51

2.1K 336 94
                                    

Kalian pasti mengerti bagaimana menghargai seorang penulis 😊

Jangan lupa votement chapter sebelumnya ya meski aku update cepat. Jarang-jarang, kan? 😂

♡♡♡♡♡♡

Rasa bersalah menyelimuti diri gue, rasanya gue gak punya keberanian untuk menunjukkan Batang hidung di hadapan Chanyeol lagi. Gue telah terbukti menyakiti perasaannya dan sekarang gue bingung harus gimana bilang semuanya ke dia.

Chanyeol menyampirkan almamaternya di kedua pundak gue, kami lagi makan di kantin rumah sakit. Ya, gue nginap semalam dan lupa mengabarinya.

"Gimana kondisinya Jeno?" tanya Chanyeol hati-hati, takut membuat gue kepikiran.

"Syukurnya udah baikan," balas gue sambil bergumam pelan, tapi gak berani menatap matanya. Gue senantiasa menunduk dengan perasaan bersalah itu.

"Syukurlah," sahut Chanyeol dengan hembusan nafas lega.

"Maaf Chanyeol, aku lupa kasih kabar ke kamu tadi malam," sesal gue yang merasa gak enak hati. Chanyeol menghela nafasnya kemudian mengusap lembut kepala gue, "Kenapa kamu harus minta maaf? Kamu 'kan ngejaga Jeno, aku tau kamu khawatir. Gak usah merasa bersalah begitu, sekarang tatap aku Rose," balasnya sambil tersenyum tipis saat gue memberanikan diri untuk menengadahkan kepala sekedar menatapnya lekat-lekat.

Selang beberapa detik setelahnya Chanyeol terkejut melihat gue yang justru menangis dan mengatakan permintaan maaf berulang kali. Ia tercenung, bahkan tangannya terhenti mengusap kepala gue.

"Sayang, kamu kenapa sih? Aku 'kan gak mempermasalahkan hal itu. Jangan buat aku terlihat seperti orang jahat dong," cemberut Chanyeol sambil menangkup kedua pipi gue dan menyeka air mata gue yang berjatuhan membasahi pipi.

"Chan, sebenarnya aku kembali menyadari perasaanku untuk Jaehyun. Maaf," isak gue penuh penyesalan dan kembali menunduk dalam-dalam. Gue memejamkan mata rapat-rapat setelah merasakan tangan Chanyeol refleks menjauhi wajah gue. Mendengarnya menghela nafas berat membuat nyali gue langsung menciut.

"Maaf, aku gak bisa konsisten dengan perasaanku sampai akhir," gumam gue lirih sambil mengulum senyuman getir.

"Kamu masih suka Jaehyun?" sela Chanyeol yang kini menatap gue serius. Gue gak berani membalas tatapannya karena merasa bersalah. "Rose, tatap aku. Kita gak perlu main lari-larian dari masalah, kita udah cukup dewasa untuk membicarakan hal ini baik-baik," ujar Chanyeol tegas.

Perlahan gue memberanikan diri untuk menatapnya. "Berhenti nangis, aku gak marah sama sekali ke kamu," tambah Chanyeol, tapi yang ada gue malah tambah nangis. "Malu lah Rose, gak enak di lihat banyak orang. Astaga," keluh Chanyeol yang sontak memeluk gue untuk menenangkan isak tangis gue.

"Iya, aku sayang banget sama Jaehyun. Aku mau balik sama dia dan sadar gak bisa melanjutkan hubungan ini, aku benar-benar minta maaf," isak gue tertahan. Chanyeol mengangguk pelan kemudian mengusap kepala gue berulang kali.

"Kalau itu pilihan kamu apa boleh buat, aku gak mau maksa perasaan kamu," balas Chanyeol. Gue mendongak menatapnya, "Kamu gak marah atau kecewa?" tanya gue dengan nada takut-takut.

Chanyeol tersenyum tipis dan menyentil kening gue, "Aku gak marah, kalau kecewa mungkin sedikit karena bagaimanapun berat lepasin cewek cantik, baik, dan sesempurna kamu. Susah nyarinya," canda Chanyeol. "Jadi berhenti menangis karena aku gak mau kelihatan jadi sad boy," desis Chanyeol seraya tertawa renyah.

Nikah Muda [✔]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang