Hari ini aku akan pindah dari apartemen. Barang barang sudah ku kemasi dengan rapi.
"kau akan pergi kemana? "
Tuan max bertanya
"entahlah.. Aku akan mencari tempat tinggal yang lebih murah dari ini dan lebih dekat dengan caffe"
"bawa saja sepedaku, lagi pula aku sudah tidak menggunakannya"
"terimakasih.. Tapi tidak perlu repot repot.. Kau sudah banyak membantuku"
"tidak apa bawa saja"
"baiklah terimakasih banyak"
............
Dengan taxi yang ku tumpangi aku mencari rumah sederhana yang di sewakan, sopir taxi sempat memberi saran. Sampai akhirnya dengan sarannya aku mendapatkan tempat tinggal yang biaya sewanya murah.
Sopir taxi yang biasanya hanya mengantar penumpang lalu pergi,tidak kali ini, dia membantu membawa barang barangku masuk ke dalam rumah. Tak lupa sepeda milik tuan max yang ku bawa serta.
"aku sangat berterimakasih kau mau membantuku"
"ah iya santai saja.. Kalau begitu aku lanjut.. Dahh"
"dahhh"
Aku merapikan barang barangku menata dengan rapi. Rumah ini terletak tak jauh dari caffe dan di samping kanan kirinya adalah rumah rumah yang sama yang di sewakan pula. Semacam kontrakan tapi ini berjajar seperti perumahan.
_____________
Aku berangkat bekerja dengan sepeda yang sama. Untuk sekarang aku tidak bisa selalu lewat depan gedung rumah sakit tempat mbak fiha bekerja karena berlawan arah. Sudahlah tak apa.
Aku mengelap meja meja. Caffe belum di buka sampai 30 menit kedepan. Para pegawai yang lain nampak sibuk mempersiapkan keperluan caffe.
"rizal, tolong ambilkan sekardus susu kaleng di gudang"
Pinta salah seorang koki.
"ok"
Balasku yang kemudian langsung berlalu ke gudang. Tidak semua pegawai bisa keluar masuk gudang. Hanya beberapa orang yang di percaya bos yang bisa masuk. Karena tidak hanya bahan makanan yang di simpan disini. Entah kenapa dan ada apa bos mempercayaiku untuk keluar masuk gudang.
Aku mulai mencari di mana tempat kardus susu kaleng. Ahh itu dia. Aku melangkah ke arah kardus kardus susu kaleng.
Tiba tiba
"baby"
Suara menjijikkan itu kudengar dari pintu gudang. Aku buru buru memutar tubuh menghadap pintu gudang.
Seorang wanita dengan pakaian kurang sopan sedang berdiri memamerkan kaki jenjangnya. Masih ingat dengan wanita di gang sempit yang kutolong? Yah itu dia yang sedang ada di hadapanku sekarang.
"bagaimana kau bisa kemari? Pergilah!"
"tenang lah sayang... Aku hanya ingin mengajakmu bersenang senang"
Ujarnya dengan suara di buat buat.
"pergi dari sini atau ku panggilkan bos kemari agar kau di tuntut karena sudah sembarangan masuk gudang"
"hey kenapa kau terus saja munafik.. Mari kita bersenang senang"
Ujarnya lagi sembari melepas kancing atas kemejanya. Menjijikkan!
"jika tidak bisa menjaga harga diri setidaknya jangan jual harga dirimu"
"ck.. Pekerja miskin sepertimu apa perlu ku beli dirimu hemm? "
KAMU SEDANG MEMBACA
MATSNA
Storie d'amoreTentang cinta seorang madu yang dengan diamnya hanya menuai berbagai luka.. Tentang cinta yang harus berpijak di atas cinta yang kian merana ikut melara dalam takdir yang memaksa..
