"Kalian emang gak ada otak ya. Suka-suka aja mau datang ke sekolah jam berapa, emangnya ini sekolah punya kakek buyut kalian apa?" ceramah Baekhyun yang mendadak berlagak jadi guru BK.
"Si anjeng macem gak pernah," sahut Jisoo yang mendelik kesal ke arah Baekhyun. Pria itu menatapnya bersungut-sungut, "Untung lo cewek ya, Jis. Kalau cowok beuhhhh!" geram Baekhyun dengan wajah khas memenya. Baekhyun kalau udah mengepalkan giginya komuknya gak banget.
Sehun merangkul Jisoo dari belakang, "Emang kalau cowok kenapa, Baek?" singgung Sehun yang menatap Baekhyun kesel karena udah ganggu ceweknya. "Kalau cowok gue hajar!" balas Baekhyun penuh penekanan.
"Skuyy lah Baek, lapangan sepi tuh," sahut Sehun.
"Njayy bising kalian berdua njing," sahut Irene kesal. Dia lagi PMS jadi maklumi kalau dari tadi bawaannya mau ngomel.
"Kamu kok gitu ngomongnya ke aku beb?" sedih Baekhyun.
"Ahahhaha mau diputusin lo, mampus!" sahut Chanyeol yang kelihatan girang banget. Wendy sampai harus ngejitak kepalanya supaya Chanyeol bungkam. Suara tawanya ituloh terlampau besar volumenya.
Sekarang gantian Baekhyun yang ketawa ngakak melihat penderitaan Chanyeol.
Gue menatap ke arah Jaehyun, "Udah baikan lo?" tanya gue mastiin. Dia cuma diam sambil menghela nafasnya berulang kali terus menyenderkan kepalanya di bahu gue, kebetulan kami lagi jam kosong.
Jennie duduk di hadapan gue. "Oy Rose, tadi kak Doy nyariin tuh selesai upacara. Wajahnya cemas banget pas tau lo belum datang," jelas Jennie.
"Itu mah dianya aja yang lebay, kayak orang baru pertama kali pacaran aja. Padahal mantannya bejibun," sahut Jaehyun.
"Diem lo upil kuda!" sahut gue sinis.
"Kok lo jadi suka ngegibahin kak Doy sih, Jae? Kalian 'kan deket banget. Gak nyangka gue lo bisa juga kayak gitu," kekeh Jennie. Jaehyun hanya mendengus pelan dan memutar bola matanya jengkel, bersikap masa bodoh.
Gue mengernyit ke arah Jaehyun yang menatap Jennie lekat-lekat. Gue sontak mengusap wajahnya, "Nyebut lo, Jae. Ntar di hajar Kai baru tau," ujar gue mengingatkan.
"Asdfghjkl," sahut Jaehyun rada gak niat. Jennie mengibaskan rambutnya dengan wajah angkuh, "Resiko jadi orang cantik," ujarnya pede dan kembali ke tempat duduknya.
"Anyinggggg!" sahut gue gak terima.
❤❤❤
Saat jam istirahat, gue memutuskan untuk menemui kak Doyoung. Tapi gue ngerasa dia menghindari gue dan tatapannya berubah dingin.
Bahkan dia gak menghiraukan gue yang udah berdiri di depan kelasnya. Dia malah nyuekin gue dan memilih pergi ke kantin sama temannya.
Gue sontak mengejar langkah kak Doyoung, "Kakak kenapa sih? Kakak marah karena gue gak jawab telepon kakak? Oke gue minta maaf, tapi keadaannya genting banget kak. Ini masalah Jaehyun. Nah dia-----"
"Jaehyun lagi, Jaehyun lagi!" potong kak Doyoung sinis. Dia menyengir sinis, "Kamu pikirin aja kesalahan kamu," ujar kak Doyoung sarkastik.
Gue kembali menggenggam tangan kak Doyoung, "Kenapa sih kakak jadi sensitif akhir-akhir ini padahal kakak 'kan tahu kalau gue sama Jaehyun gak ada apa-apa," lirih gue yang berusah gak nangis di saat itu juga..
"Gue cuma manusia biasa, Rose. Gue juga bisa marah saat lihat lo sama cowok lain. Gue ini cowok lo, tapi lo malah kelihatan paling deket ke Jaehyun. Tentu aja gue merasakan sakit, Rose," ungkap kak Doyoung yang menjelaskan semuanya saat membawa gue ke ruangan yang terisolasi dari banyak orang. Tatapan kak Doyoung dingin banget sumpah.

KAMU SEDANG MEMBACA
Nikah Muda [✔]
Fanfiction[17+ CONTENT : MOHON BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN] Kenalin, nama gue Roseanne Park. Gue punya sahabat cowok yang awet bangetㅡJung Jaehyun, dan kita ibarat lem sama perangko. Gue sama Jaehyun udah klop banget, jadi gak jarang kalau sampai di kira saud...