story time

204 21 1
                                        

Mallory tidak menjawab Doyoung. Gadis itu malah berkutat dengan pikirannya sendiri. Apa yang baru saja Doyoung katakan benar-benar menganggu kesejahteraan hatinya. Bagaimana bisa Doyoung mengatakan hal seperti itu dengan mudahnya?

"Jadi, sekarang kamu mau ngapain?"

Hanya kalimat itu yang akhirnya keluar dari bibir Mallory.

Tidak disangka, Doyoung malah tersenyum tipis. "Saya mau makan malam, sama kamu."

"Saya lagi serius." Balas Mallory.

Doyoung malah tertawa pelan. Mallory sebenarnya sedikit khawatir pada laki-laki itu. Wajahnya terlihat sangat lelah, tetapi ia masih sempat tertawa di situasi rumit seperti ini.

"Saya bakal cari cara buat selesain urusan saya sama Dabin dan ayahnya dulu." Jawab Doyoung akhirnya.

"Terus?"

"Terus saya mau minta tolong sama kamu."

Mallory mengangkat satu alisnya. "Minta tolong apa?"

"Kalau Dabin ngelakuin sesuatu sama kamu, tolong bilang sama saya."

Mallory mengangguk pelan, kemudian menghela napasnya. "Kamu pasti capek, ya?"

Doyoung malah tertawa.

"Kamu pikir saya kemarin sakit karna apa kalau bukan karna capek mikirin ini semua? Tapi ga apa-apa, udah ada kamu, jadi saya punya motivasi bertahan."

Setelah mendengar semuanya, Mallory mengakui bahwa yang dialami Doyoung memang bukanlah hal ringan. Mallory tidak pernah berada dalam situasi serumit itu sebelumnya. Apalagi bagian penahanan surat promosi kenaikan jabatan, menurutnya hal itu benar-benar keterlaluan. Namun, Doyoung memang tidak punya bukti, ia tidak bisa mengambil tindakan langsung.

"Kamu ga apa-apa?" Tanya Mallory.

"Emang saya kelihatannya kenapa-kenapa?"

Mallory mengangguk tanpa berpikir dua kali. Doyoung mengeluarkan senyumnya, kemudian menggelengkan kepalanya.

"Pertanyaan kamu kayak orang lagi khawatir." Lanjut Doyoung.

"Saya emang lagi khawatir, Doyoung."

Senyum Doyoung luntur seketika. Doyoung sebenarnya hanya ingin menggoda Mallory, ia tidak menyangka Mallory akan menjawab seperti itu.

Kini, giliran Mallory yang tersenyum. "Tadi kamu bilang mau makan malam sama saya, kan? Ayo."

Mallory melangkah dengan setengah berjinjit, berusaha meminimalisir suara pijakannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mallory melangkah dengan setengah berjinjit, berusaha meminimalisir suara pijakannya. Hari sudah hampir berganti dan gadis itu tidak ingin membangunkan ayahnya hanya karna dirinya membuat keributan. Sambil membawa sebuah laptop, Mallory melanjutkan langkahnya menuju sebuah ruangan yang ia sebut kamar keduanya, alias ruang kerja. Namun langkah Mallory terhenti saat kakinya hampir melewati pintu kamar Mark.

mallory [kim doyoung]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang