JANGAN LUPA BUAT BELI e-book YANG SUDAH NANGKRING DI PLAYSTORE YA GAES. DIANTARANYA
-PENGANTIN BAJAKAN
-PENGANTIN KHAYALAN
-PENGANTIN DADAKAN
-MY POSSESIVE SENIOR
- MY WIFE IS MY LIFE
- WIFE CELEBRITY
- LOSIVE
Ps: Semua e-book ada ekstra part-nya dengan jumlah berbagai macam. Ada yang 10++ ada yang 10--
Setibanya di lokasi sebuah gedung tempat konser di adakan tempat parkir sudah penuh dengan kendaraan dan orang-orang yang berdatangan.
Beruntung mobil yang dikendarai Naya bisa terparkir nyaman oleh petugas parkir.
Ketiga gadis itu masuk berdesak-desakan dengan para pengunjung lain yang rata-rata berasal dari kaum milenial perempuan.
Astaga! Naya bergidik ngeri melihat antusiasme pengunjung dan heran secara bersamaan.
"Nay, kenapa ekspresi lo kayak orang lihat kotoran sapi?" Prissy bertanya melirik sahabatnya dari samping.
Naya menoleh dan mengangkat bahu tanpa menjawab. Baginya tidak perlu meladeni ucapan Prissy yang akan memicu keributan antara fans ketika mendengar jawabannya.
Mereka sudah berada di dalam gedung dengan tiket VVIP mereka mendapat posisi yang pas tepat di depan panggung.
"Ya ampun, gue udah enggak sabar pengen lihat idola gue tampil!" seru Alify antusias. Tangannya saling menggenggam sementara matanya tak pernah pergi dari atas panggung.
"Lebay lo," celetuk Naya sinis.
Gadis cantik berada di tengah-tengah antara Prissy dan Alify hingga membuatnya tak bisa kabur saat ini.
Naya berniat tak ingin menonton dan hanya akan tidur di dalam mobil sambil menunggu kedua sahabatnya keluar. Namun, sepetinya rencana yang akan ia lakukan berakhir dengan gagal total.
Naya menguap merasa kantuk yang menghampirinya.
Tadi malam ia sampai di rumah pukul 12 lebih dan hanya bisa memejamkan matanya ketika subuh menjelang.
Pagi-pagi sekali tidurnya pin terganggu akibat suara mamanya dan geng masa puber yang berisiknya minta ampun.
Jam sebelas ia harus menjemput Prissy dan Alify sesuai dengan janjinya minggu kemarin.
Alamat sekarang ini Naya begitu mengantuk dan ingin segera tidur.
Matanya sudah memerah dan beberapa kali menguap membuat Naya tak sadar mulai memejamkan matanya di tengah hiruk-pikuk suasana dalam gedung.
Alunan suara merdu berkumandang diiringi musik dari pemain band terdengar hingga masuk ke telinga Naya membuat gadis cantik itu semakin merasa nyenyak dalam tidurnya.
Naya menganggap itu adalah lagu Nina bobo yang dinyanyikan untuknya.
"Nay, bangun!"
Di tengah tidur nyenyaknya Naya merasa seseorang tengah mengguncang tubuhnya dan meneriaki namanya.
Naya bergumam, "nanti, Ma. Lima menit lagi."
Namun, sayang sekali suaranya akan kalah dengan suara riuh dalam gedung.
Prissy, orang yang membangunkan Naya segera mencubit kuat paha Naya yang terbalut rok di atas lutut hingga membuat si empunya menjerit.
"Lo apa-apaan sih, Priss? Sakit tahu enggak!"
Naya mengusap kasar wajahnya dan kemudian mengusap pahanya yang berdenyut sakit.
"Lo yang apaan tidur di tengah acara konser!" Prissy memelototi Naya sembari berkacak pinggang.
"Suka-suka gue. Mata-mata gue juga!" balas Naya mendelik sinis.
Gadis cantik itu berniat untuk mencari posisi nyaman lagi untuk tidur namun sebelum itu tubuhnya sudah lebih dulu ditarik Prissy untuk berdiri.
"Apa lagi 'sih?" Naya mendelik menatap Prissy malas.
"Nonton itu penyanyinya lagi nyanyi. Ini udah bagian terakhir dan lo tidur selama Abi nyanyi!"
"Gue enggak perduli. Kenal juga kagak!"
Prissy mendengkus tidak lagi perduli dengan Naya. Perhatiannya kini kini beralih pada sosok Abi yang bernyanyi sambil menuruni panggung sembari membawa satu tangkai bunga menuju arah mereka.
Ah, tidak, bukan ke arah mereka tapi lebih tepatnya arah Naya yang tengah duduk sambil memasang wajah polos.
Maklum saja Naya baru bangun tidur dan cara orang yang membangunkannya cukup mengejutkan sehingga pikirannya agak melambat.
Abi berdiri di hadapan Naya dan berlutut untuk menyerahkan bunga di tangannya.
Sementara Naya hanya terbengong karena ia tidak paham dengan situasi saat ini sampai tangan Prissy yang berada di samping membantunya mengulurkan tangan menyambut bunga pemberian Abi.
Penyanyi itu melempar senyum manis dan mengajak para penggemar untuk bernyanyi bersama.
Alify menyenggol lengan Naya dan melempar pandangan menggoda membuat Naya tersadar dan memutar bola matanya.
"Cie Naya! Dapet bunga dari Abi!" seru Prissy tersenyum lebar dari telinga ke telinga.
"Ah, lucky banget 'sih elo, Nay! Kita yang berharap lo yang dapat!" Kali ini suara Alify penuh rasa iri, namun sedetik kemudian gadis itu bertepuk tangan di ikuti penonton yang lain.
"Terima kasih semua yang sudah hadir di acara konser gue kali ini. I love you all! Sampai jumpa di show gue selanjutnya!"
Abi mengakhiri pidato dan kembali ke backstage dengan dikawal beberapa kru yang bertugas.
"Minum, Mas." Sinta bergerak maju menyerahkan satu botol minuman pada Abi.
"Thanks," ucap Abi datar. Setelah meneguk minuman hingga setengah botol, Abi melangkah pergi ke toilet yang ramai dan memutuskan untuk pergi ke toilet yang berada di lantai atas karena ia yakin di sana pasti sepi.
KAMU SEDANG MEMBACA
MENGEJAR CALON PENGANTIN
Ficção GeralDi tinggal kekasih yang sudah berpacaran selama satu tahun tidak membuat Anaya Bilqis begitu terpuruk karena ia menganggap pria yang bersamanya bukan jodohnya. Hingga akhirnya orangtua Naya berasumsi bahwa Naya gagal move on dan berniat mencarikan j...
