Kalian pasti mengerti bagaimana menghargai seorang penulis😊
Happy reading.
♡♡♡♡♡
Hanya berusaha untuk berlari sekuat tenaga, mungkin itu yang gue lakukan sekarang. Hati gue benar-benar sakit saat mendapatkan perkataan tajam milik Jaehyun beberapa menit yang lalu. Tangan gue terkepal kuat saking masih merasa jengkel dengan pernyataan sepihak yang Jaehyun tuturkan.
Hampir 18 tahun kami sahabatan tapi gue gak nyangka rasa percaya dia ke gue sekecil itu, rasanya dia bukan seperti Jaehyun yang gue kenal.
Gue tahu, gak pernah lupa, dan sadar gue pernah melakukan hal yang sama tapi sekarang gue udah berjuang sejauh ini dan dengan satu untaian kalimat sadisnya gue merasa semuanya jadi sia-sia.
Meskipun gue dan Chanyeol telah menjalin hubungan selama itu tapi gue berani sumpah pocong kalau gue gak pernah tidur dengan Chanyeol. Skinship kami cuma sebatas ciuman. Dan dia dengan mudahnya bilang gue murahan?
Apa karena efek dia kesal mengetahui persahabatannya dan Chanyeol renggang dan jadi kebawa emosi?
Tiba-tiba turun hujan dengan derasnya dan bodohnya gue gak berniat untuk berteduh justru sekarang gue terkulai lemas di tengah jalanan yang sepi dan menutup wajah gue dengan telapak tangan kemudian menangis tersedu-sedu. Gue terisak keras.
Beberapa menit setelahnya gue tertegun saat tidak merasakan air hujan menghantam tubuh gue lagi. Perlahan kepala gue mendongak, memperhatikan payung yang kini menaungi diri gue yang menyedihkan.
"Rose? Kamu ngapain sih hujan-hujanan disini?" cemas Chanyeol, sepertinya pria itu baru pulang dari supermarket. Dia menatap gue cemas sambil memegangi pundak gue dan mengusapnya perlahan supaya gue bisa sedikit merasa lebih baik.
"Roseㅡ" panggilnya lagi, ucapannya tertahan saat gue tiba-tiba memeluknya erat sambil menangis keras.
"Kamu kenapa?" tanya Chanyeol baik-baik kemudian mengusap-usap kepala gue, "Berhenti nangis Rose, kamu hanya perlu cerita sekarang karena aku udah disini jadi gak ada lagi yang perlu kamu cemaskan," ujar Chanyeol yang melepaskan pelukannya sejenak kemudian menyeka air mata gue sambil menatap gue serius.
Ketika kepala gue menengadah untuk membalas tatapannya, gue kembali menangis. "Mungㅡkin sㅡemuaㅡnya sㅡsalah," gumam gue lirih dan terbata-bata saking merasa sedihnya.
Chanyeol mencengkeram lembut kedua pundak gue, "Jangan bilang kamu bertengkar dengan Jaehyun lagi? Bukannya harusnya kalian udah bahagia karena sudah menyelesaikan semua kesalahpahaman yang terjadi? Tapi kenapa?" bingung Chanyeol yang rasanya gak sanggup bertanya lagi saat gue semakin larut dalam kesedihan.
Chanyeol menghela nafasnya dan hanya bisa menunggu gue untuk mengungkapkan apa yang terjadi, "Aku bakalan nunggu kamu cerita sampai kamu siap," ungkapnya setelah menyampirkan coat-nya pada kedua pundak gue.
"Jaehyun salah paham tentang kejadian tadi pagi. Dia lihat kita ciuman, saat aku ingin menjelaskan semuanya dia terlanjur gak percaya dan mengeluarkan pernyataan sepihak," ungkap gue lirih dan senantiasa menunduk sedih.
"Sial," umpat Chanyeol tertahan, bahkan kantong belanjaan yang berada di genggamannya jatuh begitu saja. Dia tidak percaya setelah menyimak apa yang gue katakan.
Chanyeol benar-benar emosi di situ, bahkan dia hampir ingin menemui Jaehyun tapi gue mati-matian menahannya, "Udah Chan, mau di jelasin gimana pun dia juga gak akan percaya. Dia keras kepala banget. Mungkin memang udah jalannya aku dan Jaehyun tidak kembali bersama. Semuanya tinggal harapan dan aku akan belajar ikhlas," ungkap gue sambil mengulum senyuman miris.

KAMU SEDANG MEMBACA
Nikah Muda [✔]
Fanfic[17+ CONTENT : MOHON BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN] Kenalin, nama gue Roseanne Park. Gue punya sahabat cowok yang awet bangetㅡJung Jaehyun, dan kita ibarat lem sama perangko. Gue sama Jaehyun udah klop banget, jadi gak jarang kalau sampai di kira saud...