21

8K 656 14
                                        

Bagian kedua part PDKT mengejar calon pengantin sudah ada di playstore. Kuy belii. Isinya lengkap. Kalau yg aku up di wp ada beberapa scane yang aku ilangin.  Trus murah. Cuma 12k  km bisa baca tanpa potongan untuk bagian 2. Isinya 10 part panjang-}panjang. tapi kalau di wp isinya hampir 18 part.

                       

"Lo apaan sih ngaku-ngaku sebagai calon suami gue, heh? Kita itu enggak saling kenal dan enggak mungkin kawin. Jadi, stop bermimpi buat kawin sama gue." Naya melotot ganas pada Abi yang masih memasang tampang polos menjijikkan yang membuatnya mual.

Saat ini mereka sedang berada di taman belakang restoran, meninggalkan keluarga Naya yang tengah berbincang hangat di dalam.

"Nikah dulu, Nay, baru kawin. Gue enggak mau nikah dan buat dosa," sahut Abi out our topic.

"Poin utama bukan itu yang mau gue bahas." Naya menggertak giginya kesal. "Pokoknya gue enggak mau tahu lo harus dan kudu jelasin ke keluarga gue kalau kita itu enggak punya hubungan Apa-apa. Gue enggak mau bohongi keluarga gue," sinisnya masih dengan tatapan tajamnya.

"Enggak. Gue enggak mau. Ntar dikira keluarga lo kalau gue ini cowok tukang bohong yang mau PHP-IN lo. Padahal 'kan gue serius mau ajak lo ke pelaminan," ujar Abi masih dengan senyum manis yang membingkai wajahnya.

"Terserah! Terserah lo mau ngomong apa. Cape gue ngomong sama boneka chuky macam lo!" teriak Naya emosi.

Gadis itu mengibaskan tangannya di udara dan berbalik pergi tanpa mau menoleh lagi ke belakang.

Sementara Abi justru terkekeh dan segera mengikuti langkah Naya dari belakang. Abi tidak peduli apa respons Naya. Abi akan tetap berjuang untuk mendapatkan Naya agar menjadi istrinya.

Soal cinta? Ah, mungkin akan datang seiring berjalanannya waktu. Abi sekarang hanya mengandalkan modal nekad untuk mendapatkan Naya. Bagi Abi, yang sudah berjuang dengan mengatasnamakan cinta saja kadang berbuah pahit. Makanya ia tidak menumbuhkan rasa cinta itu. Baginya cinta akan tumbuh berjalannya waktu dan ia akan menunggu saat itu tiba.

Jika saat itu tiba maka Abi akan menuliskan namanya dan Naya di depan rumahnya.

Sebuah tulisan berukuran besar yang berjudul Abi Love Naya.

Seperti anak SD yang baru kenal cinta? Bodo amad. Abi tidak peduli.

Jika rasa cinta itu masih tidak tumbuh diantara mereka berdua, maka Abi akan berusaha membuat cinta itu tumbuh.

"Halo, Pak Bams. Ini saya Nia. Saya ada info penting loh malam ini."

Nia yang baru saja keluar dari persembunyiannya segera menghubungi Bams, papa kandung Abi yang pernah ia temui sesaat yang lalu.

Bams dan Juwita memiliki anak bernama Abimana Ralluque yang merupakan seorang penyanyi terkenal. Nia tengah menyelidiki tentang Abi melalui agen detektif yang sudah ia sewa dari beberapa hari yang lalu.

Bams berniat untuk menjodohkan putra mereka dengan Naya yang langsung disetujui oleh Nia. Tentu saja ia setuju karena Nia tidak ingin putri satu-satunya menjadi perawan tua setelah ditinggal menikah oleh mantan pacarnya, Evan.

Usai menelepon Bams, Nia segera meninggalkan taman belakang dan masuk ke dalam restoran.

"Mama habis dari mana?"

Naya memicing menatap mamanya curiga. Ia dan sang mama memiliki sifat dan sikap hampir sama. Tentu saja ia tahu gerak-gerik mamanya yang mencurigakan seperti ini.

"Habis dari angkat telepon. Teman arisan mama telepon katanya mereka ada di restoran di depan sana." Nia menyahut dengan suara lembut dan senyum manis yang membuat Naya mencibir dalam hati.

"Pa, minggu depan aku boleh ya liburan gitu. Enggak usah jauh-jauh deh, ke Singapura juga enggak apa-apa."

Naya kembali membujuk papannya untuk mengizinkan dirinya liburan ke luar negeri yang langsung di tolak oleh Nando Fernandez.

"Grandma, Grandpa, dan papa di indonesia, kok Nay justru pengen pergi 'sih?" 

Nando menatap putrinya penuh kasih sayang. Nando sangat menyayangi putrinya ini. Jadi, ia akan mengabulkan semua permintaan Naya, kecuali yang satu ini.

Ada ayah dan ibunya. Mereka ingin berada di dekat Naya dan menghabiskan waktu tua mereka bersama cucu kesayangan mereka.

"Ah, gimana kalau kamu ikut aku aja, Nay?  Sabtu ini aku ada konser di Lampung. Aku bisa ajak kamu ke tempat wisata di sana," ujar Abi  seraya tersenyum lebar.

Abi punya rencana soal ini. Ia bisa melakukan pendekatan pada Naya jika gadis itu berada di dekatnya. Lagi pula, memang seharusnya kan Naya mengikutinya selama satu bulan Ini? Batin Abi terkekeh senang.

"Ke Lampung? Ada apaan di sana?" Naya menanggapinya dengan malas.

Abi segera tersenyum dan menjelaskan jika di sana terdapat banyak pantai indah yang tak kalah bagusnya dengan di bali. Ada beberapa tempat wisata juga yang bisa mereka datangi di beberapa daerah yang ada di Lampung. Intinya dalam bujukan Abi, Naya tidak akan rugi jika ikut dengannya ke Lampung.

"Nah, itu Nak Abi udah ajak kamu, Nay. Mending ikut aja. Soalnya 'kan kamu pasti belum pernah ke tempat yang dibilang Abi tadi," ujar Nia mendukung Abi.

"Kita cuma tiga hari, Nay. Satu hari aku habis manggung terus ada acara meet and greet. Sisanya kita pakai cari tempat wisata paling recomanded. Kamu tinggal pilih mau ke pantai atau ke gunung. Ada air terjun juga yang bisa kita nikmati. Pokoknya kamu enggak akan nyesal deh ikut aku." Abi menjelaskan dengan penuh semangat tentang wisata yang akan mereka kunjungi.

Waktu tiga hari bisa Abi manfaatkan untuk melakukan pendekatan yang intens dengan Naya. Tentu saja Abi begitu serius untuk menjadikan Naya sebagai Nyonya Ralluque.

"Ayo, Nay, kamu ikut aja sama Abi. Anggap saja kamu melakukan pendekatan dengannya sebelum sah jadi istri." Kali ini Vina mendukung cucunya untuk ikut dengan Abi. Setidaknya dengan Abi, mereka hanya menghabiskan waktu selama tiga hari. Nah, jika Naya keluar negeri, alamat gadis itu akan menghabiskan waktu lebih lama dari waktu yang ditentukan.

"Tapi, Grandma, aku dengan Abi itu--"

"Mending kita pulang sekarang saja. Ini sudah malam. Angin malam enggak baik buat ibu dan bapak," sela Nia tidak ingin mendengar ucapan Naya.

Nia tersenyum lembut ketika semua mata menatap padanya. Nia tidak akan menunjukkan gerak-gerik mencurigakan di hadapan orang-orang terkasihnya ini. Nia hanya ingin Naya segera menikah sebelum didahului oleh Reva.

Nia tidak akan sudi jika dirinya menjadi bahan olokan Risa dan teman geng arisannya karena putrinya belum menikah.  Mereka memang terlihat baik di luar dan terlihat seperti keluarga harmonis, namun sayangnya tidak ada yang menyadari konflik internal antara Nia dan Risa beserta gengnya.

Naya mencibir kesal merasa mamanya seolah mendukung hubungannya dengan Abi. Nia boleh saja menyembunyikan sesuatu dari orang lain, tapi jangan pada dirinya.  Karena liciknya Naya adalah turunan langsung dari Nia.

         ¤¤¤¤¤

MENGEJAR CALON PENGANTINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang