berakhir

3.9K 196 34
                                        

Hallo readers maap keun akuu kemarin cuma iseng... Whahaha.. Maap bener dahhh, nih part terakhir yakk..?

Happy reading

"njenengan kenapa ninggalin saya.. Hiks hiks... Abah, umi ndak mau sendiri"

Yah, kepergian pak kyaimenyayat dalam hati bu nyai.

"bu nyai yang sabar.. "

Lina menenagkan bu nyai nya. Lina memandang wajah damai pak kyai. Dia mengingat ngingat saat ngaji bersama pak kyai nya. Tak mampu di tahan lagi akhirnya air mata lina pun berjatuhan.

"bu nyai, saya telephone kan fiha yaa?"

"jangan sekarang nduk, fiha sama rizal udah ada banyak masalah.. Umi ndak mau nambah nambah beban mereka"

"tapi gus rizal putranya.."

"nanti saja selepas pemakaman"

"gus rizal ndak akan liat pak kyai untuk terakhir kalinya? "

"jangan khawatir, nama abah ada di hati rizal... Kapan pun dia rindu dia bisa mendoakannya untuk mengobati rindunya"

Dia adalah wanita paling tabah,dengan kepergian pak kyai dia ikhlas sepenuhnya meski sempat tak terima. Harapannya hanya satu dengan ikhlasnya dia bisa memperlancar jalan pak kyai menuju akhiratnya.

______________

Rizal zanjabilla

"aku ndak mau ke rumah sakit mbak"

"tapi gus njenengan harus di periksa"

Balas mbak fiha dengan mengusap kepalaku dengan lembut.

"sampean kan bisa"

"tapi_"

"pokoknya aku ndak mau ke rumah sakit"

Mbak fiha menghela nafasnya,

"pak langsung ke apartemen saja"

Ujar mbak fiha pada sopir taxi

"iya nona"

Akhirnya kami langsung kembali ke apartemen.

Jika aku sakit mbak fiha akan sekhawatir ini aku rela jika harus sakit sepanjang hari.

Sampai di apartemen, mbak fiha memapahku masuk ke apartemennya. Seperti kemarin dia langsung membawaku ke kamarnya.

Mbak fiha menutup semua tubuhku dengan selimut tebalnya.

"masih dingin? "

Mbak fiha bertanya

"........"

Aku menggeleng

"ee saya carikan obat dulu.. Njenengan demam karena kena hujan kan? "

"aku kurang faham mbak"

"emm.. "

Mbak fiha duduk di sampingku.

"maaf! "

Ucapnya sembari menyentuh keningku.

"masih panas gus...ke rumah sakit saja yahh"

".........."

Aku buru buru menggeleng

"ck"

Dia mendercak kesal kemudian mengambil kotak obat di laci samping ranjangnya. Dia mengobrak ngabrik isinya sampai kemudian dia mendapat apa yang di cari.

"njenengan minum obatnya yahh, saya ndak mau tau njenengan harus minum obatnya"

"tapi aku ndak suka obat mbak"

MATSNATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang