____
"Cepetan dong pak!"
"Iya neng sabar, sekarang juga lagi hujan"
"Cuma gerimis pak"
"Justru itu harus hati hati neng"
"Tapi saya lagi buru buru pak"
"Iya sabar neng"
Keysha menggerutu dalam hati, kakinya tidak berhenti bergerak gelisah, dan sedari tadi Keysha tidak berhenti untuk mendesak si supir taksi yang sedang ia naiki untuk melaju lebih kencang.
Si supir taksi juga sepertinya sudah jengah pada Keysha karena tidak berhenti menggerutu padanya, apalagi di saat ramai dan hujan gerimis seperti ini Keysha menyuruhnya melaju kencang, padahal saat ini saja si supir melaju dengan kekuatan 60km/jam.
Sekitar setengah jam perjalanan Keysha akhirnya sampai di tempat tujuan, ia berlari masuk ke kawasan itu, mencari cari di mana keberadaan Anya.
Keysha melihat kesekeliling dan sedikit terkejut dengan suasana ramai di sana, banyak motor dan juga cafe dengan tema kekinian yang berderet di sekitar tempat itu. Keysha hanya memakai sweater kebesaran berwarna birunya serta bawahan celana jins pendeknya yang hampir tertutupi oleh sweater nya, berjalan ragu mencari keberadaan Anya.
Dan Keysha tersenyum saat mendapati Anya dan bagus tengah duduk di luar salah satu cafe di depannya.
"Anya!" Teriak Keysha yang membuat Anya menoleh dan tersenyum lebar ke arahnya.
"Key! Gimana? Lo tadi naik apa kesini? nggak nyasarkan?" Tanya Anya sedikit khawatir.
Keysha menggeleng "Gilang mana?"
"Ada di belakang" jawab Anya lalu menarik Keysha untuk pergi dari sana melupakan bagus yang masih belum sadar keadaan.
"Nya! Lo ngapain ngajak dia kesini?" Tanya bagus bingung, bagus lupa siapa namanya tapi bagus masih ingat jika itu cewek yang ia temui di rumah sakit bersama Anya.
"Dia itu pacarnya Gilang" bisik Anya pada bagus yang diangguki oleh bagus.
Beberapa detik kemudian, bagus melotot"pacarnya Gilang? Terus dia mau ngapain?"
"Udah diem" dan setelahnya bagus memilih bungkam.
Anya membawa Keysha masuk menuju belakang cafe yang tadi berderet dan Keysha semakin tercengang saat melihat keadaan di dalamnya, di belakang sana terdapat lebih banyak tempat tongkrongan dan juga jalanan aspal setapak yang memanjang entah tembus ke mana Keysha tidak tahu.
Di jalanan itu Keysha melihat orang ramai berkumpul dan suara mesin motor yang berdenging membuat telinga Keysha sakit.
"Kayaknya itu Gilang" celetuk bagus menunjuk ke arah kerumunan yang berada di jalan aspal setapak itu.
Keysha berjalan cepat menuju kerumunan dan tepat saat mereka sampai, dua orang bermotor besar yang tadi mengambil ancang ancang di garis yang bertuliskan start itu melaju membelah jalanan aspal hitam setapak dengan kencang.
Bagus menghampiri Bayu dan terlihat berbicara serius, Keysha terus menjelajahi sekitarnya untuk mencari keberadaan Gilang tapi tidak ia temukan.
"Gilang mana nya?" Tanya Keysha tidak sabaran.
"Tadi prasaan dia duduk disini, sama temennya, tuh yang lagi ngomong sama bagus"
Keysha berdecak, kakinya bahkan bergerak gerak, orang orang yang bersorak membuat kuping Keysha rasanya berdenging.
Anya mengajak Keysha untuk menepi dari kerumunan dan juga area balapan, Anya sebenarnya tidak berani melihat orang yang kebut kebutan seperti itu, ntah kenapa jantungnya juga ikut berdebar takut.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAGER [COMPLETED✓]
Teen Fiction[SELESAI] • Follow dulu sebelum baca ya Keysha Kanadya gadis dengan seribu kemalasan, rebahan adalah kebahagiaan, sekolah adalah neraka untuknya. Teman-temannyapun tak jarang memberi kata-kata motivasi agar Keysha pergi dari zona nyamannya tapi sem...
![MAGER [COMPLETED✓]](https://img.wattpad.com/cover/209267806-64-k952712.jpg)