Di meja makan kecil berukuran minimalis dua pasangan muda mudi ini sedang menikmati makanan nya, dengan sangat penuh kecerian.
Dengan kedua sikap jahil dari kedua pihak, menjadi bumbu jalinan bahtera cinta mereka terus bersemi mekar.
AL mengambil sebatang rokok, lalu ia hisap.
" Minta dong " Dengan mengelurkan tangan Mina meminta rokok yang di hisap oleh AL. AL melempar rokok dengan bungkus nya.
" Ck.. Punya kamu " Pinta Mina dengan nada kesal, malah di beri rokok utuh.
AL menyodorkan pinggil nya di wajah Mina, Mina mendorong kedua paha AL yang tetap di hadapan nya.
" Yeeee kamu maah, masa baru makan mau gituan mentang mentang udah lancar " Gumam Mina, dengan pacar nya yang mesum.
" Yaa elah kata nya punya aku, ia ini " Membuka celana pendek dan menunjukan pennis nya.
" Beda sayang, aku minta rokok. Kalo itu kan udah menjadi hak cipta aku, kalo ada yang ngerebut akan ku penggal burung kamu " Ancam Mina dengan keterkejutan AL, yang membuat Mina tertawa terbahak bahak. Lalu, mengambil rokok di mulut AL.
" Kita estean ya, udah dong biasa aja " Sindir Mina dengan AL berdiam tampa kata.
" Kamu yakin, pindah kesini gimana nanti suami kamu? " Tanya AL, bingung dan di landa kecemasan.
Mina mekerucut kan dahi, menatap mata AL dengan begitu dekat. Lalu, menyembur kan asap tepat di hadapan AL " I don't care, yang penting aku ngga mau ngeliat kamu sama wanita lain " Sambil menyingkirkan abu di batang rokok, di buang ke asbak.
" Gimana kalo nikah aja yuuuk " Cetus AL membuat Mina tersedak.
" Arghh arghhh " AL langsung mengambil kan segalas air putih, Mina langsung meminum nya.
" Apa kamu mau ajak aku nikah, kenapa ngga dari dulu, kenapa baru hari ini ? " Jawab Mina dengan heboh.
" Ck.. Ia kamu mau ngga, nanti aku bilang ke Mama kamu? Aku serius, " Menggenggam tangan Mina dengan menatap wajah dengan penuh cinta, membuat Mina memandangi dengan rasa cinta.
" Aku cinta sama kamu, dan kamu kan udah mengandung anak dari aku bukan. Hayolah nikah " Ajak AL dengan memalas.
" Aku sih mau aja, mau banget malahan tapi waktu,- "
" Waktu apa, kamu minta cerai gih sama suami kamu terus kamu nikah sama aku " Bujuk AL dengan memalas.
" Aku mau banget AL tapi, kamu kan cuma pemilik kedai coffe apa cukup untuk anak kita nanti nya. Eemmm tapi kan aku ada foto, gimana? " Bathin Mina, menghawatirkan jika ia menikah dengan AL hidup nya tak terjamin, ia bahagia tapi ia butuh uang untuk bayi nya.
Dering ponsel, berbunyi dari ponsel AL . Ternyata Nita masih menghubungi AL, mungkin untuk memberi kabar jika Nita sudah berbadan dua.
" Angkat tuh " Tinta Mina dengan nada menyindir.
" Kamu aja " AL fokus menghisap rokok nya..
" Nanti nyariin loh " Sindir Mina lagi.
AL pun mengambil ponsel di atas meja, tapi tangan nya langsung di tepis oleh kali Mina.
" Iih beneran mau di angkat "
" Kan kamu yang nyuruh " Decak kesal AL.
Mendorong tubuh Mina untuk tertidur di atas sofa, dengan kepala di taruh di pembatas nya. Pinggul AL sudah masuk ke kedua selangkangan Mina. Membuka kaitan jeans pendek, yang Mina kenakan. Lalu, melorotkan kebawah, setelah itu AL lempar kesambarang tempat. Menurunkan Calena dalam Mina pelan. Merangkak di atas tubuh Mina lalu menindihnya..
" Dasar punya cwook mesum " Gumam Mina, menggenggam wajah AL yang ingin mengajak nya melumat bibir, mereka saling melumat dengan menyedot bertukar saliva. AL mengulum bibir bawah Mina. Dengan sangat lembut.
Mengangkat tubuh Mina untuk melepaskan kaos nya, setelah itu melumat puting berwarna merah jambu yang terletak disana.
" Sambil di masukin dong " Ringis Mina, menahan kegelian lumatan yang berikan oleh AL.
AL menurut kan celana pendek nya, Mina menahan terlebih dahulu Pennis itu masuk, mengocok nya sebentar lalu di tuntun untuk masuk ke dalam Vagina nya.
" Aaaah aaaahh ssst aaah " Desah Mina dengan hentakan, pelan dari pennis AL menusuk dinding Vagina nya. AL melumat Kedua puting Mina secara pergantian.
Bunyi ponsel, dari ponsel Mina.
" Say-ang ambilin dong " Pinta Mina, untuk AL mengambil kan Ponsel nya dan melanjutan kegiatan Mina.
" Siapa? " Tanya AL tampa suara.
" Mama " Jawab Mina.
AL yang mendengar kalimat Mama lalu, melepas kan pennis nya di dalam Vagina Mina.
" Iiih lanjutiiiin " Pinta Mina merengek malah di lepas.
Mina sudah mengangkat ponsel itu, dengan kata kata iiih lanjutiiiin.
" Nak kamu lagi dimana? Bisa ngga kerumah Mama!! " Pinta Mega di ujung telepon.
" Iiiih sayang pelaan pelaan dong aaaauuu, Apa Ma? " Tanya Mina lagi, karena AL menghantam pennis nya dengan sangat kencang ke dalam Vagina Mina.
" Ih kamu itu, bikin Mama pengen aja sih. Kamu kesini ya, Main dirumah aja " Decak kesal Mega malah Anak nya tak mendengar kan nya. Malah menikmati letupan kenikmatan.
" Hehehe ia aku kesana nanti iaaa aaaaaauuu. Satu ronde aja kok ah " Dengan suara terbata bata menjelas kan nya.
Mega langsung mematikan ponsel nya.
Sedangkan di balik kaca depan rumah AL ada Nita, yang sedang mengintip ia ia bermaksud ingin mengabari AL di telepon tapi tak di angkat. Membuat nya memberanikan diri untuk datang kerumah AL, Namun Nita di kejutkan dengan AL yang sedang menggenjot seorang wanita. Wanita itu istri baru suami nya, membuat Nita pulang begitu saja dengan menahan tangis.
" Kamu ini loh orang lagi nelepon juga aaaaaah " Tegur Mina.
AL berposisi duduk dengan lutut menjadi pondasi nya. Mina membengkokan kedua lutut nya ke atas untuk mempermudah gerakan AL untuk menghujam Vagina nya.
AL lakukan itu dengan sangat kencang, " Cepok pok pokpokpok "
" Ah ah aaaaah aha " Pekim Desah Mina, AL membukuk kan badan, agar mempermudah gerakan...
" Ka- mu udah keluar. Ce-p - e -t keluarin " Pinta Mina dengan suara serak plus getaran di tubuh.
" Ben-tar lagi kok, kenapa juga buru buru " Saut AL, dengan melibat kan gerakan nya.
" Mama nyu-ruh ak-- u untuk pulang kerumah - kita lanj-- utin di-- rumah ak-- uuuu aaaaaaaahhhhhh "
" Ya bentar lagi "
AL menuntaskan dengan gerakan menghujam Vagina Mina dengan membabi buta AL membutuhkan orgasme nya.
" Suuuurrrr " AL menyemprot kan Orgasme nya dengan nafas yang memburu, ia langsung menindih tubuh Mina. Sambil saling melumat, di campur bulir bulir keringat yang membasahi tubuh keduanya.
Next
KAMU SEDANG MEMBACA
He Is Mine not yours (END)
RomanceCerita mengandung unsur dewasa mengenai sebuah cinta.. Yang tidak cukup umur memohon maaf jangan membaca cerita ini. Bermula, ketika Gennita Margaretha di madu karena tidak bisa memberikan keturunan bagi suami nya. Ia di tuduh oleh mertua nya tidak...
