"Mendingan jangan deh kak. Rose itu nggak banget buat kakak. Nggak cocok," saran gue dengan raut wajah serius, tapi kak Doyoung cuma ketawa kecil aja denger itu.
"BILANG KALAU CEMBURU, NTAR NYESEL MAMPUS!" sahut Sehun sehingga gue memelototinya.
Kak Doyoung nepuk bahu gue, "Apapun kekurangannya gue terima, karena gue beneran suka sama dia. Gue ngerti kok lo berat ngasih karena udah nganggep Rose saudara lo sendiri, tapi yang ke depannya ngejagain dia 'kan orangnya gue. Yakali lo gak percaya sama gue?" kekehnya.
"Gue cuma nggak mau lo salah jatuh ke tangan orang aja kak. Menurut gue kalian nggak cocok," sela gue yang berdehem pelan.
"Lo gini bukan karena cemburu, kan?"
"ASTAGA, UDAH PASTI NGGAKLAH!" balas gue histeris. Yakali?
"BACOT LO JAE, BACOT!" sahut Jongin. Terus teman-teman gue asik ngetawain gue puas-puas.
Jaehyun Pov End.
❤❤❤❤
Gue mendongakkan kepala, menyambut kedatangan Jaehyun yang ngebawain gue sekantong penuh camilan.
"Buat siapa?"
"Lo lah bego," balasnya kesal.
"Tapi gue diet," balas gue cuek. Padahal tangan gue gatal mau comot tuh makanan, tapi gimana lah ya kan. Demi rencana, gue harus sok jual mahal.
"Serius lo? Ada cokelat hershey kesukaan lo sih, tapi kalau nggak mau yaudah gue sumbangin bagi yang membutuhkan," balas Jaehyun yang hendak beranjak pergi tapi gue nahan lengannya dan mengambil kantong kresek yang dia pegang.
Pas gue lagi makan dengan khidmat, mendadak Jaehyun menyelipkan rambut gue ke belakang telinga terus natap gue lekat-lekat. Nih anak kenapa sih sebenarnya? Nggak bisa ditebak.
Gue sontak nepis tangannya sambil memelototinya, "Lo kenapa sih? Rese!" dengus gue ketus.
"Lo serius dah putus sama Eunwoo?"
"Hmm, dia ngelepasin gue. Heran gue kenapa gak bisa suka ke dia, padahal baik," balas gue yang menghela nafas panjang.
"Berarti lo gak dibolehin suka sama orang lain tuh," sela Jaehyun sehingga gue memelototinya. "Lo kenapa sih sikapnya aneh? Pasti ada apa-apanya, nih," tuduh gue sambil menatapnya penuh intimidasi.
"Gue suka aja lihat lo makan, imut sih," sahut Jaehyun sehingga membuat gue refleks terbatuk-batuk. Dia nyodorin air mineral sambil mengusap-usap punggung gue. "Pelan-pelan elah," katanya cemas.
Gue menepis tangannya lagi dan mengambil jarak, "Sumpah deh, gue nggak selera makan nih. Jijik gitu ngeliat lo sok manis. Pergi lo sana, hushh. Hushhh!" usir gue yang mendelik kesal.
Kemudian terdiam saat Jaehyun meluk gue dan ngecup pipi gue sebelum kabur gitu aja.
Kan aneh anjir. Lagi miring tuh otaknya habis main game.
❤❤❤❤
Beberapa hari kemudian.
Gue baru sampai apartemen dan langsung caaaw masak. Kasihan Jaehyun kalau pulang nggak bisa makan malam. Hari ini gue mau pergi juga soalnya.
Jaehyun belum pulang, biasalah nongki bareng temen-temennya.
Sampai gue hampir terkena cipratan minyak gegara kaget dengar pintu di banting. Jaehyun membuka pintunya gak selo terus menghampiri gue dengan tatapan betenya.
Gue matiin kompor sejenak dan menatapnya, "Kenapa sih lo? Buat jantungan aja," gerutu gue kesal.
"LO KOK NGGAK BILANG SAMA GUE KALAU LO UDAH JADIAN SAMA KAK DOYOUNG?!"

KAMU SEDANG MEMBACA
Nikah Muda [✔]
Fanfiction[17+ CONTENT : MOHON BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN] Kenalin, nama gue Roseanne Park. Gue punya sahabat cowok yang awet bangetㅡJung Jaehyun, dan kita ibarat lem sama perangko. Gue sama Jaehyun udah klop banget, jadi gak jarang kalau sampai di kira saud...