13. sulit dimengerti

1.9K 176 2
                                        

"apa?" Keysha mengernyit kala Gilang tidak juga beranjak dari depan rumahnya.

Tadi, setelah bell pulang sekolah berbunyi, dengan sangat kesal Keysha harus kembali ditelantarkan oleh abangnya, karna si 'tua' itu harus mengurusi acara persami yang akan diadakan sebentar lagi.

Dan untungnya ada Gilang yang muncul dengan wajah malaikatnya, menawari Keysha untuk mengantarkannya pulang dengan selamat, Keysha yang notabennya memang suka yang gratisan dan mudah, tidak menolak.

Dan berakhirlah seperti sekarang, Gilang yang tidak juga beranjak dan Keysha yang sudah capek berdiri akhirnya duduk lesehan di depan pagar rumahnya.

Gilang menggeleng pelan"manusia kadang lupa sama kodratnya sebagai manusia, udah ditolongin, diantar pulang dengan selamat, terus main nyelonong aja nyuruh orang pulang"

Keysha mendengus menatap Gilang malas"to the poin, gue nggak ngerti Lo ngomong apa"jawabnya singkat.

Gilang terkekeh lalu mengulurkan tangannya untuk sekedar mengusap kepala Keysha pelan, ntah sejak kapan mereka menjadi sedekat ini dan membuat Keysha kesal menjadi hal yang akhir-akhir ini Gilang suka.

Keysha berdecak lalu menepis tangan Gilang dari kepalanya" Lo mau pulang apa nggak?" Tanya keysha lagi.

"Yaudah gue balik! Bilang makasih aja susah banget"dengus Gilang lalu mulai menyalakan mesin motornya.

"Makasih" ucap keysha saat Gilang akan menarik gasnya, gialang tersenyum kecil lalu berlalu pergi meninggalkan perkarangan rumah Keysha.

"Bilang aja kalau mau ucapan makasih pakai basa-basi panjang lebar"cibir Keysha.

Setelahnya, Keysha beringsut menghadap pagar rumahnya lalu menggedor-gedor pagar, karna untuk berdiri Keysha sudah tidak sanggup.

"BIBI!" Pekik Keysha sembari terus menggedor pagar besi rumahnya tanpa tenaga.

"Bi! Bukain pagarnya dong!" Lagi, kali ini Keysha berteriak dengan sesekali suara seraknya muncul.

Beberapa detik kemudian Keysha diam saat mendengar langkah kaki mendekat.

Tak lama seseorang membuka pagar rumahnya, itu bukan bibi melaikan papanya, Ridwan yang masih mengenakan setelan jas lengkap  terkejut saat menemukan Keysha yang terduduk di lantai dan langsung menghampiri putrinya itu.

"Kamu kenapa key?" Tanya Ridwan cemas.

"Capek"balas Keysha singkat.

"Gendong Keysha dong pa, sampe kamar aja"ucap Keysha sembari merentangkan tangannya.

Ridwan menghela nafas, ia pikir terjadi apa-apa, lalu selanjutnya terkekeh dan langsung berjongkok di depan Keysha.

Keysha beringsut naik ke punggung papanya"kamu nggak takut papa encok?" Tanya Ridwan sembari berjalan masuk ke perkarangan rumahnya.

"Wajar udah tua juga"balas Keysha tidak niat.

Ridwan kembali terkekeh"kamu udah besar key, nggak malu apa masih digendong papa"

Keysha menggeleng"kalau papa koruptor baru Keysha malu" Ridwan menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah putri kesayangannya itu.

Saat mereka Samapi di ruang tamu, Ridwan menurunkan Keysha di sofa"kok disini si pa?"tanya Keysha tidak terima.

Ridwan mendengus"kamu mau bikin papa mati? Lagian papa sekarang mau berangkat ke Bandung"

Keysha berdecak"kalau kerja aja cepet"gerutunya kesal.

Ridwan tersenyum lembut menatap putrinya satu-satunya itu"papa kerja juga buat kamu key"

Keysha malas berdebat dan memilih diam, Ridwan menghela nafas lalu mengusap kepala Keysha pelan"papa pergi dulu, lusa papa pulang, kamu baik-baik dirumah sama kelvin"

Setelahnya Ridwan berlalu pergi, Keysha mendengus lalu menidurkan dirinya di sofa. Keysha memang jarang sekali bertemu papanya, Ridwan sering dinas keluar kota bahkan tak jarang keluar negri.

Kadang Keysha ingin sekali meneriaki papanya agar tidak terlalu bekerja keras, namun Keysha terlalu malas untuk melakukannya dan memilih acuh.

"Bibi!" Panggil Keysha yang langsung mendapatkan jawaban tak kala keras dari arah dapur.

"Bawain Keysha air sama makan"

"Siap non"

Setelahnya Keysha kembali menyamankan posisinya untuk tidur di sofa, beruntungnya Keysha memiliki tubuh yang kecil sehingga pas di sofa.

Keysha memejamkan matanya, memilih untuk beristirahat sebentar sembari menunggu kekuatannya penuh agar bisa pergi ke kamarnya.

Lama terdiam dalam keheningan, ingatan tentang jawaban Gilang mengenai pertanyaannya tadi kembali muncul di kepalanya.

"Yang pasti gue berantem karna memang gue membela sesuatu bukan mau sok jagoan"

"Membela apa?" Pertanyaan itu lolos di bibir keysha.

"Tinggal bilang alasannya susah banget, lagian kenapa juga gue pengen tau"Keysha merutuki dirinya sendiri.

Apa hubungannya dengan Keysha, kenapa dia ingin tau? Itu masalah Gilang dan dia bukan siapa-siapa yang berhak tau.

"Kalau Lo mau tau detailnya, Lo tanya aja sama si brengsek sok suci itu"

Ucapan Gilang yang lainnya ikut muncul di kepala Keysha, benar-benar menyebalkan, kenapa sepertinya otaknya memaksannya untuk berpikir keras hari ini.

Keysha menggelengkan kepalanya cepat, berharap ingatan itu hilang dari pikirannya, berpikir memang hal yang harus Keysha hindari karna itu akan membuat kepalanya sakit jadi wajar kalau nilai Keysha di bawah rata.

Suara mesin mobil dari luar membuat Keysha membuka matanya perlahan, itu pasti Kelvin.

Dan tebakannya benar, beberapa saat kemudian Kelvin masuk dengan wajah kusutnya, sudah biasa. pasti setiap pulang dari rapat atau apapun yang berurusan dengan OSIS wajahnya akan seperti itu.

Itulah sebabnya kenapa Keysha tidak suka berpikir.

Keysha beringsut duduk lalu menatap Kelvin dengan wajah lempengnya "bang!" Panggil Keysha.

Kelvin berhenti lalu melirik ke arah sofa, sesaat ia mengernyit melihat Keysha yang ada di sofa masih dengan seragam lengkap.

Namun beberapa detik kemudian Kelvin menyadari apa yang akan terjadi setelah ini.

Apa lagi kalau bukan Keysha yang akan memintanya menggendong sampai ke kamar adiknya itu.

"Tol-" belum sempat Keysha menyelesaikan kalimatnya Kelvin sudah berlari, kabur menuju lantai atas kamarnya.

"Anjir Lo Kelvin!!" Teriak Keysha menggema di seluruh penjuru rumah membuat bibi yang baru saja keluar dari dapur dengan nampan di tangannya terkejut bahkan makanan dan minuman yang diminta Keysha terjun bebas ke lantai.

***

Hai gaisee....

Terimakasih sudah menyempatkan membaca cerita saya, jangan lupa tinggalkan jejak 😊😊

Maaf masih terdapat banyak typo, karna tidak ada revisi sebelum di publish🙏

Maaf baru bisa up sekarang soalnya saya juga lagi libur kuliah jadi pengennya libur nulis juga tapi karna ada pembaca saya tercinta yang minta up yaudah deh up lagi hihi

Happy reading guys😊

MAGER [COMPLETED✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang