the drunk conversation

232 18 0
                                        

[mungkin romansanya akan sedikit kuat di sini, so be a wise reader]

Mallory sebisa mungkin menahan kantuknya sejak di dalam taksi tadi. Kopi yang gadis itu beli tidak ada gunanya, rasa kantuknya tetap tidak hilang. Jika saja Mallory tidak mengingat Doyoung yang perlu diselamatkan, mungkin ia sudah menyuruh sang supir taksi mengantarnya ke rumah.

Doyoung masih di ambang sadarnya ketika mereka berdua sampai di depan pintu apartemen laki-laki itu. Setelah menekan jari Doyoung di scanner, Mallory membawa Doyoung masuk ke apartemennya sendiri.

"Kamu berat juga ya." Komentar Mallory pelan, sambil membawa Doyoung ke kamarnya.

Tidak disangka, Doyoung tiba-tiba berbicara lagi, padahal Mallory kira laki-laki itu sudah setengah tidur.

"Hyunki brengsek!"

Langkah Mallory terhenti sejenak mendengar umpatan Doyoung. Baru pertama kali gadis itu mendengar Doyoung berkata kasar, tentu saja ia terkejut.

"Doyoung? You okay?"

Mallory mengingat apa yang pernah Mark katakan padanya, tentang orang mabuk yang biasanya mengeluarkan isi hati saat meracau. Mallory tidak terlalu mempercayainya, karena Mark sendiri meracau tidak jelas saat mabuk. Dan seingatnya itu tidak terdengar seperti curhatan isi hati, lebih cocok dibilang seperti anak kecil yang tidak dibelikan sesuatu, mengingat yang Mark katakan hanyalah ia ingin semangka sambil menangis.

Namun mendengar umpatan Doyoung, kini Mallory mempertimbangkan kata-kata Mark. Mungkin adik satu-satunya itu ada benarnya juga.

"Mallory....."

Mallory menatap Doyoung bingung saat mendengar namanya keluar dari bibir laki-laki itu.

"Iya?"

Tidak ada jawaban yang Mallory terima. Akhirnya, Mallory melanjutkan langkahnya untuk ke kamar Doyoung. Lampu kamar Doyoung yang tidak menyala membuat Mallory harus melangkah dengan hati-hati di tengah kegelapan agar dirinya dan Doyoung tidak terjatuh. Hanya ada cahaya bulan yang menyelinap dari tirai jendela kamar Doyoung sebagai penerangan Mallory.

Perlahan, Mallory menidurkan Doyoung di tempat tidurnya. Namun baru saja gadis itu meletakkan tasnya di kursi, tangan Doyoung mencengkram lengan Mallory dan menariknya hingga Mallory terjatuh di tempat tidur. Entah bagaimana caranya, Doyoung langsung memutar badannya ke atas tubuh Mallory, mengunci gadis itu dengan kedua lengannya di sisi kiri dan kanan kepala Mallory.

Tidak ada suara apapun diantara mereka, hanya ada deruan nafas terengah-engah yang berasal dari Mallory karena gadis itu terlalu terkejut.

Mata Doyoung yang sedikit memerah itu kini terbuka penuh, menatap Mallory dengan tatapan yang Mallory sendiri tidak bisa mengartikannya. Sinar bulan menyinari wajah Doyoung yang sialnya terlihat seribu kali lebih sempurna. Rambutnya jatuh dengan sempurna walaupun sedikit basah karena keringat. Ditambah lagi kemejanya yang terbuka berantakan dan bibir yang merah itu kini terpampang jelas di depan wajah Mallory.

 Ditambah lagi kemejanya yang terbuka berantakan dan bibir yang merah itu kini terpampang jelas di depan wajah Mallory

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
mallory [kim doyoung]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang