_____
"Kenapa pa?" Gilang mendudukan dirinya di sofa ruang tamu rumahnya, tepatnya di depan papanya yang sudah sejak tadi menunggunya.
"Papa sudah pesan tiket, besok kita berangkat jam delapan pagi, karena papa harus langsung kekantor setelah itu" ucap Angkasa yang berhasil membuat dada Gilang sesak. Besok dia benar benar akan pergi.
"Pa, Gilang benar benar nggak punya pilihan?" Tanya Gilang dengan suara seraknya, berusaha menahan rasa sesaknya.
"Kamu bisa pilih setelah kamu lulus Gilang" jawab Angkasa tanpa peduli apa kemauan Gilang.
Gilang menghela nafas berat"kenapa pa? Kenapa Gilang nggak dibiarin tinggal sendiri aja disini, Gilang juga nggak akan macem macem dan yang paling penting kalian nggak perlu jengukin Gilang"
"Papa sama Mama sayang sama kamu makanya papa nggak mau kamu tinggal disini tanpa ada orang yang jaga" sanggah Angkasa cepat.
Gilang berdecak "papa sama Mama selalu aja, nggak pernah mau dengerin apa yang Gilang benar benar ingin! selalu maksain kehendak kalian berdua"
"Itu semua karena kita nggak punya pilihan"
Mata Gilang menyipit, setelahnya terkekeh sumbang, dulu Gilang masih kecil dan belum mengerti apapun tapi sekarang? Gilang sudah mengerti segalanya namun dia masih tidak bisa menolak.
"Hanya sampai Gilang lulus" tekan Gilang, Angkasa mengedikan bahunya santai yang membuat Gilang jengah, setelahnya ia akan beranjak pergi namun perkataan papanya membuat Gilang mengurungkan niatnya.
"Pas papa Dateng ke sekolah kamu, ada temen sekolah kamu yang maksa pengen ngomong sama papa" ucap Angkasa, ia tersenyum menatap anak satu satunya itu.
Gilang menaikan sebelah alisnya penasaran "siapa?"
"Kalau papa nggak salah namanya Keysha"
Gilang mengernyit bingung "Keysha?" Tanyanya memastikan, pasalnya Keysha tidak pernah memberitahunya soal ini.
Angkasa mengangguk "ya, dia tanya banyak sama papa, soal kepindahan kamu, she is not only your friend, right?"
"she is my girlfriend, that's why i can't leave from here" jawab Gilang jujur, dia beranjak pergi meninggalkan papanya yang kini terkekeh.
"I know that" ucap Angkasa di sela kekehannya. Sejak Keysha mengatakan bahwa dia adalah teman Gilang, Angkasa sudah tahu bahwa gadis itu bukan hanya teman Gilang, ditambah dengan gadis itu yang membahas soal kepindahan Gilang dan Angkasa bisa melihat jelas raut sedih sepanjang dia berbicara.
Angkasa bukan tipe orang tua yang suka ikut campur dalam urusan percintaan anaknya, dia membebaskan Gilang memilih yang menurut anaknya adalah yang terbaik.
***
Sejak dua jam yang lalu Keysha tidak berhenti berguling guling di atas tempat tidurnya, malam ini adalah malam terakhir dia bersama Gilang, besok Gilang sudah akan pergi ke Aussie bersama papanya.
"Masa LDR sih...yang bener aja!" Gumam Keysha dengan satu isakan yang berhasil lolos dari bibirnya.
Dia beringsut duduk, menghapus air matanya kasar, meraih boneka Doraemon yang duduk manis di meja nakasnya, boneka itu adalah boneka yang Gilang belikan sewaktu Keysha menemani Gilang ke mall Minggu lalu.
Dia tersenyum, menatap boneka Doraemon itu lekat lekat, itu spesial dan Keysha sangat menyukainya "padahal gue udah janji mau ikut kemanapun dia pergi tapi.." Keysha kembali terisak "Australia jauh, gimana caranya!"
KAMU SEDANG MEMBACA
MAGER [COMPLETED✓]
Fiksi Remaja[SELESAI] • Follow dulu sebelum baca ya Keysha Kanadya gadis dengan seribu kemalasan, rebahan adalah kebahagiaan, sekolah adalah neraka untuknya. Teman-temannyapun tak jarang memberi kata-kata motivasi agar Keysha pergi dari zona nyamannya tapi sem...
![MAGER [COMPLETED✓]](https://img.wattpad.com/cover/209267806-64-k952712.jpg)