada di dalam kamus gue deh. Lagian lo jadi cewek sok kecapekan banget," cibir Baim tanpa ampun. "Masih juga cakepan cewek gue kemana-mana. Cewek gue itu cantik, ramah, anggun, baik, seksi, dan yang pasti dia enggak mata ijo kayak lo," tambahnya mengangguk yakin.
Niken melotot tak terima mendengar ucapan Baim. Gadis itu berkacak pinggang dengan bibir tertarik membentuk senyum penuh ejekan.
"Oh, iya? Coba sini gue mau lihat cewek lo yang katanya lebih baik dalam segala hal dari pada gue. Paling-paling masih cakepan sepatu gue ini," ujar Niken angkuh.
Tak mau dianggap sia-sia oleh gadis yang berstatus sebagai mantan kekasihnya itu, Baim menarik Rosa mendekat dan menunjuk Rosa dengan wajah bangga yang ia miliki.
"Lo lihat ini cewek gue. Cantik, tinggi kayak model, kaki jenjang mulus putih dia enggak kayak kaki lo yang penuh korengan kalau enggak dipake stocking." Baim mulai mengabsen bentuk tubuh Rosa yang memang mirip seperti model Korea. "Matanya sipit-sipit cantik. Muka mulus tanpa operasi plastik. Dadanya walau kecil tapi asli enggak pakai silikon. Memangnya elo kayak waria habis operasi," ejeknya menatap hina pada Niken yang terpaku di tempat.
Semua yang berada di lingkaran menatap Baim dengan berbagai ekspresi. Terutama Rosa yang saat ini benar-benar tak percaya dengan pendengarannya kali ini.
"Eh--"
"Sayang, kamu mau aku beliin lambo 'kan? Nanti deh, aku belikan ya. Kamu mau warna merah ya warna kesukaanmu itu," ujar Baim menyela terlebih dahulu.
Baim melingkari tangannya di pinggang ramping Rosa dengan ketat sambil mencubit pinggang Rosa sebagai bentuk peringatannya.
Sementara Baim sibuk adu celotehan dengan Niken dan pacar barunya, Abi justru menarik Naya untuk menjauh dan menatap gadis itu dengan seringaiannya.
"Nah, gue tahu nih sekarang. Karena lo kangen sama gue dan akhirnya lo memutuskan buat datengin gue 'kan?"
"Gue? Kangen sama lo?" Naya menatap Abi dengan senyum manis. "Ngayal aja lo sana!"
KAMU SEDANG MEMBACA
MENGEJAR CALON PENGANTIN
General FictionDi tinggal kekasih yang sudah berpacaran selama satu tahun tidak membuat Anaya Bilqis begitu terpuruk karena ia menganggap pria yang bersamanya bukan jodohnya. Hingga akhirnya orangtua Naya berasumsi bahwa Naya gagal move on dan berniat mencarikan j...
