LS - 33

68 9 21
                                        

Love Struggle © Kelompok 4

Chapter 33

Written by alifiyani

Setibanya di rumah, Zovia disambut oleh Sabrina, yang sudah menunggu kepulangan putrinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setibanya di rumah, Zovia disambut oleh Sabrina, yang sudah menunggu kepulangan putrinya. Bukan Zovia melainkan Evelyn.

"Dimana Adik mu?" Zovia tidak tau tentang kepulangan Evelyn. Zovia saja tidak tau dimana Evelyn berada, padahal Zovia sudah keliling mencari keberadaan Evelyn tadi.

"Evelyn belum pulang, Ma?" tanya Zovia begitu hati-hati.

Sabrina seketika kesal dengan pertanyaan Zovia. Bukankah dia sudah memberi amanat kepada Zovia, supaya selalu menjaga putri kesayangannya itu?

"Kamu sama siapa tadi?! Kamu gak pulang sama Evelyn?!" tanyanya dengan membentak.

Zovia hanya bisa menundukkan kepalanya sambil menggeleng dengan lemah. Kesehatan Zovia semakin memburuk sekarang, ditambah dengan kemarahan Sabrina sudah membuat kepalanya pusing.

"Yaampun Zovia! Kamu ini gak becus! Mama cuman nyuruh kamu buat menjauh dari Evelyn! Tapi jangan seperti ini jadinya!"

"Maaf, Ma. Zovia pikir tadi Evelyn pulang lebih duluan, jadi Zovia---"

"Sudah, cukup! Kamu ini selalu buat masalah!" bentakan dari Sabrina membuat dia tidak bisa berkutik lagi, Zovia hanya bisa berdiam diri sambil menahan badannya agar tidak ambruk.

Zovia memilih untuk menuju kamarnya, dan itu lagi-lagi membuat Sabrina semakin marah karena merasa diabaikan.

"ZOVIA!"

Zovia tidak mendengarkan, untuk apa dia selalu ada, jika dia saja tidak pernah menganggapnya ada? Malah, Zovia seakan sudah tiada dimata Sabrina.

Zovia membanting pintu dengan keras, dan menaruh tas nya secara sembarang. Kepalanya semakin sakit dan itu membuat badannya jadi linglung.

Untung saja, dia masih menyimpan sisa obat yang belum dia minum kemarin. Bukannya sembuh justru wajah Zovia semakin pucat diikuti hidungnya yang sudah mimisan.

Zovia menatap luar jendela kamarnya dan masih mengenakan seragam sekolah. Seperti sudah kehilangan selera untuk berbuat sesuatu.

Langit sore semakin mendung, dan tidak ada tanda-tanda Evelyn untuk pulang.

Jika terjadi sesuatu kepada Evelyn, bagaimana?

Zovia sama sekali tidak peduli dengan kondisi nya sekarang.  Padahal dirinya sudah semakin pucat.

"Aku lelah," gumam Zovia sambil menyenderkan kepalanya menikmati awan yang mendung bersamaan dengan mobil seseorang yang sudah sampai.

****

04:Love Struggle✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang