[17+ CONTENT : MOHON BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN]
Kenalin, nama gue Roseanne Park. Gue punya sahabat cowok yang awet bangetㅡJung Jaehyun, dan kita ibarat lem sama perangko. Gue sama Jaehyun udah klop banget, jadi gak jarang kalau sampai di kira saud...
Gue baru selesai ganti baju buat olahraga. Kelas udah sepi, kemungkinan yang lain udah duluan buat pergi ke lapangan. Refleks gue buru-buru hendak menyusul yang lain, tapi gue hampir tersandung kaki sendiri karena tali sepatu gue lepas.
Namun, seseorang memeluk pinggang gue. Saat menoleh bisa gue lihat Jaehyun nunjukin tatapan khawatirnya. "Kenapa sih lari-lari kayak gitu?" omelnya yang kemudian mendudukkan gue di bangku sekitaran koridor sekolah.
Jaehyun bersimpuh sambil mengikatkan tali sepatu gue. Gue perhatikan dia udah ready mau main futsal.
"Yang?"
"Hmm?"
"Ayo buruan ke lapangan nanti kena hukuman kalau telat pemanasan," ujar gue yang mengingatkan.
Jaehyun mendongakkan kepalanya dan tersenyum tipis sambil mengusap-usap kepala gue, "Gurunya gak ada kok kamu tenang aja," ungkapnya cengengesan.
"Ya, kan sama aja. Biasanya kalau gak ada guru kita juga di pantau buat melakukan pemanasan sebelum jam bebas," balas gue yang menyentil keningnya pelan. Jaehyun tertawa kecil kemudian berdiri dari hadapan gue sambil mengulurkan tangannya, "Mau digenggam aja atau digendong?" tawarnya sambil cengengesan.
"Genggaman aja deh," balas gue yang kemudian mengaitkan jemari kami berdua. "Soalnya nanti kalau digendong malah menarik perhatian, apalagi kalau ketahuan Jung saem. Bisa-bisa kita diomelin lagi," kekeh gue.
"Mungkin dia iri karena masa remajanya gak seindah kita," kekeh Jaehyun. Gue sontak memukul lengannya sambil menahan tawa, "Gak boleh melawan gitu sama guru!" omel gue. Kami pun tertawa lagi.
"Nanti habis pemanasan kamu jangan langsung ke kelas ya, lihatin aku dulu main bola," mohon Jaehyun seraya menatap gue lekat-lekat. Gue tersenyum manis kemudian menganggukkan kepala.
Memang biasanya kalau jam olahraga kosong jadi berkah buat anak cewek, apalagi kaum rebahan. Bisa main ponsel sepuasnya di kelas sambil rebahan.
💚💚💚
Setelah pemanasan gue duduk di tribun lapangan, memperhatikan Jaehyun yang lagi pemanasan. Duh, tolong deh kalau dia makin keringatan malah gue yang kegerahan. Ganteng banget.
Jaehyun menghampiri tribun, dia tersenyum sesampainya di hadapan gue. "Semangatin dong, kok malah diam-diam aja? Padahal waktu ngefans sama kak Jun kamu bisa heboh banget serasa urat malu udah gak ada," kekeh Jaehyun yang terkikik geli saat gue mencubit pinggangnya setelah mendengar dia menyinggung masa lalu gue yang pahit.
Pria itu mengambil minuman di tangan gue. "Eh, itu udah bekas aku kamu minum yang ini aja. Tadi juga udah aku beliin kok," sahut gue tapi Jaehyun dengan santainya menghabiskan minuman itu.
"Gak apa, kalau bekas kamu apapun terasa nikmat," balasnya cengengesan.
"Anjayyy, tolong di kontrol ya kemesraannya. Di sini ada yang lagi baru putus cinta, please," gerutu Jisoo yang memutar bola matanya jengkel.
"Apaan sih lo, ah!" dengus Jennie yang mengerucutkan bibirnya.
Sebelum pergi dari sana Jaehyun mengusap-usap lembut kepala gue sembari tersenyum sehingga gue juga gak kalah ingin tersenyum manis untuk dia seorang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.