chapter 20

718 33 0
                                        

"Bara lo jadi jemput gue?"

"Jadi dong!"

"Ngapain lo berdiri disana, lo mau masuk masuk aja, dikamar gue gak ada hal yang perlu ditakutin" Raney menyisir rambut menggunakan sisir biasa dan duduk di depan cermin rias.

Bara duduk dipinggiran kasur, matanya membulat "Ran dia cowok yang sama kan? Yang ngasih lo paper bag ditaman?" Tanya Bara saat melihat poster dan photo-photo mesra antara Raney dan Arka.

"Bukan" jawab Raney cuek.

"Gue yakin mata gue masih bagus" elak Bara yakin akan siapa yang dilihatnya hari itu, laki-laki yang disebut Raney pembunuh.

"Dia kembarannya, dan dia Arka. Cowok yang selamanya akan sama gue dan tetap jadi milk gue" Raney menunjuk hatinya.

Mendengar itu Bara hanya bisa tersenyum miris, mengasihani diri sendiri karena hanya dianggap sebagai pengganti oleh Raney.

Bara hanya ber'oh'ria dia keluar dari kamar Raney "gue tunggu di mobil"

°°°

Usai kuliah Raney memutuskan untuk jalan-jalan sebelum pulang kerumahnya.

"Gue aja yang bawa" kata Raney menyodorkan tangannya. Bara menyerahkan kunci tanpa banyak tanya.

Keduanya masuk kedalam mobil, Raney tersenyum miring menarik salah satu sudut bibirnya kemudian menginjak pedal gas hingga kecepatan maximum. Bara sudah bercucuran keringat, dia ketakutan setengah mati saat Raney mengebut bahkan melewati lampu lalu lintas yang masih berwarna merah untung saja mereka tidak dikejar polisi.

Sekitar 5 menit mereka sampai di cafe langganan Raney dan Arka yang langsung disambut Razak.

"Zak biasa" pesan Raney yang langsung dicatat Razak , matanya beralih menuju Bara yang duduk dengan rapi disamping Raney tidak seperti Raney yang mengangkat sebelah kaki.

"Kalau masnya?"

"Ah saya ikut yang dipesan Raney aja"

"Okey ditunggu"

Sebelum pergi Razak tersenyum melihat Raney yang sudah mendapatkan pengganti Arka setelah beberapa tahun.

"Raney lo kenapa ngebut bawa mobil? Kalau kita mati gimana?"

"Lo kalau dokter"

"Dokter gak bisa nyelamatin manusia kalau dia juga mati"

"Oh"

"Oh?" Ulang Bara dia sungguh tidak suka dengan balasan dari Raney.

"Pesanan datang" Razak meletakkan pesanan mereka masing-masing.

"Makan gak usah banyak bicara" kata Bara dingin saat Raney ingin membuat mulut.

Raney memegang leher Bara "lo sakit Bar?"

Bara menggeleng "gak" tukasnya kemudian menjauhkan tangan Raney yang ada dilehernya, kenapa ngeceknya harus dileher sih, kan dikening juga bisa?

"Yah lo mungkin pms lebay kek cewek pada umumnya" Raney menyeruput coppucino didepannya.

"Gue cowok" Bara tidak terima dia menatap Raney yang balas menatapnya hanya lewat ekor mata.

raneysha (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang