🌧️🌧️🌧️
"Jika kata maaf bisa membuat aku lupa akan kesedihan, mungkin aku sudah memaafkanmu sedari dulu."
🌧️🌧️🌧️
Sudah hampir satu minggu Rayna bersekolah di SMA Tirtajaya Bangsa. Rayna bersyukur ia tidak bertemu dengan cowok itu. Walaupun ia sudah terbiasa bersekolah di sini, tetap saja bila bertemu Rayna belum siap.
Bel tanda selesainya pelajaran telah berbunyi beberapa menit yang lalu. Rayna masih menunggu Shasa yang masih memasukan buku-bukunya ke dalam tas. Mereka memang tidak satu arah pulang, Shasa selalu di jemput dengan supirnya dan Rayna selalu naik bus, tapi mereka selalu pergi bersama ke gerbang sekolah.
"Yuk, Rayn!" ajak Shasa setelah selesai memasukan semua bukunya. Rayna mengangguk seraya ikut beranjak dari tempatnya duduk.
Lorong sekolah masih ramai dengan siswa siswi yang berlalu lalang ke sana kemari. Di tengah perjalanan menuju gerbang sekolah tiba-tiba saja Shasa berhenti melangkah, Rayna menoleh dan melihat Shasa tengah memegang perutnya.
"Kenapa lo, Sha?" tanya Rayna mengerutkan dahinya bingung.
"Duh, gue kebelet nih. Lo duluan aja ya?" jawab Shasa menahan rasa nyeri di perutnya.
"Ok. Gak mau gue temenin dulu ke toilet?"
"Nggak usah deh, gak papa gue sendiri aja." Rayna mengangguk lalu kembali berucap, "Ya udah gue duluan ya?" Shasa mengangguk mengiyakan, ia lalu berlari menuju toilet. Sedangkan Rayna melanjutkan kembali langkahnya menuju gerbang sekolah.
Di tengah-tengah jalan dekat dengan lapangan sekolah, tiba-tiba saja lengan Rayna ada yang mencekal dari belakang. Sontak saja Rayna langsung membalikan badan dan menarik tangannya kembali secara paksa.
Pandangan yang pertama kali Rayna lihat, yaitu cowok berwajah tampan yang bertubuh tinggi kekar, serta cewek cantik yang berdiri di sebelahnya, tengah menatap Rayna lurus.
"Sorry, gue ngagetin lo ya?" tanya cowok itu kepada Rayna langsung. Rayna cukup lama terdiam, memperhatikan cowok yang ada di depannya ini, entah kenapa perasaan Rayna jadi tidak enak.
"Ada apa?" tanya Rayna datar, tanpa menggubris pertanyaan cowok itu tadi.
"Em ... lo masih inget gue, Rayn?" tanya cowok itu semakin membuat Rayna bingung. Apalagi cowok itu yang memanggil namanya, seakan mereka ini saling kenal.
"Lo siapa? Kok, tau nama gue?"
"Ternyata lo beneran lupa ya sama gue. Em ... gue Sena, Bang Senja!" Rayna yang mendapati pernyataan seperti itu sontak saja terkejut.
Cowok ini, cowok yang tidak ingin Rayna temui, kenapa harus muncul lagi? Rayna pikir ia tidak akan pernah bertemu dengan cowok ini lagi walaupun mereka satu sekolah. Rayna tidak ingin seperti ini, ia belum sepenuhnya lupa dengan rasa sakit itu. Ia belum siap.
"Gue mau minta maaf sama lo, Rayn. Maafin gue ya, gue juga gak tau kalo lo sekolah di sini." Sena merogoh saku celana sekolahnya lalu mengeluarkan gelang rajut yang diberi huruf S, ia lalu menyodorkannya ke arah Rayna.
"Ini gelang lo, gue temuin di depan ruang kepala sekolah beberapa hari lalu. Gue sempet bingung kenapa gelang lo ada di sini. Gue cari tahu, dan bener aja ternyata lo sekolah di sini," jelas Sena.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unforgettable
Novela JuvenilRayna Roseline, gadis yang terjebak di dalam masa lalunya. Ia begitu sulit melupakan. Ketika ia mulai lupa keadaan justru memaksanya kembali bertemu dengan masa lalunya itu. Seakan waktu memang sedang mempermainkan perasaannya, atau justru ingin men...
