Nama: Kim Doyoung
Usia: 24 tahun
Status: Udah punya pacar, tapi jatuh hati seorang sama pelayan di restoran pizza.
read at your own risk. be a wise reader.
April 7, 2020 - July 29, 2021
has reached:
#1 in kimdongyoung
#1 in dongyoung
Mark spontan duduk tegap dengan napas terengah-engah. Matanya terbuka sempurna. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri dengan panik.
Gelap. Dan kali ini, Mark tidak menemukan Mallory di sampingnya.
Mark menghela napas, kemudian menyeka keringat di pelipisnya. Ia memegang dadanya sendiri, merasakan detak jantungnya yang masih berpacu begitu cepat. "Cuma mimpi. Gue cuma mimpi." Ujarnya lega.
Mark menghela napas panjang. "Tapi kenapa nyata banget..."
Tangan Mark terangkat untuk mengusap wajahnya. Ia segera menyenderkan tubuh ke sandaran tempat tidur. Sambil mencoba mengatur napas, Mark menatap jam di dinding kamar Mallory yang menunjukkan pukul tiga lewat lima belas menit.
"Mimpi doang. Kak Mal masih hidup, gue yakin."
"Pasti. Kakak ga mungkin ninggalin gue."
"Kakak juga ga mungkin ninggalin bang Doy. Ya kan?"
"Ya iyalah. Orang kakak bucin banget sama bang Doy."
Mark tertawa pelan. Ia merasa terlalu bodoh, berdialog hanya untuk menyenangkan dirinya sendiri. Ditengah tawa tidak lucunya, deringan ponsel sukses membuat fokus Mark teralih. Matanya menatap ponselnya yang bergetar dengan posisi layar di bawah.
"Ga mungkin..."
Jantung Mark mulai berdegup tidak karuan. Dengan tangan sedikit bergetar, ia meraih ponselnya yang tergeletak dan membaca satu kata yang tertera di sana.
Jeffrey.
Dengan cepat, Mark mengangkat panggilan tersebut, hanya untuk mendengar dua kalimat yang terasa familiar di telinganya.
"Gue nemuin kak Mal! Ke rumah sakit, sekarang!!"
Detik itu juga, Mark merasa dunianya runtuh begitu saja.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hawa dingin terasa menusuk kulit begitu dalam. Malam ataupun pagi, rasanya tidak ada bedanya. Tidak ada sinar matahari yang cukup sepanjang hari, tidak ada kehangatan dari matahari pagi, tidak ada suara burung berkicau, tidak ada embun pagi, tidak ada hal normal yang bisa dirasakan oleh gadis cantik yang terbaring lemah di atas kasur keras itu.
Terhitung lima hari sudah Mallory berada di dalam rumah yang baru ia ketahui rumah yang berada di daerah sudut kota. Rumah yang tidak terlalu kecil, tetapi tidak terurus dan dapat ia katakan tidak layak untuk dihuni. Mallory tidak dapat memastikan letak pasti rumah tempat ia dikurung. Alasannya karena tidak ada akses baginya untuk melihat ke luar, semua pintu dan jendela tertutup rapat.