||37. Penjelasan di Balik Alasan||

202 19 0
                                        

🌧🌧🌧

"Seseorang yang sudah amat dikecewakan, mungkin ia akan memaafkan dengan cepat dan mudah. Tapi untuk melupakan, ia butuh waktu yang amat panjang."

🌧🌧🌧

Sena menghela napas panjang setelah menjelaskan semua alasan ia menghubungi Rayna dulu, itu semua berawal dari Dio. Ia memperhatikan Rayna yang sedari tadi hanya diam, tidak mengucapkan sepatah kata pun. Dari raut wajahnya Sena tahu Rayna amat lah kecewa mendengar semua itu.

Tatapannya terus mengarah ke tangannya yang gemetaran sambil meremas gelas minumannya yang sudah berembun karena dibiarkan begitu saja. Sena menyembunyikan wajahnya di kedua telapak tangan. Ia merasa bersalah telah membuat Rayna sesedih itu karena mendengar penjelasannya.

"Gue beneran bingung, Bang, bingung gimana caranya gue bersikap sama lo sekarang. Kenapa lo nggak jujur dari awal kalo semuanya ternyata seperti ini? Seharusnya lo nggak usah muncul lagi di hadapan gue. Gue mungkin lebih mudah buat lupain lo walaupun kita di sekolah yang sama," tutur Rayna lirih. Sena membuka wajahnya kembali mendengar hal itu. Ia memperhatikan Rayna yang terlihat seperti manahan tangis di ujung matanya.

Sena bergeming. Apa ini memang benar salahnya? Salahnya karena tidak menjelaskan hal ini sedari awal saat ia tahu Rayna masuk di sekolah yang sama dengannya?

"Rayn, saat itu gue udah mau jelasin semuanya saat gue tahu lo sekolah di Tirtajaya Bangsa. Tapi apa lo lupa? Gue kesulitan dapat maaf dari lo. Jangankan untuk jelasin semuanya, lo liat gue aja nggak mau," terang Sena. Ingatannya kembali ke beberapa bulan yang lalu, di saat ia menemukan gelang Rayna di depan ruang kepala sekolah, juga ia yang tahu bahwa Rayna bersekolah di sana.

Sena menatap Rayna, ia ingin kembali menjelaskan masa di mana ia sangat kesulitan untuk mengatakan maksudnya. Dengan Dio yang sama sekali tidak ingin membantu, padahal jelas-jelas semua itu karena ulahnya sendiri.

♡♡♡

Sena datang ke rumah Dio sepulang sekolah. Ia tidak ingin mengulur waktu lagi, ia harus memberitahu Dio bahwa Rayna bersekolah di Tirtajaya Bangsa, atau justru Dio sudah tahu akan hal itu?

Dua hari yang lalu Sena didera rasa gelisah, ia terkejut saat menemukan gelang yang pernah ia berikan kepada Rayna dulu berada di depan ruang kepala sekolah, dan ternyata benar Rayna yang ia kenal memang bersekolah di sana. Sena gelisah setengah mati, ia tidak tahu harus berbuat apa, tentu saja karena Sena ingat betul kenangan mereka dulu seperti apa.

Sena tidak tahu apa yang membawa gadis itu kemari, tetapi yang Sena inginkan saat ini adalah menyelesaikan semuanya sampai tuntas, sampai tidak ada lagi rahasia atau kesalahpahaman yang terjadi. Sena tidak ingin berurusan dengan Rayna, terakhir ia berurusan dengannya ia kehilangan banyak hal, termasuk Dio sahabatnya sendiri.

Ya, memang bukan sepenuhnya salah Rayna, tetapi Sena sudah lelah berurusan dengannya. Apa Sena bisa disebut sebagai lelaki pecundang sekarang?

Dulu ia berjanji dengan dirinya sendiri bahwa ia akan selalu ada untuk Rayna bagaimanapun kondisinya, sampai akhirnya keadaan memisahkan mereka walaupun sebenarnya waktu mempertemukan mereka dengan tidak sengaja saat itu. Tapi sekarang, saat gadis itu kembali ada di hadapannya, Sena justru ingin menghindari semuanya, melupakannya. Sena hanya takut, ia takut akan terjebak semakin jauh. Karena bagaimanapun Sena mengakui bahwa Rayna memiliki pengaruh besar dalam hidupnya.

Dan sekarang di sini lah Sena berada, duduk di ruangan rumah Dio. Ia ingin meminta Dio untuk membantunya menjelaskan kepada Rayna. Bagaimanapun gadis itu berhak tahu, bahwa satu tahun yang lalu komunikasi mereka hanyalah sebuah kesalahpahaman, Dio menggunakan identitasnya sembarangan.

UnforgettableCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang