Pengorbanan seorang gadis demi kebahagiaan kakak dan keluarganya.
Demi sang kakak, yang sakit-sakitan, Jodha rela melepas kekasih tercinta untuk sang kakak, Salima.
Tapi apakah Jallal, sang kekasih, juga ikhlas menerima semua ini ?
Apakah hubun...
Hari ini Jodha ada meeting sama kliennya di butik yang mau fitting baju keluarga pengantin, otomatis seluruh keluarga kedua belah pihak datang ke butik Jodha.
"Kamu nggak papa nungguin aku ngurusin klienku nanti?" tanya Jodha sambil keluar dari mobil. Pagi itu Jallal memaksanya mengantar ke butik dan ikut menemaninya di sana.
"Kan aku udah bilang ... kalau aku bakal nemenin kamu sampai acara kamu selesai. Nggak masalah, lagian di atas ada taman yang bisa buat kongkow kan?" tanya Jallal sambil menunjukkan jemarinya ke atas. Jodha pun mengangguk sambil tersenyum.
"Tapi kamu kan nggak usah nungguin juga ... kamu kan bisa pulang dulu ke rumah, main sama Salim atau mungkin doing something di rumah, atau-- ..."
"Aku tetep mau di sini, Nyonya Jodha!" sela Jallal dengan mimik wajahnya yang lucu, Jodha pun tersenyum. "Percaya sama aku, kamu nggak usah khawatir ... aku akan baik-baik saja. Aku setia nunggu kamu sampai urusan kamu selesai sama klienmu itu. Okee ...?" ujar Jallal sambil memegang kedua pipi Jodha sambil tersenyum manis. Jodha jadi speechless diperhatikan seperti itu oleh suaminya sendiri.
Seharian itu Jallal benar-benar menghabiskan waktu di kebun atas ruko yang disewa oleh Jodha. Sepanjang hari Jallal mencoba menyibukkan diri dengan melihat laporan-laporan dari anak buahnya melalui tab, membaca beberapa artikel di media social yang lagi trending saat ini hingga menyiram tanaman yang ada di kebun rooftop tersebut.
Sementara Jodha sendiri sibuk dengan klien-kliennya yang sedikit bawel dan kritis, sehingga berulang kali minta diperbaiki dan dicek ulang, sampai-sampai mereka rela untuk memesan makanan via online, untuk dimakan di butik.
"Kalian nikmati dulu makanannya, saya mau ke atas dulu yaa ..." ujar Jodha sambil bergegas keluar dari ruang kerjanya dan beralih menuju ke rooftop, untuk mengecek Jallal. Setibanya di atas, dilihatnya Jallal sedang merebahkan punggung dan kepalanya di bantalan sofa panjang sambil asyik surfing berita-berita di internet.
"Sepertinya lagi sibuk banget niii ..." goda Jodha sambil duduk di sofa kecil yang menghadap ke sofa panjang, lalu menyilangkan kakinya di atas kaki yang lain.
"Heii ... sudah selesai? Apa klienmu sudah pulang?" tanya Jallal sambil melirik ke Jodha lalu mematikan tab-nya dan duduk menghadap ke Jodha. "Sudah jam berapa ini?" Jallal melirik ke jam tangannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sudah jam 2 siang ... laper?" sela Jodha sambil beralih duduk di sebelah Jallal dan menggelanyut di lengan suaminya itu. Jallal pun tersenyum.
"Iyaa nih laper, baru kerasa sekarang. Emang mau makan dimana?" tanya Jallal sambil menoleh ke Jodha yang masih menggelanyut manja di lengannya yang kekar.
"Makan di sini aja, aku udah pesen makanan online tadi, lagian klienku juga belum pulang, tuuuh masih dibawah!" sahut Jodha kesal sambil menyandarkan kepalanya di puncak lengan Jallal. Jallal lalu mengangkat tangannya dan memeluk istrinya ini dengan tangan kirinya sambil mengecup kening Jodha lembut.