Maaf kalau misal masih banyak typo, jangan lupa di kasih tahu kalau ada kalimat yang aneh atau typo ya, makasih🙏
___________
Keysha meringis, perlahan membuka matanya yang terasa bengkak akibat menangis, sembari memegangi lehernya yang terasa sakit akibat posisi tidur yang salah.
Merasa ada yang aneh, Keysha menatap sekeliling dan terkejut saat mendapati Gilang yang tengah tertidur di sampingnya, dan Keysha baru ingat kalau dia masih berada di rumah Gilang.
Keysha menatap jam dinding yang berada jauh di depannya, jam sudah menunjukan pukul 14.25, dan hujan tampaknya juga sudah berhenti, karna suaranya yang sudah tidak terdengar.
Menghela nafas lega, Keysha beralih menatap Gilang yang masih tertidur, deru nafas Gilang yang teratur membuat Keysha tersenyum.
Jantungnya kembali berdetak dengan ritme yang cepat, dadanya bergemuruh, hatinya menghangat, Keysha benar-benar penasaran apa yang terjadi pada dirinya.
Ntah hal apa yang di miliki manusia didepannya ini sehingga bisa membuat hati Keysha terombang ambing, membuat jantungnya kadang berdetak cepat dan membuat Keysha selalu memikirkannya.
"Lo-" suara parau Gilang membuat Keysha tersadar dan langsung membuang tatapannya ke arah lain, jantung Keysha semakin berpacu, bahkan seperti orang yang baru saja lari maraton.
Gilang menegakan badannya yang terasa pegal, lalu beralih menatap keysha dengan sesekali mengucek matanya untuk mendapatkan kesadarannya kembali.
Sedangkan yang ditatap seolah tidak peduli, dan memilih fokus ke depan dengan selimut tebal yang masih menggelung badan mungilnya namun, kali ini Keysha juga menyampirkan selimut tebal itu hingga kepalanya.
Memilih tidak peduli, Gilang beranjak dari duduknya, menuju toilet untuk membasuh wajahnya, Keysha melirik sekilas Gilang yang menjauh lalu menghela nafas lega.
"Hampir aja" gumam Keysha lega.
Tidak sampai 5 menit, Gilang kembali dengan wajah yang lebih segar, ia merunduk menatap Keysha yang masih setia duduk di tempatnya.
"Gue anter Lo pulang" ucap Gilang, Keysha mendongak menatap Gilang memelas, lalu menggeleng pelan.
"Nanti aja nggak boleh?" Tanya Keysha memohon. Dibalas gelengan oleh Gilang.
"Yaudah"ucapnya pasrah, lalu beranjak dari tempat duduknya dengan wajah total merengut, Keysha bukannya tidak ingin pulang namun, dia masih malas kalau harus berhadapan dengan papanya. Sudah jelas Keysha akan di ceramahi seperti biasa.
Gilang tidak berkata apapun lagi, ia meraih jaket denim dan kunci motor di atas meja, lalu berjalan keluar, diikuti oleh Keysha yang sudah memegang tas sekolah dan sepatunya yang basah, mengikuti Gilang dari belakang.
Selama perjalanan tidak ada yang berniat untuk membuka suara, total hening, hanya terdengar suara bising mesin motor dan mobil, keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.
20 menit perjalanan, akhirnya mereka tiba di depan gerbang rumah keysha, setelah menginjakan kaki di permukaan bumi, kesysha menatap Gilang sembari tersenyum kecil sedangkan Gilang masih dengan wajah yang sama. Datar.
"Sana masuk" titah Gilang masih datar, helm full facenya sengaja ia buka.
Keysha mengangguk lesu lalu berbalik, menatap rumah besar yang ada di depan matanya lalu menghela nafas, dengan tangan kanan yang memegang tali tasnya kuat, sedangkan tangan kirinya memegang sepatunya yang basah.
Membuka gerbangnya dengan susah payah, Keysha melangkah dengan alas kaki yang tadi Gilang pinjamkan untuknya, sangat besar untuk ukuran kaki keysha. Sesekali Keysha menoleh kebelakang, Gilang masih ada disana, menatap kearahnya yang membuat Keysha tersenyum lebar walaupun sama sekali tidak mendapat balasan dari Gilang.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAGER [COMPLETED✓]
Teen Fiction[SELESAI] • Follow dulu sebelum baca ya Keysha Kanadya gadis dengan seribu kemalasan, rebahan adalah kebahagiaan, sekolah adalah neraka untuknya. Teman-temannyapun tak jarang memberi kata-kata motivasi agar Keysha pergi dari zona nyamannya tapi sem...
![MAGER [COMPLETED✓]](https://img.wattpad.com/cover/209267806-64-k952712.jpg)