Kafe dengan nuansa cokelat dan terkesan estetik itu menjadi pilihan Selma dan ketiga temannya untuk menghabiskan waktu. Ya, sepulang sekolah-- sesuai janji mereka tadi malam-- Alif, Garel dan Syifa serta Selma akan menghabiskan waktu bersama di suatu tempat.
Tumblr Cafe's menjadi pilihan keempatnya untuk sekadar nongkrong bersama. Setelah memesan makanan dan minuman pada pelayan, keempatnya segera memilih tempat duduk yang berada di pojokan.
Suasana kafe sore hari ini cukup ramai. Banyak anak sekolah yang juga sedang nongkrong di sana. Sesuatu yang wajar karena tempat ini benar-benar cozy dan anak muda sekali.
Syifa dan Garel bahkan sudah mencoba beberapa sudut untuk dijadikan spot foto. Lumayan, bisa dipamerkan di feed Instagram.
Sedangkan Selma dan Alif hanya duduk melihat tingkah keduanya. Selma bukannya tak suka dengan suasana kafe, dia juga bukannya tak suka berfoto di tempat seperti ini. Namun, suasana hatinya sedang tidak membaik.
Tanpa sadar, gadis itu menghela napas pelan. Kejadian tadi siang masih bergaung di kepalanya. Wajah datar Arial, ucapan penuh ancaman Arial, dan seringaiannya cukup membuat Selma menjadi kepikiran juga.
Apalagi kalimat cowok itu yang menyangkut 'hukuman'. Entahlah, habis ini Selma akan menghadapi situasi apa lagi dengan Arial. Ia sudah pasrah, terserah saja Arial mau melakukan apa. Selma akan menghadapinya, karena percuma saja ia melawan. Arial jelas bukan tandingannya. Kalau diibaratkan, ia hanyalah seonggok kucing kecil lemah tak berdaya di depan singa kelaparan. Tentu saja Arial singa kelaparannya.
"Selma! Ayo foto sama gue!" Teriakan Syifa menyentak Selma dari lamunan. Gadis itu segera menoleh ke sumber suara dan menemukan Syifa tengah berdiri di sudut kafe yang mana dinding belakangnya memang cukup estetik untuk berfoto. Di depan Syifa sudah ada Garel yang sedang memegang ponsel, rupanya cowok itu tengah menjadi fotografer dadakan.
Tak bisa menolak, Selma akhirnya bangkit dari kursi dan melenggang menghampiri Syifa. Sedangkan Alif masih di tempat, tampak sibuk dengan ponsel di tangannya.
"Satu kali aja tapi, ya. Bentar lagi makanannya kayaknya nyampe," ujar Selma seraya memaksakan senyum. Sungguh, saat ini mood-nya benar-benar tak bagus.
"Dua kali dong, biar bisa dislide ntar kalo udah dipost di Instagram."
Mengangguk saja, Selma segera memposisikan dirinya di samping Syifa. Gambar pertama, Selma hanya berdiri seraya menampilkan senyum. Sedangkan Syifa sudah bergaya heboh dengan mengangkat satu tangannya dan membentuk finger heart di sana, tak lupa ia menyengir lebar.
"Gaya yang heboh dong, Seeell! Biar gak kaku-kaku amat. Ntar lo dikomenin sama followers gue lho kalo lo datar gini." Syifa berseru sedikit kesal setelah melihat hasil gambar mereka.
Selma yang ingin segera semua ini berakhir hanya mengangguk dan menggumam tak jelas. Maka untuk foto kedua ini, Selma mengikuti saja apa mau Syifa. Namun tentu saja ia tak bisa bergaya seheboh temannya itu. Gaya heboh versinya hanya sekadar nyengir tak jelas seraya mengangkat tangan kirinya dan membentuk tanda peace di kedua jarinya. Setidaknya, itu mungkin tak kaku dan datar di mata Syifa.
Setelah beberapa menit sesi foto di sudut kafe, ketiganya kembali menghampiri meja dimana Alif masih berada di sana. Makanan dan minuman pesanan ternyata sudah datang.
"Hahhh segarnya!" Syifa berseru senang ketika ia baru saja menyeruput jus strowberry susu miliknya.
Selma yang melihat pemandangan itu hanya tersenyum tipis. Memiliki partner ekskul seperti Syifa kadang-kadang membuatnya bersyukur. Syifa orangnya sangat ekspresif dan heboh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Halcyon [Completed]
Novela JuvenilSelma Tabitha bukanlah murid terkenal di Star High. Gadis berambut sebahu itu hanyalah siswi biasa yang beruntung bisa terangkat menjadi ketua drawing club. Hidupnya tenang-tenang saja dan terkesan monoton. Sampai suatu hari Selma melakukan sebuah k...
![Halcyon [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/228986441-64-k967674.jpg)