Sebelum baca, bisa sambil dengerin lagu "love is gone" Ya guys, siapa tau bisa ngena gitu fill nya ehehe😅
*********
"Hallo kak... " Suara lembut itu mengalun begitu merdu, dan suara itu pula yg Rifan rindukan.
"Ya ampun dek, kamu kemana aja? Kakak khawatir tau, kamu gpp kan?"
"Aku gpp kok ka, mungkin... Belum eheh" Jawab Vivian ragu
Entah kenapa perasaan Rifan tak enak, seperti akan terjadi suatu hal yg buruk.
"Jujur sama kakak, kamu knp?!"Rifan sedikit meninggikan suaranya, perasaannya semakin kalut, bakhan ia beberapa kali mondar-mandir di dalam kamarnya.
"Kak... "
"Please dek... " Mohon Rifan dengan nada begitu lembut.
"Makasih buat kenangan kita selama ini, makasih kakak udh perhatian dan sayang sama aku"
"Kamu ngomong apa sih dek? Kamu sakit ya?"
"Kak.... Kita udahan sampe sini ya."
Deg
Saat itu juga jantungnya serasa berhenti, nafasnya sesak dan semua kata tercekat di tenggorokan nya.Rifan merasa jiwanya tercabut dengan paksa.
"Maaf aku gak bisa lanjutin hubungan ini kak... "
"Ahahahah... Kamu bercanda ya dek? Mau nge prank kakak nih ceritanya?" Rifan tertawa hambar
"Kakak.... " Panggil Vivian dengan suara bergetar
"Selamat ya dek, prank kamu berhasil loh.. Ahahaha" Rifan kembali tertawa yg terdengar menyakitkan
" Maaf kak, tapi aku serius, kita PUTUS!" Rifan terdiam sejenak mencoba meraih kesadarannya kembali.
"Hahh, ok, apa alasannya? Apa kakak melakukan kesalahan yg fatal?" Tanya Rifan mencoba untuk kuat
"Kakak gak salah, tp takdir yg tidak mengizinkan kita bersama kak... Hiks.. Maafin aku kak hiks.. Aku gak bisa lanjutin hubungan ini."
"Kakak ingin alasan yg lebih jelas"
"Ayah melarang aku pacaran kak, bahkan dekat dengan laki-laki pun gak boleh, aku harus fokus sama sekolahku, ayah gak mau aku gagal kak. Ayah takut aku terjerumus ke pergaulan bebas, aku sudah meyakinkan ayah kalo kakak berbeda, kakak gak seperti cwok2 lain, tp ayah tetap pada prinsip nya kak hiks... Maafin aku"
Entah harus menjawab apa, Rifan bingung. Di satu sisi ia ingin mempertahankan hubungannya, namun di sisi lain ia tak ingin Vivian menentang orang tuanya.
"Kalau itu alasan kamu ingin putus, kakak gak bisa ngelarang. Kamu ikuti keinginan org tuamu ya dek, terimakasih untuk kenangan selama beberapa minggu ini, kakak bahagia kok." Rifan mencoba untuk tersenyum meski Vivian tidak bisa melihat nya.
"Iya kak, makasih kakak udh tulus sama aku, kakak org baik, kakak pantas mendapat org yg lebih baik dari aku."
Tak menjawab Rifan hanya tersenyum miris saat mendengar ucapan Vivian.
"Apa kita masih bisa berteman dek?"
"Aku gak tau kak, tp yg jelas aku akan membatasi diri dengan laki-laki."
"Hahh, yaudah kalo memang itu keputusan kamu, semoga kamu bahagia ya, kakak tetap sayang sama kamu dek"
".......Udah malam, tidur gih, besok kan kamu sekolah"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kelas Bobrok
Hayran KurguGimana jadinya kalo lo satu-satunya cewek di kelas lo. Itulah yang dirasakan seorang Ine Meisya. Sebangku ama cowok yang lu suka diem-diem, padahal lo tau dia udah punya doi.
