26

7.7K 652 18
                                        

Jika sudah tidak sabar membaca di sini kalian bisa beli di google playstore ya 💕💕💕💕


Hari yang ditunggu Abi akhirnya tiba. Pesawat yang membawa mereka dari jakarta menuju Lampung kini sudah mendarat di bandara Raden Intan, Lampung, dengan selamat tepat pada pukul 9 pagi hari.

Abi bersama Naya, Rully, Sinta dan Nindy keluar dari bandara dengan koper di tangan mereka masing-masing.

Abi mengenakan t-shirt putih dengan kacamata hitam yang bertengger manis menutupi mata indahnya. Jeans biru panjang menggantung di tungkainya membuat penampilannya semakin terlihat keren bagi kaum hawa yang melihat. Apalagi snaker putih juga membuat penampilan pria itu terlihat apik.

Sementara di sampingnya, Naya dengan terusan selutut warna merah tanpa lengan berjalan santai di samping Abi. Sunglas hitam milik Naya bertengger cantik di wajahnya.

Gadis itu mendengkus kesal mendengar suara teriakan para kaum hawa yang memanggil nama Abi. Apa 'sih yang di elu-elukan dari manusia di sampingnya ini? Ganteng tidak, kurang waras iya. Hii! Naya bergidik ngeri seraya membatin dalam hati mengapa ia bisa berada di dekat Abi seperti ini.

"Ayo, Beb, kita ke mobil. Jarak dari bandara ke hotel tempat kita minap lumayan jauh," ajak Abi segera diangguki Naya.

Mereka menaiki mobil yang sudah disiapkan oleh panitia acara. Mini bus yang muat menampung 8 orang dan barang-barang bawaan kini membelah jalanan di daerah beranti menuju pusat kota dimana hotel yang sudah di akomodasi oleh penyelenggara acara berada.

"Habis dari hotel kita istirahat dulu, Beb. Sorenya gue mau ajak lo ke pantai. Tempatnya keren dan bikin lo enggak nyesel deh," ujar Abi bersemangat. Tangan pria itu dengan santai bergantung di pundak Naya membuat gadis itu beberapa kali menepisnya yang berakhir sia-sia.

"Itu tangan kok gatel banget ya? Nempel terus." Naya mendelik menatap Abi sinis.

"Gue juga enggak tahu, Beb. Seolah ini tangan ada kaki dan mata. Nyangkut terus di pundak lo," sahut Abi tersenyum polos.

Naya mendengkus lalu mengalihkan tatapannya ke sisi samping dimana pemandangan kota ini lebih indah dari pada menatap wajah Abi yang menyebalkan menurut Naya.

"Besok gue show jam 10 sampai jam satu. Sorenya gue mau ajak lo ke daerah lain yang ada pantai dan gunung buatan bagus-bagus, Nay."

"Oh, iya?" Naya menoleh menatap Abi dengan sebelah alis terangkat. "Naik apa?"

"Rental mobil, Nay. Semuanya itu mudah asal punya duit. Lo tenang aja ya, soalnya calon laki lo ini pegang duit banyak. Jadi, enggak usah takut lo kesusahan nantinya."

Naya mendengkus entah untuk yang ke berapa kalinya mendengar kalimat penuh percaya diri dari pria di sampingnya.

Sepertinya tanpa menyelipkan pujian untuk dirinya sendiri, pria itu akan memunculkan taring untuknya sendiri.

Mereka akhirnya tiba di hotel yang dimaksud dengan fasilitas VVIP yang dikhususkan untuk Abi dan satu kamar lainnya untuk asisten Abi yang ikut. Terletak dua lantai di bawah kamar Abi.

"Lo tidur sama gue ya, Nay?" pinta Abi melas.

"Bertiga sama manajer lo?" Sebelah alis gadis itu terangkat menatap Abi sinis. "Gue mau kamar VVIP untuk gue sendiri dengan uang yang keluar dari kantong gue," tegasnya mulai menuju bagian resepsionis.

"Enggak bisa gitu dong, Nay. Biaya lo gue yang tanggung deh. Lo 'kan tanggung jawab gue, Nay. Apalagi gue ini enggak mau di cap sebagai calon suami yang kikir sama calon pengantinnya sendiri," ujar Abi panjang lebar. Bola mata pria itu menatap Naya yang tengah menunggu resepsionis di depannya dengan gemas.

Mereka tengah antre untuk memesan kamar. Hari liburan membuat banyak orang menghabiskan waktu mereka untuk berlibur. Jadi, tak heran jika hotel tempat mereka saat ini terlihat ramai.

Abi dengan topi dan wajah yang tertutup masker terus mendesak Naya untuk satu kamar dengannya atau membayar hotel yang akan ditempati Naya hingga membuat gadis itu mendesis kesal.

"Gue kamar sendiri atau gue cari hotel lain?"

Dan Abi hanya bisa mendengkus pasrah dengan keputusan Naya yang tidak bisa di ganggu gugat.

MENGEJAR CALON PENGANTINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang