"Kakak suka coklat atau keju?"
"Kamu."
Fayola yang tadinya fokus pada rak yang berisi macam macam bahan kue menoleh ke arah Firga. "Hah apa? Ngomong yang jelas dong, udah tau itu musiknya kenceng banget."protes Fayola.
Sedangkan yang kena omel malah tertawa kecil. "Keju fe, bersihin deh itu telinga biar denger kalau orang ngomong."
Mata Gadis itu melotot, tidak terima atas ucapan Firga. "Enak aja! Masalahnya emang situ ngomongnya bisik bisik ya."
Firga diam diam tersenyum di belakang punggung Fayola yang masih mendumel tidak terima sembari memilih jenis keju yang akan ia pilih dan juga tanggal kadaluarsanya.
Suara barang jatuh membuat dua remaja itu menoleh ke arah sumber suara, di tempat yang tak jauh dari mereka berdiri terdapat seorang laki laki yang berdiri kaku seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat. Fayola juga tak kalah terkejut melihat sosok laki laki yang sedang memandangnya, ia tersenyum seraya melambaikan tangannya.
"Hai Miko."
Miko mengusap air matanya sebelum akhirnya berlari ke arah Fayola dan memeluk gadis itu dengan sangat erat."Princess, syukurlah kamu baik baik aja. Aku khawatir banget sama kamu."bisik Miko dengan sesenggukan.
Entah apa yang terjadi pada Firga, ada rasa sedikit tidak terima melihat Fayola berpelukan dengan pria lain. Pria itu memilih mengalihkan pandangan daripada hatinya semakin tergores akibat pemandangan di depannya.
"Kita ngobrol di tempat aku tinggal aja ya, gak enak kalau disini."ucap Fayola.
Miko mengangguk, dengan segera ia membantu Fayola memasukkan barang yang dibawa Fayola ke trolly dan saat itu ia baru menyadari bahwa ada seseorang disana selain mereka berdua.
"Eh ada orang lain, lo pacarnya princess?"tanya Miko dengan tatapan penuh selidik.
Firga diam di tempatnya, ingin sekali berteriak 'IYA' di depan wajah tengil itu namun ia khawatir Fayola akan ilfeel dan menjauh darinya. Tapi jika berkata tidak jelas itu membuka kesempatan yang lebih lebar untuk pria didepannya mendekati Fayola, dan Firga tidak mau kecolongan dua kali.
"Bukan, dia temen gue sejak di Jakarta dulu."jawab Fayola karena takut Firga risih dengan pertanyaan Miko, karena pria itu hanya diam saja tidak menjawab.
Jauh di dalam hati Firga seperti ada sesuatu yang terkoyak ketika Fayola mengatakan itu, ingin memprotes namun kenyataannya hubungan mereka berdua hanya sebatas itu.
"Yaudah ayo kita bayar ini terus kita pulang."ajak Fayola.
Ketiga rema itu menuju kasir dengan Miko yang menjaili Fayola dan Firga yang mengikuti mereka berdua dari belakang dengan troli yang berisi belanjaan milik Fayola. Diam diam tangan pria itu mencengkeram troli itu dengan kuat untuk melampiaskan rasa kesalnya.
Sesampai rumah, Firga dan Fayola membawa barang barang belanjaan ke dapur. Mereka berdua berbagi tugas, Firga mengeluarkan belanjaan Fayola karena gadis itu ingin membuat kue hari ini dan Fayola membuatkan minuman untuk Miko yang kini menunggu di ruang tamu.
"Ola sepertinya ada suara mobil, ada siapa?"tanya Madona yang baru saja keluar memasuki dapur.
"Oh itu teman Ola di Jakarta dulu neda, maaf Ola lupa cerita soal dia. Ayo neda ikut ke depan, kenalan sama dia ya."jawab Fayola seraya membawakan nampan yang berisi minuman untuk MIko.
Miko dengan cepat berdiri saat Fayola datang bersama seorang wanita tua yang sepertinya tak asing. Dengan sopan pria itu menyalami tangan Madona dan tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear, Fayola
Fiksi RemajaMereka yang paling dekat seringkali menjadi yang paling jauh. Cause when trust breaks, love fades~
