🌧️🌧️🌧️
"Entah mengapa ketika melihat tawa dan juga senyummu, selalu mampu membuatku lupa akan luka."
🌧️🌧️🌧️
Langit begitu cerah sore ini, awan putih tebal menggantung di atasnya, membuat gerombolan burung berterbangan begitu bebas. Sesekali angin yang berembus lembut menerpa wajah seorang gadis cantik berkulit putih bersih yang tengah menunggu bus di halte depan sekolah. Lalu-lalang siswa siswi masih banyak di sini, menambah keramaian di jalanan kota Bandung.
Sudah hampir satu bulan Rayna bersekolah di SMA Tirtajaya Bangsa, sudah satu bulan juga Rayna diteror berbagai pesan dan telepon dari nomor yang tidak ia kenal. Rayna yakin itu pasti Sena, karena Rayna tahu gaya bicaranya saat membaca puluhan pesan tanpa ia balas satupun.
Rayna mencoba untuk diam, ia tidak peduli apapun yang dilakukan Sena untuk mendapatkan maafnya. Mungkin dengan diam dan tidak memperdulikannya, Rayna bisa berdamai dengan masa lalunya itu. Walaupun ia risih mendapati Sena selalu saja menghampiri dia di kantin sekolah, membuat Rayna malu karena banyak orang yang melihat mereka. Sebenarnya Rayna tidak tahan melihat tingkah laku Sena. Ia ingin memaafkan, tapi entah kenapa begitu sulit. Mungkin seiring berjalannya waktu Rayna bisa memaafkannya.
Suara motor yang begitu bising mendekat ke arah Rayna. Rayna melirik, dan kembali mengalihkan pandangan setelah tahu siapa orang yang berhenti di hapadannya dengan motor vespanya itu.
"Gue duluan ya? Biasa mau jemput Fiona. Nanti kapan-kapan gue pasti anter lo balik, kok," ucap cowok di atas motor vespanya yang tak lain adalah Sena, sambil tersenyum cerah ke arah Rayna.
Rayna hanya diam tak menghiraukan. Ia tahu betul siapa Fiona yang tadi disebutkan Sena. Dia adalah cewek yang begitu Sena cintai, mungkin karena cewek itu juga kenapa Sena pergi tanpa alasan dulu.
Sena lalu kembali berucap, "Lo hati-hati di jalan, kalo ada apa-apa telepon gue." Sena kembali menjalankan motor vespanya yang suaranya begitu khas, meninggalkan Rayna yang menggelengkan kepala tak habis pikir. Apa Sena berhenti di hadapannya hanya untuk berbicara hal tidak penting seperti itu?
Dasar cowok aneh. Batin Rayna.
Karena bus tak kunjung datang, Rayna akhirnya memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki. Kebetulan langit begitu cerah hari ini, suatu hal yang sangat Rayna sukai. Jadi, menurut Rayna tidak masalah jika harus berjalan kaki menuju rumahnya, karena tidak terlalu jauh dari sekolah.
♡️♡️♡️
Sena sudah sampai di dekat gerbang sekolah Fiona, cewek yang begitu ia cintai sejak empat tahun lalu. Fiona memintanya untuk menjemput hari ini, sekaligus mereka akan jalan bersama setelah satu bulan tidak bertemu. Sena tentu saja senang, karena rasa rindunya akan terobati.
Sena rela melakukan apapun untuk Fiona, menemaninya kemanapun yang ia mau, menjemput atau mengantarnya ke sekolah walaupun mereka beda sekolah. Sena tahu Fiona memang bukan siapa-siapanya, ia hanya sahabat Sena sedari SMP dulu, tetapi Sena sama sekali tidak keberatan. Sena juga tahu bahwa Fiona begitu sibuk, maka dari itu walaupun Fiona hanya memintanya menjemput, Sena selalu siap karena hanya itu kesempatan Sena untuk melepaskan rasa rindunya.
Jangan tanya kenapa sampai saat ini Sena dan Fiona masih sebatas teman, karena Sena masih belum siap mengungkapkan perasaannya sendiri. Pertama karena Fiona tidak pernah ada waktu, kedua Sena juga takut jika Fiona menolaknya. Walaupun mereka begitu dekat, tapi Sena tidak tahu apakah perasaan yang dimiliki oleh Fiona sama, atau justru malah sebaliknya. Mungkin dengan bersahabat seperti ini akan lebih baik. Walaupun sebenarnya Sena sangat ingin memiliki Fiona.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unforgettable
Fiksi RemajaRayna Roseline, gadis yang terjebak di dalam masa lalunya. Ia begitu sulit melupakan. Ketika ia mulai lupa keadaan justru memaksanya kembali bertemu dengan masa lalunya itu. Seakan waktu memang sedang mempermainkan perasaannya, atau justru ingin men...
