penyebab trauma Raney

1.3K 31 0
                                        

Disini gue bakalan kasih informasi kalau raneysha ada sekuel gimana sih tulisannya?

Sekuel atau sequel ?, ya intinya itu lah

Cek aja di profil author. sekalian follow masa udah baca dan nikmatin karya gue yang masih abal-abal ini kalian gak mau ngehargain dengan nge-follow.

Jangan kan nge-follow ngevote aja jarang banget hiksd nyesek. kek cerita gue ini gak berharga nyesek dedek.

Gue suruh Selene datengin dan nyiksa lo pada. Mampus lo!

Oke, oke gak usah banyak bacot yang padahal kalian baca aja enggak!

Sekuel dibaca geng's, bercerita tentang...liat aja kok gue malah pengen ngasih tau?

---

"Princess siap-siap nanti malam bakalan ada surprise!"

"Surprise apa? Ih jangan macam-macam arkaaaa Raney takut!" Pekik Raney disambungkan telepon mereka.

Arka diseberang sana terkekeh kecil "gak nakutin kok. Malah bikin kamu bahagia"

"Beneran ya! Raney bakalan dandan sampe kaka gak bisa liat orang lain selain Raney"

Arka kembali terkekeh "iya princess ku, siapin hati ya"

Bip.

"Eh hati maksudnya apa?" Raney bergumam sambil membuka lemari pakaian mencari pakaian yang bisa membuat Arka tidak mengalihkan pandangan padanya.

Tidak ambil pusing Raney mandi dan bersiap-siap karena sebentar lagi malam.

Raney menyingkap gorden dan melihat motor Arka disertai mobil dibelakangnya.

Raney langsung berlari menuju sana.

"Assalamualaikum" salam semua orang tak terkecuali Arka. Disana ada ayah dan ibu Arka juga Ardi, kembaran Arka.

"Silahkan duduk keluarga Wijaya" ucap Athan mempersilahkan.

Raney mengintip dibalik tangga.

"Ah dimana anak anda, karena Arka sudah tidak sabar lagi?" Kekeh ayah Arka menggoda anaknya.

"Raney sini kenapa kamu ngumpet" ucap Athan membuat Raney nyengir dan menampilkan dirinya yang di balut dress bunga bunga selutut dengan rambut dicepol menampilkan leher putihnya.

"Eh tante Oliv , sama om Albert" Raney menyalimi kedua orang tua Arka dan duduk disamping Arka.

"Raney kenapa duduk di sana, sabar sayang" ucap Ariana sambil membawakan beberapa hidangan.

"Loh gak boleh?, lagian kaka kan pacarnya Raney" pamer Raney mendusel lengan Arka yang membuat semua orang terkekeh karena sikap kekanakan Raney.

"Jadi kami kesini bermaksud ingin melamar anak anda, apakah kalian merestui" tanya Albert.

"Iya...setuju banget!!" Pekik Raney memeluk Arka.

"Gak usah tunangan om tan, langsung nikah aja" ucap Raney membuat suasana kembali ramai.

"Berarti udah setuju kan, nanti kita urus untuk kelanjutannya"

Rombongan mereka pergi setelah disetujui Athan dan meninggalkan kediaman demaris.

°°°

"Ma pa, Raney pengen ketemu kaka lagi deh. Masih belum puas" ucap Raney kemudian mengganti pakaian dengan jeans agar bisa menaiki motor sport yang dibelikan Arka untuknya.

Dan Arka yang mengajarkan Raney sampai gadis itu bisa.

Mobil keluarga wijaya, melesat lebih dulu sementara motor Arka melaju mengikuti dibelakang.

Dor.

Tepat saat suara tembakan terjadi. motor yang dikendarai oleh Arka terjatuh akibat bannya ditembak.

Arka mengerang merasakan sakit ditubuhnya.

"Arditama Wijaya rasakan kematianmu" ucap laki-laki dengan baju serba hitam.

Dor.

Raney memekik seraya meninggalkan motornya dan berlari menuju Arka yang sudah tergeletak tak berdaya dengan kepala yang bocor.

Hujan turun menyamarkan warna merah darah yang terlihat terang karena lampu motor Raney yang menyala langsung menyorot ke mereka.

"Arka jangan tinggalin Raney" Raney menangis sejadi-jadinya.

Dengan sisa sisa tenaganya. Arka mengelus pipi Raney "shtt... Jangan nangis, maafin kaka karena gak bisa jagain kamu dan mendampingi kamu selamanya" lirih Arka sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya.

Raney memukul dada Arka yang berada di pangkuannya kuat, bermaksud membuat Arka kesakitan dan sadar.

Namun nihil.

Raney mengambil ponselnya dan menelepon orang tua Arka.

"Tan..hiks..hiks..Tan...hiks...Tante...Oliv..hiks...Arka"

"Raney pelan-pelan sayang Arka kenapa?" Ucap Oliv dengan nada cemas.

"Datang kejalan yang sepi yang kalian lewatin tadi"

Raney menutup sambungan telepon.

Raney mencium Arka berkali-kali. Raney mengambil karet gelang dan menguncir rambut Arka ditengah guyuran hujan.

"Haha kaka lucu pakai kuncir kaya gini, Raney udah ada style yang baru nih" Raney sesegukan dan mencoba untuk tetap tersenyum.

Mungkin ini senyuman terakhir yang bisa dia berikan untuk seorang Arkatama Wijaya. Seorang laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi prianya.

Dalam mimpi.

---

Raney menatap Ardi nyalang. Berani-beraninya dia memiliki wajah yang mirip dan menyebabkan kakanya terluka bahkan menghembuskan nafas terakhirnya.

"Lo ada masalah apa sama Arka?" Raney memukul dada Ardi keras dan Ardi hanya mampu membalas dengan tatapan sedih yang dipaksakan untuk tersenyum.

Semua orang yang ada di sana diam. Memperhatikan Raney meluruhkan semua kekesalannya.

"Maaf" lirih Ardi.

"Lo tau target mereka itu lo. Seharusnya yang ada di sana itu lo" Raney menunjuk pemakaman Arka.

"Hiks..hiks...Arka" Raney terduduk, kakinya tiba-tiba berubah menjadi jelly.

Lunak.

"Raney shttt.. biarin Arka tenang" Abi memeluk sang adik yang terlihat menyedihkan.

Raney mendongak dan mundur secara perlahan menatap semua orang yang mengenalnya.

"jangan pernah menganggap kita kenal!"

raneysha (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang