Dela pov
Acara pernikahan sedikit tak terkendali karena tiba tiba fiha pergi begitu saja.entah ada apa dengannya.yang jelas di paksapun dia tetap bersi keras. Dia memang seseorang yang sangat menjaga tanggung jawab. Dia tidak akan bisa berlama-lama lepas dari tanggung jawab sebagai dokter. Aku mungkin baru mengenalnya tapi untuk mengaguminya aku tidak perlu banyak waktu sama dia benar-benar sosok yang menginspirasi.
Aku tidur di sofa ruang tamu merehatkan diri titik sebentar lagi pemotretan, Rasanya aku sudah sangat lelah meladeni para tamu yang terus mengalir. Gus Rizal masih di luar bersama teman-temannya. Sudah pasti dia banyak teman, Bagaimana tidak? Sepanjang ini dia sudah banyak mengemban ilmu di segala penjuru.
Beberapa saat Gus Rizal datang, dia yang hendak berjalan entah kemana setelah melihat ku Dia mengurungkan niat nya dan menghampiriku. Aku mengacuhkannya, kemudian meraih handphone-ku di atas meja titik dia duduk disebelahku menyentuhkan lengan nya ke lenganku.
"kenapa..?"
Suaranya berbisik
"ndak papa.."
Jawabku singkat.
"kalo kamu capek istirahat ajh.."
"he emm"
Beberapa saat tukang potret datang.
"sudah siap mbak..mas.."
"jangan dulu mas..istri saya masih capek.."
"ndak ndak..sekarang ajh..."
Sahutku.
"ndak capek?"
".............."
Aku menggeleng.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Acara selesai, rasanya sekarang aku bisa bernafas lega. Aku masuk ke kamar Gus Rizal yang sekarang sudah menjadi hakku juga.di kamar ini tidak ada cermin,bagaimana aku bisa melepas manik manik di kerudungku.
"assalamu'alaikum..."
Gus rizal masuk begitu saja dan langsung mengunci puntu.
"wa'alaikumsalam.."
Dia ngeloyor begitu saja ke kamar mandi.
Aku hanya diam saja menyesali kamar yang seluas ini tapi begitu kosong. Hanya ada ranjang, lemari besar, meja kecil di sebelah ranjang dan meja lebih besar di dekat jendela. Di atasnya buku-buku bertumpukan, sedangkan meja dan sofa di sini pun Rasanya tak ada gunanya. Televisi nampak menggantung di dinding
Beberapa saat Gus Rizal keluar dari kamar mandi dengan menenteng jasnya. Dia meletakkan tasnya begitu saja di atas meja. dia mengambil kaos hitam dari lemari setelah itu dia masuk lagi ke kamar mandi.aku benar-benar menempatkan diri dalam kebosanan.
Gus rizal keluar dengan celana longgar dan kaos hitam.aku hanya memandang lantai.
"kamu kenapa del.."
Ujar gus rizal sembari duduk di sebelahku.
"ndak papa..cuma saya bingung mau ngelepas manik manik di kerudung saya sedangkan disini ndak ada cermin..."
Mendengar ucapan ku dia malah tersenyum.
"owhh..sini tak lepasin.."
Apa?aku hanya terkejut saja mendengar ucapannya,masalahnya aku sedikit gugup saat di dekat gus rizal.
tangan gus rizal mengulur ke belakang kepalaku melepas jarum pentul, dan hiasan-hiasan di atas kepalaku. Matanya menatapku tak beralih sehingga aku dibuat sedikit bersemu.
KAMU SEDANG MEMBACA
MATSNA
RomanceTentang cinta seorang madu yang dengan diamnya hanya menuai berbagai luka.. Tentang cinta yang harus berpijak di atas cinta yang kian merana ikut melara dalam takdir yang memaksa..
