61

263 32 6
                                        

Giza, Gerald dan Ganesha ikut berbahagia dengan kebahagiaan yang Gema tengah rasakan saat ini. Akhirnya hubungan keluarga Gema kembali terjalin. Akhirnya Gema menjadi Gema yang semestinya. Gema yang dulu. Lengkap dengan Mama Sabila, Papa Guruh dan Kak Gesang.

Sejujurnya, masih ada 1 kebahagiaan lagi yang ingin Gema ceritakan pada ketiga sahabatnya itu. Namun setelah dia pikir-pikir, dia belum siap. Iya, dia belum siap jika sahabat-sahabatnya tau tentang hubungannya dan Genta yang juga sudah jadi lebih baik. Mmm, ya, jadian.

Akan tetapi, realita berkata lain. Sebaik-baik Gema merahasiakan hubungannya dengan Genta, tetap saja ada orang lain yang tau. Yakni, Gagas.

Kebetulan yang pas! Gagas langsung bergabung ke meja Gema CS dan segera mengumumkan berita yang heboh ini.

"OI, UDAH PADA TAU BELUM? GEMA SAMA GENTA UDAH BALIKAN!"

Yang paling terkejut ya pastinya Gema. Gema sampai kerepotan mau membungkam mulut Gagas yang terus nyerocos.

"INI BENERAN! REAL! OFFICIAL! JADI TUH GEMA DAN GENTA UDAH LAMA BALIKAN! TAPI MEREKA SENGAJA NGERAHASIAIN HAL ITU DARI KITA! KURANG AJAR NGGAK TUH?!"

"GEM, SERIUSAAAAAN?!!!" seru Giza.

"Gem, kok lo tega sih hianatin hati abang? Padahal kan abang Ganesh udah siap jadi pacar dek Gema! Sumpah, sakit hati abang!" berbeda dengan Giza yang berapi-api, Ganesha malah sedih.

Gerald hanya tersenyum. Tidak terlalu terkejut sebab dia sudah menduga hal ini pasti akan terjadi.

Ucapan Gagas yang tidak lirih itu, jelas menimbulkan kehebohan di kantin. Memang sih, waktu itu Gema sudah mendeklarasikan hubungannya dengan Genta. Tetapi entah kenapa, mendengar Gagas yang mengatakan hal itu, membuat mereka kembali terkejut.

'Mampus! Pasti gue bakal dibully habis-habisan!' ujar Gema dalam hati. Dia yakin, meski akhir-akhir ini yang merundungnya berkurang drastis, habis ini pasti akan kembali jadi banyak.

"Waah, selamat ya, Gem!"

"Cieee, jodoh nggak kemana ya!"

"Udahlah, lulus SMA langsung kawin aja!"

Gema melongo. Kaget, benar-benar kaget. Dia yang mengira dirinya sendiri akan dirundung, malah mendapat dukungan. Bahkan sekarang mereka mulai berdiri dari tempat duduk masing-masing hanya untuk menyelamati Gema dan bertepuk tangan dengan riuh dan ramai.

"Ck, ujung-ujungnya balikan. Nggak seru." Dengus Jacklyn kecewa sambil meninggalkan kantin.

"My little sister!! I'm very happy for you!" seru Jennifer bangga bukan main. Kakak kelas satu itu berlari menuju Gema untuk memeluknya.

Gara-gara ulah Jennifer, yang lain jadi ikutan. Iya, ikut mendekati Gema, berusaha menyalami dan kalau bisa ikutan memeluk Gema. Gema mulai panik dan ketakutan. Dengan badannya yang kecil, dia berusaha sekuatnya untuk melarikan diri.

"Gemaaa! Jangan lariii!"

Giza tertawa di tempat melihat Gema yang lari terbirit-birit seperti artis dikejar paparazzi. Pada akhirnya, Giza bisa merasa lega dengan lika-liku yang telah dilalui Gema. "Akhirnya Gemaaaaaa... Seneng gue liat lo sebahagia ini."

Gerald mengangguk setuju, "Iya, gue harap dia nggak akan pernah sedih lagi."

Giza menoleh, padahal Gerald sudah bersuara. Kenapa Ganesha yang biasanya banyak bicara malah tidak terdengar suaranya sama sekali. "Heh, lo kok diem aja sih? Lo nggak seneng apa, liat Gema seneng?" tegur Giza sambil menabok lengan Ganesha.

"Gimana gue bisa seneng liat Gema jadian sama cowok lain?" Kata Ganesha sambil menunduk.

Giza dan Gerald saling tatap dengan dahi mereka yang sama-sama mengerut.

GemaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang