Seperti sebelumnya, Mark sudah ada di dalam kelas pagi-pagi sekali. Pemuda itu masih ingin menghindar dari Jaebum. Sementara Jaebum, pemuda itu sepertinya sudah tidak memikirkan kejadian beberapa hari yang lalu. Jaebum sudah bersikap biasa saja dan tidak berusaha menghindari Mark. Ini berbeda dengan Mark yang sepertinya hatinya masih belum bisa berkompromi.
Hampir satu jam menunggu, kelas yang semula hanya ada Mark sekarang perlahan mulai ramai. Tidak lama, Jackson terlihat memasuki kelas. Pemuda itu lagi-lagi tidak percaya jika Mark datang lebih cepat dari dirinya beberapa hari ini.
"Lihatlah siapa yang berubah menjadi sangat rajin sekarang" ucap Jackson.
Mark yang mendengar itu memilih untuk tidak menanggapinya. Ini membuat Jackson semakin tidak bisa menahan pertanyaan yang sudah beberapa hari ini ditahannya. Pemuda itu dengan hati-hati mencoba berbicara dengan Mark.
"Mark, apa terjadi sesuatu?" Tanya pemuda itu pelan.
"Tidak ada" lagi-lagi Mark memberikan jawaban yang sama.
"Mark dengar, kita sudah berteman dalam waktu yang cukup lama, kau berpikir aku tidak bisa melihatnya? Kau memiliki masalah, aku tahu itu. Mark, cobalah memberitahuku, jangan menyimpan semuanya sendiri".
Nada yang terdengar meyakinkan dari Jackson membuat Mark melihat dalam pada manik pemuda itu. Mark dapat melihat ketulusan di dalamnya. Tatapan tenang yang diberikan Jackson padanya entah bagaimana seakan membuat segala kegelisahan yang selama ini Mark sembunyikan seperti akan meluap. Mark ingin memberitahukan semuanya, rasa sakit, kehancuran, bahkan perasaan tak berdaya yang selama ini ada pada Mark. Mark ingin memberitahu semuanya. Selama hampir delapan tahun, Mark menyembunyikan dan menjaganya sendiri. Dirinya selalu berpura-pura seakan semuanya baik-baik saja.
Mendengar perkataan Jackson, Mark sadar bahwa setidaknya dia masih memiliki seseorang yang perduli padanya. Itu berhasil membuat Mark cukup merasa nyaman. Tapi tetap saja, Mark tidak bisa memberitahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Jackson. Jadi dengan sedikit lebih tenang, Mark kembali memberitahu Jackson jika dirinya baik-baik saja.
"Semuanya baik-baik saja, percayalah" jawab Mark dengan senyuman yang meyakinkan. Itu membuat Jackson tidak bisa memaksa Mark. Meski Jackson sangat mengetahui Mark tidak jujur padanya.
...
Jaebum baru saja turun setelah memarkirkan mobilnya, saat secara bersamaan Youngjae juga terlihat turun dari mobilnya.
"Selamat pagi" ucap Youngjae dengan senyuman cerianya saat bertemu dengan Jaebum.
"Hm... pagi" jawab Jaebum dengan sedikit senyuman. Mereka berjalan bersama menuju ke dalam perusahaan.
Saat di dalam lift, Youngjae kembali membuka pembicaraan. "Apa semua keperluan untuk acara nanti sudah siap?".
"Aku sudah meminta mereka untuk mengurusnya dengan baik" jawab Jaebum singkat dan mereka berjalan menuju ruangan pribadi Jaebum.
"Haaaa... tidak terasa itu tinggal beberapa hari lagi" ucap Youngjae yang sekarang sudah duduk santai di sofa dalam ruangan kerja Jaebum.
Karena Jaebum dan Youngjae adalah sahabat sejak kecil, jadi Jaebum tidak pernah mempermasalahkan atau merasa terganggu dengan Youngjae yang sangat sering berada di dalam ruangannya. Bahkan pemuda bertubuh tinggi itu juga sering mengerjakan pekerjaannya bersama di dalam ruangan Jaebum. Di perusahaan itu, hanya Youngjae saja yang bisa melalukan apapun sesuka hatinya pada CEO mereka.
"Ck... aku masih tidak tahu apa yang harus ku berikan untuk hadiah pernikahan kalian" ucap Youngjae lagi yang kini berhasil mencuri perhatian Jaebum. Jaebum menatap bingung pada sahabatnya itu. Sadar jika dirinya ditatap aneh, Youngjae dengan cepat bertanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
M I N E ( End )
FanfictionCause you are mine Mark and Jaebum Edition Please, give me your love and vote
