______
Kegelisahan yang Keysha rasakan pada hari itu ternyata masih berlanjut hingga sekarang, terhitung dua hari sudah Keysha merasa tidak fokus pada apapun di sekitarnya.
Iya, jelas tidak fokus karna pikirannya saat ini hanya tertuju pada cowok yang selalu mengikutinya sejak beberapa bulan yang lalu, pada cowok yang selalu mengganggunya, membuatnya kesal dari beberapa bulan yang lalu.
Cowok itu jelas Gilang, tidak ada cowok yang seberani Gilang saat mendekati Keysha, dan sekarang keysha dengan tahunya, terdiam di atas tempat tidurnya memikirkan apakah dia harus menjenguk nenek Gilang di rumah sakit.
Presetan dengan Gilang yang kemungkinan marah padanya, tujuan utamanya bukan Gilang tapi melihat keadaan nenek.
Tapi Keysha bingung dengan siapa dia harus pergi, dia melirik ke arah jam dindingnya, pukul 19.10 dan Keysha semakin mantap untuk pergi menjenguk nenek.
Keysha beringsut duduk lalu meraih ponselnya di atas meja nakas, mencari kontak Anya dan langsung menekan tombol hijau di sana. Tidak tahu kenapa Keysha tiba tiba menjadi gugup.
Dan menjadi semakin gugup ketika terdengar suara cempreng di sebrang sana.
"Halo keyshaku..."suara Anya yang cempreng membuat Keysha mendengus, lalu setelahnya mengatur nafas dan mulai berbicara.
"Gini..Lo lagi di mana sekarang?" Tanya Keysha ragu.
"Di rumahlah, emang kenapa sih? Suara Lo kayak orang gugup gitu?" Anya mengernyit karna mendengar suara sahabatnya itu sedikit bergetar.
"Lo mau temenin gue kerumah sakit soalnya gue nggak tahu lagu harus minta temenin sama siapa. Boleh...?" Keysha mengucapkan kalimatnya dengan sekali tarikan nafas yang membuat anya melongo.
Lalu setelahnya terdengar tawa dari sebrang sana, Anya terbahak saat menyadari apa yang baru saja Keysha katakan.
"Sumpah gue kaget tadi Lo ngomong cepet banget melebihi cepetnya kilat, aduh..sakit perut, gue ngakak"
Keysha masih bisa mendengar suara gelak tawa Anya, ia hanya menatap datar di depannya sembari menunggu Anya menuntaskan tertawanya.
"Key, Lo masih disana?"
"Udah ketawanya? Jawab Lo mau nggak? Kalau nggak gue mau telvon Dila" ucap Keysha kesal.
"Dih segitunya, Dilanya juga disini" Anya kembali terkekeh.
"Dila? Ngapain?"
"Mainlah, dia rajin, nggak kayak Lo Mageran" keysha berdecak yang kembali memancing kekehan dari Anya.
"Jadi gimana?"
"Yaudah, karna gue temen yang baik jadi gue bakal temenin Lo, sama Dila juga"
Keysha bernafas lega"oke, gue tunggu Lo 20 menit"
"Dih ngatur. bentar, Lo tahu rumah sakitnya dimana?ruangannya?"
"Tenang nanti gue tanya ibnu"
Anya mengangguk refleks "oke, gue siap-siap dulu sama Dila, bye sayangku"
"Iya hati hati"
"Tumben?"
Dan sambungapun terputus, Keysha mematikan sambungan sepihak, kalau tidak telvonnya Tidak akan pernah terputus.
Setelahnya Keysha bergegas masuk kamar mandi mencuci wajahnya, Keysha masih sama, masih tidak suka sering mandi. Sehabis mencuci muka Keysha keluar dengan handuk yang ia gunakan untuk mengelap wajahnya.
Lalu mengambil baju asal di lemari tanpa menutu lemarinya kembali, setelah memakai baju, ia beralih duduk di meja ria dan menyapu wajahnya dengan sedikit bedak dan lipblam, lalu meraih tas kecil, ponselnya, sepatu kets dan selesai.
Persiapan yang singkat tapi memakaan waktu hingga sepulu menit, Keysha berjalan tergesa menuruni anak tangga dan hingga mengabaikan papanya yang ada di ruang tengah bersama calon mama tirinya. Ya, semakin hari papanya semakin sering membawa wanita itu kerumahnya membuat Keysha muak.
"Bang Keysha pergi keluar sebentar!" Teriak Keysha pada abangnya yang sedang berada di meja makan, pastinya menggerogoti segala makanan yang ada disana.
Tanpa menunggu jawaban, keysha berlalu pergi bahkan mengabaikan ayahnya yang kini memanggil namanya.
Ntah sampai kapan Keysha akan seperti itu, yang jelas Keysha butuh waktu untuk semuanya.
***
"Gila...ini si jisoo tambah cantik aja, dewasa lagi" celetuk Danu sembari fokus pada layar ponselnya, yang membuat Gilang dan ketiga temannya yang lain melihat kearahnya.
"Cantiakan juga Lisa" sahut Niko, salah satu sahabat Gilang dari SMA merah putih, tapi Niko berbeda dari temannya yang lain, Niko rajin, tidak suka keluyuran dan pintar, itulah kenapa Niko tidak ada di saat temannya yang lain bolos ataupun balap liar.
Sebenarnya dia tidak tahu apa apa soal siapa jisoo dan Lisa, dia hanya tahu karna sering mendengar adik perempuannya yang sering menyebut nyebut girl grup dari Korea Selatan itu.
Danu menatap Niko sinis "sok tahu Lo"
"Ya emang nggak tahu" jawab Niko enteng.
"terus kenapa nyahut bego?" Gemas Danu.
"Mau aja"
"Diem Lo berdua, ini rumah sakit bukan tempat lomba debat" tegur bagus yang diangguki oleh Gilang dan Bayu.
Kelima laki-laki ini tengah berada di rumah sakit tepatnya duduk duduk di sofa ruangan nenek, nenek sekarang sedang diperiksa oleh perawat yang membuat kelima laki-laki itu berakhir berdiam diri di sofa.
"Siapa juga yang lagi debat" balas Danu tak terima lalu kembali fokus pada layar ponselnya.
"Udah, mancing Mulu Lo dan" kini Bayu yang membuka suara, Danu menatap Bayu sengit dan beberapa detik kemudian berubah cengiran.
"Aku suka memancing keributan" celetuk Danu dengan suara yang dibuat seperti suara anak kecil.
"Si Danu sinting" timpal bagus
"Iya, hujat aku sesuka kalian teman-teman" jawab Danu lemas lalu setelahnya mendengus dan kembali berfokus pada layar ponselnya.
Dan setelahnya gelak tawa terdengar dari teman-temannya itu, yang membuat perawat yang sedang memeriksa nenek mengisyaratkan untuk diam.
"Eh Gus gimana pdkt Lo? Lancar?" Tanya bayu, membuat teman-temannya ikut beralih menatapnya.
Bagus mengedikan bahu"susah, temennya galak, dia diajak ketemu nggak mau"
Danu terkekeh puas"makanya belajar dari yang perpengalaman"
"Emang Lo ketemu dia di mana Gus?" Tanya Gilang ikut penasaran.
"Di supermarket, si bagus di suruh ibunya beli Masako sama balsem hahaha" sahut Danu, bagus menatap sinis bercampur kesal.
Teman-temannya pun terheran-heran, tapi tak urung ikut terkekeh apalagi tawa Danu menular.
"Ember Lo dan!" Kesal bagus emosi.
"Di geplak aja Gus" Niko ikut menyahut di sela tawanya.
Tangan kekar bagus sudah siap akan memberi satu pukulan di kepala Danu, namun urung saat suara ketukan pintu membuat semuanya terdiam.
Perawat yang baru selesai memeriksa peralatan nenek, kini berjalan menuju pintu masuk dan saat pintu terbuka Gilang benar-benar dibuat terkejut oleh sosok gadis yang kini tengah tersenyum pada perawat yang berpapasan di pintu masuk serta kedua temannya mengikutinya di belakang.
"Keysha?"
***
Nggak tahu mau ngomong apa, intinya stay save buat kita semua❣️
Thank for reading, vote and commentnya guyss 🙏
KAMU SEDANG MEMBACA
MAGER [COMPLETED✓]
Teen Fiction[SELESAI] • Follow dulu sebelum baca ya Keysha Kanadya gadis dengan seribu kemalasan, rebahan adalah kebahagiaan, sekolah adalah neraka untuknya. Teman-temannyapun tak jarang memberi kata-kata motivasi agar Keysha pergi dari zona nyamannya tapi sem...
![MAGER [COMPLETED✓]](https://img.wattpad.com/cover/209267806-64-k952712.jpg)