Sore datang menghampiri siang,namun mengusirnya pula.sore datang hanya ingin menghadirkan senja yang akan membawa serta sang malam.
Aku duduk di sofa kamar sembari tangan terus menari dia atas keyboard laptop ku.aku sedang tak ada kerjaan yang ku lakukan hanya menulis tentang hidupku.entah cerpen atau novel namanya aku tak pernah tau dimana akhir kisahku.
Aditya sedang selonjoran di atas ranjang sembari memainkan handphonenya.entah apa yang menarik dari handphonenya sehingga dia begitu fokus.
Tapi kemudian tidak karena dia
"fi...."
Tiba tiba memanggilku
"iya?"
Sahutku dengan jemari yang masih menari bebas.
Dia beranjak dari tempatnya,menghampiriku dan duduk di sampingku.
"ngapain?"
Dia bertanya karena melihat layar laptopku
"nggak papa.."
"aku mau cerita tentang rizal.."
Deg
Aku langsung menghentikan kegiatan tanganku sembari langsung menoleh ke arahnya.
"ee..ada apa?"
"umi nya nyuruh dia buat nikah lagi"
"apa?"
"..........."
"bagaimana bisa...?mbak dela gimana?"
"itulah masalahnya.."
"maksudnya.."
"dela nggak bisa ngasih keturunan.."
"apa?"
"bentar dengerin dulu jangan di potong"
"iya deh iya"
"dela mengidap kanker rahim sehingga sekarang rahimnya di angkat..dan mau nggak mau rizal harus menikah lagi,mereka butuh keturunan untuk melanjutkan pesantren"
"innaalillahi..."
"fi..."
"hemmm?"
"seandainya aku tidak pernah ada,apa kamu mau jadi matsna dari rizal?"
Aku hanya melebarkan mata,tidak menyangka bahwa dia akan bertanya hal itu.
Matsna?
Terdengar menyakitkan,menjadi istri kedua aku tak pernah membayangkan.
"eemmm..kamu ngomong apa sih.."
"kamu mau?"
Aku menghela nafas panjang,aku meraih tangannya.
"aku sekarang ada di genggamanmu...aku menghargai kamu...aku mengerti ketakutan hatimu,aku janji_
"jangan berjanji"
Sahutnya
"selama kamu ada di hadapan aku..selama kamu masih menggenggam hatiku aku akan tetap bersamamu"
Cup
Aditya mengecup keningku sebentar dan membawaku kedekapannya.
💗💗💗💗💗💗💗💗
Keesokan harinya
"dit..hari ini aku mau ke pondok boleh kan?"
Ujarku di tengah kegiatan sarapan kami.
"sama siapa?"
"sendiri"
"lina nggak ikut"
"dia sibuk"
KAMU SEDANG MEMBACA
MATSNA
RomansaTentang cinta seorang madu yang dengan diamnya hanya menuai berbagai luka.. Tentang cinta yang harus berpijak di atas cinta yang kian merana ikut melara dalam takdir yang memaksa..
