"Suasana malam Persami"

121 11 0
                                        


"Yon, kenapa lo keliatan gelisah gitu?"

"Gak tau nih Jun, gue gak enak perasaan."

Tak lama dari itu datanglah Pace/ Kang Chandra

"Yon, kamu kembali ke sekolah siapkan api unggun bersama Ari dan Rifan."

"Siap Kang, Jun gue duluan ya.."

"Iya hati2 Yon."

"Yo!"

Dion berjalan tergesa meninggalkan pos nya dengan perasaan resah.

"Kenapa gue kepikiran Ine mulu dari tadi ya, semoga gak ada hal buruk deh."batin Dion

.................





Seorang perempuan muda terlihat sedang menenangkan dan memeluk seorang anak laki2 kecil yg tengah menangis.

"Sudah jgn nangis lagi,kakak kan sudah bilang jgn lari2 disini bahaya banyak kendaraan."

"Hiks..hiks..ma-maafin aku kak hiks.." ucap anak laki2 tersebut.

"Suut..sudah2 kita kembali ke sekolah ya."

Anak itu mengangguk kemudian Ine membawanya pergi sedangkan Putri dan anak2 lain sudah jalan menuju pos1.


(Flashback)

"Ine!"

Putri teriak kaget saat Ine menyebrang dan menarik anak kecil yg ada ditengah jalan itu untuk ke pinggir. Mereka berhasil menghindar dari mobil yg melaju kencang tersebut.

Ine jatuh terduduk dipinggir jln dengan anak kecil itu di pelukannya.

(Flashback off)



Saat ini Ine sedang membantu Rifan dan Ari menyiapkan kayu bakar untuk membuat api unggun.

Kalo kalian tanya anak kecil tadi kemana?

Jawabannya, anak kecil itu sedang berada didalam kelas ditemani gurunya. Yap! Setelah kejadian tadi, Ine langsung menghubungi guru yg menangani anak kelas 4.

Saat sedang merapihkan kayu bakar, seseorang menghampiri Ine dengan paniknya.

"Ne, lo gppkan?" Dion menatap Ine dengan khawatir.

"Gue gpp Yon, ini buktinya gue ada disini."

"Syukurlah, gue takut lo kenapa2 Ne. Pokoknya kalo ada apa2 cepet hubungi gue atau yg lain."

"Iya, bawel lu ya.." Ine tertawa kecil.

Setelah itu mereka langsung membuat api unggun.

Kita tinggalkan dulu Ine-Dion, sekarang kita lihat sepasang sahabat yg sedang berdebat masalah api unggun.

"Fan, pokoknya kita harus bikin api unggun yg gede biar lebih rame."ucap Ari bersemangat

"Iya rame, gara2 ini sekolah kebakaran."

"Lah apa hubungannya ama kebakaran?"

"Heh bantet! Ini tuh lapangan sekolah bukan lapangan sepak bola atau lapang khusus perkemahan, kalo lo bikin api unggun yg gede ntar kalo nih sekolah ikut kebakar gimana? Gak elit amat ntar muncul diberita 'sebuah sekolah terbakar gara2 api unggun yg dibuat dilapangan sekolah saat Persami' kan gak lucu." Jelas Rifan.

"Eh iya ya, pinter juga lo item!" 😅

"Anjir, pake ngatain item lagi lu!"

Setelah perdebatan tersebut selesai, api unggun pun jadi dan tak lama dari itu semua peserta dan panitia sudah berkumpul kembali disekolah.




Kelas BobrokTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang