Gimana jadinya kalo lo satu-satunya cewek di kelas lo. Itulah yang dirasakan seorang Ine Meisya. Sebangku ama cowok yang lu suka diem-diem, padahal lo tau dia udah punya doi.
Hari berganti dengan hari, begitupun minggu dan bulan. Tak terasa masa SMK telah usai 5 bulan yg lalu. Dan kini saatnya mulai menata hidup untuk berjuang di dunia yg sesungguhnya.
Terlihat seorang pemuda berjaket army, tengah berdiri di sebuah stasiun dengan earphones yg terpasang di kedua telinganya, berharap dengan mendengarkan musik dapat mengusir rasa bosan saat menunggu seseorang yg blum juga tiba padahal waktu sudah lewat dari yg dijanjikan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kamvret nih anak curut pada kemana sih? Janjinya jam 9 harus udh nyampe stasiun, ini apaan jam 9 lebih 15 blum pada nyampe" Gerutunya sembari melihat jam tangan yg menunjukan pukul 09.15.
Tak lama kemudian terlihat seorang perempuan melambaikan tangan lalu berjalan mendekat ke arahnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Om!"
"Bisa gak kalo di tempat umum lo manggil gue Rifan aja? Berasa tua banget gue"
"Ehehehe sorry Fan kebiasaan"
"Dasar lu, eh btw Dion mana? Katanya dia bareng lu?"
"Biasa, ke toilet"
"Panjang umur, baru di omongin udah datang, idih sok keren amat tuh anak" Ucap Rifan saat melihat Dion yg berjalan sambil menyugar rambutnya kebelakang tak lupa sebuah kacamata hitam bertengger manis menambah karismanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.