"Cupang"

104 8 0
                                        

Rangkaian demi rangkaian acara sudah dilalui, waktu menunjukan pukul 04.30, para peserta sudah mulai bangun sedangkan para panitia terlihat merebahkan kepalanya dimeja khusus panitia karena kelelahan dan tidak tidur karena harus menjaga anak2 semalaman.

Hingga saat sang fajar telah muncul dan mulai meninggi, kegiatan penutup berupa upacara penutupan dan pemasangan kacu dilaksanakan.

Setelah itu para panitia tengah bersiap untuk pulang. Mereka sedang menunggu mobil jemputan dipinggir jalan.

"Hah, cape juga ya jadi panitia" ucap Putri menghembuskan nafas lelah.

"Ya begitulah...." Timpal Nevi

"Eh itu mobilnya sudah ada tuh!" Tunjuk Iqbal pada sebuah angkot yg melaju ke arah mereka.

Setelah itu mereka semua naik dan mobil mulai melaju.

"Ngantuk bgt gue..." Gumam Ine setengah melek.

"Tidur aja, ntar kalo udh nyampe gue bangunin." Ucap Dion.

Dan perlahan Ine merebahkan kepalanya di bahu Dion yg duduk disampingnya. Dan hal itu membuat hati kaum jomblo meronta-ronta seperti Rifan dan Ari yg sedang meniru Ine-Dion dimana Ari merebahkan kepalanya dibahu Rifan yg sontak saja membuat yg melihatnya tertawa.

"Anjir kalian homo? Ahahaha.." Celetuk Iqbal diakhiri gelak tawanya.

"Kagak! Minggir Ri, gue geli njir!" Rifan berusaha menyingkirkan kepala Ari dipundaknya.

"Berisik, diem ah gue ngantuk." Akhirnya Rifan diam dan membiarkan Ari yg tidur dipundaknya.

Semantara Ine terlihat nyaman tidur dipundak Dion, sesekali Dion mengelus kepala Ine lembut dan melindungi kepalanya supaya tidak terbentur kaca mobil saat mobil melewati polisi tidur.

Beberapa menit suasana di dalam mobil terasa hening sampai dua rusuh kembali berulah.

"Anjir Ri! Lu ngiler ya?"

"Kagak!"

"Ini bahu gue basah bg!"

"Mana gue tau, itu keringet lo kali.."

"Keringet gue gak bau ikan asin kali, ini pasti lo!"

"Udah2 berisik bgt sih kalian!" Ucap Xenia menengahi.

Akhirnya kedua sahabat itu diam dan sibuk dengan ponselnya masing-masing.

Baru setengah perjalanan, kemacetan terjadi disaat melewati area pasar tradisional.

"Gerah banget sih..."keluh Nevi

"Iya nih panas, minum es kelapa muda enak kataknya..." Gue Putri

"Bener tuh, mau turun dulu gak?" Tanya Xenia

"Gak usah ah kak, ngantuk pengen cepat sampe rumah."

Setelah itu keheningan kembali terjadi, Ine yg tadi sempat tidur lagi mulai membuka matanya dan hal pertama yg ia lihat adalah ikan cupang yg dijual dipinggir jalan.

"Dion! Cupang!" Ine teriak sambil menunjuk ikan cupang yg dijual dipinggir jalan.

"Dion! Cupang!" Ine teriak sambil menunjuk ikan cupang yg dijual dipinggir jalan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.












Sedangkan Dion terkejut sampai ponselnya terlempar ke arah depan, untung saja segera ditangkap oleh Rifan yg kebetulan duduk dihadapan Dion.

"Njir lu ngagetin aja Ne, ada apa sih?" Ucap Dion

"Itu pengen cupang!"

"Beneran mau?"

"Iya..." Ucap Ine dengan nada memohon.

"Yaudah lo tunggu disini, mumpung masih macet jalannya." Dion langsung keluar dari mobil dan berlari menuju penjual ikan cupang yg sudah terlewat dibelakang.

Beberapa menit kemudian, Dion kembali masuk kedalam mobil dengan membawa seekor ikan cupang berwarna biru dalam plastik kecil beserta makanannya dalam botol kecil.

Dion langsung memberikannya kepada Ine, dan diterima baik oleh Ine.

Ia memekik senang saat menerima cupang tersebut.

"Wah Yon, lo udh ada gejala2 nih..." Ucap Rifan

"Gejala apa?"

"Gejala2 Bucin!"

Dion hanya tersenyum simpul menanggapi pernyataan Rifan.

"Sejak kpn lo suka cupang Ne?" Tanya Ari

"Entah, gue juga gak tau, tapi tadi pas liat cupang gue pengen baget."

"Wah parah, lo nyuri start Yon?"

"Hah? Start apaan?" Dion bingung dengan pertanyaan Rifan.

"Tuh c Ine kek orang ngidam gitu" Rifan terkekeh dan mendapat geplakan dikepala oleh Dion.

"Ngeres amat pikiran lu!"

"Iyalah yon, org tiap hari nonton Jepang mulu..." Timpal Ari.

"Heh!" Xenia

"Maksudnya suka nonton anime Jepang gitu, jgn salah paham dulu..." Jawab Rifan diakhiri dengan tatapan kode ke arah Ari.

*********************

Pukul 14.00 mereka sudah sampai dirumahnya masing2.

Saat tiba Ine langsung meletakan 'Blue' ikan cupang yg dibelikan Dion seharga 5000 itu kedalam toples plastik bekas kacang goreng milik mama Erna. Tadinya Ine berniat menaruhnya di gelas tapi kasihan sempit katanya.

 Tadinya Ine berniat menaruhnya di gelas tapi kasihan sempit katanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.














Setelah itu tanpa ganti baju Ine langsung tidur untuk membayar hutang tidurnya kemarin malam.

Sedangkan Dion ia memilih untuk mandi kemudian tidur, begitupula dengan Ari dan Rifan.

*************

Makasih buat yg udah mau nunggu aku Up🤧

Maaf kalo ceritanya kurang memuaskan

@RyuJinDI15

Kelas BobrokTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang