Chapter 33

2K 37 0
                                        

Di pagi hari, Nacita ingin menemui AL untuk mempertanyakan berbuatan nya kepada Nita.

Dengan membawa kemarahan, Nacita merasa di bohongi karena ia sudah memenuhi persyaratan tapi AL mengingkari nya begitu saja.

Tepat di depan pintu, ketika Nacita ingin mengetuk nya tapi AL membuka pintu. Dengan pakaian rapih...

" Heh tante, mau ngapain pagi pagi kerumah aku. Ngga ada Om disini " Kata AL melihat Nacita di hadapan nya.

" Ngga usah becanda, tante datang kesini ingin menanyakan tentang teman tante. Dia ngadu, kamu udah seminggu lebih ngga nemuin dia kenapa? " Ucap Nacita dengan galak.

" Ememmm kenapa ya? " AL memikir serta mengukir lesung pipit

" AL tante nanyak serius, kamu udah ingkarin persyaratan yang udah tante temuin " Nacita berdecak serius.

AL malah mengambil tangan Nacita, dan menentun nya.

" Nanti aku jelasin, sekarang tante ikut sama aku. Aku buru buru nanti aku telat " Berjalan menuju mobil.

" Mau kemana AL? " Tanya Nacita sedikit bingung. Akan di ajak kemana dirinya.

" Yaudah naik, nanti juga tau " Pinta AL menyuruh Nacita naik di dalam mobil, Nacita dengan sangat terpaksa naik di dalam mobil AL. Untung saja Nacita datang di antar taksi.

" AL mau kemana iiiih, jangan macem macem ya kamu sama tante. Awasss cuma sekali tante ngga mau ulangin lagi " Gerutu Nacita, dengan was was.

" Iiih bawel banget sih, nih makan " AL memberikan snack yang di letakan di dasbor mobil nya

" Ekssss ngga mau AL jawab kenapa kamu ngga mau nemuin teman tante " Nacita terus berdecak kesal, AL seakan bungkam.

AL menghentikan Mobil nya di sebuah kampus, " Dah sampe ayok turun " Tinta AL.

Nacita menatap kaget, dia di bawa ke kampus. Nacita diam saja, dalam mobil.

" Woy ayok turun, udah mau mulai nih acara nya " Teriak AL di jendela mobil, melihat Nacita hanya  diam menatap ke depan.

Nacita kaget dan langsung keluar dari mobil.

" Eeehh kamu kenapa bawa tante ke kampus kamu? " Tanya Nacita penasaran berjalan beriringan di samping AL, AL menghentikan langkahan nya .

" Tante lupa tah, 4 tahun silam kan aku daftar di kampus ini "

Nacita berfikir, memukul mukul kening nya dengan jari telunjuk
" OMG kamu wisuda sayang " Pekik Nacita, dengan kuat.

" Tan, pelan pelan. Ngga enak di ada orang tuh " Tegur AL, karena orang di sekitar menatap sinis.

AL langsung menuntun Nacita masuk ke dalam ruangan wisuda. Nacita sangat bangga ketika, AL menjadi predikat terbaik di kampus nya.

Membuat didikan nya selama ini ia berikan tak sia sia, ia juga merasa haru ketika melihat AL berpidato menyebut nama nya. Sampai sampai Nacita menitikan air mata.

******

" Tante bahagia banget, kamu udah wisuda, selamat ya sayang " Nacita memeluk AL. AL mengusap punggung Nacita.

" Ya ini semua kan berkat tante, yang meyakinkan AL untuk kuliah dan sekarang AL lulus tante yeeee " AL tersenyum bahagia, begitu juga dengan Nacita.

Mereka saling bergandengan tangan, menuju ke arah mobil. Dan masuk ke dalam mobil.

*****

Nacita menghentikan tawa lalu menjadi sebuah keheningan ketika ia bertanya apa alasan AL tidak lagi menemui Nita.

" AL kamu kenapa ngga mau ketemu sama Nita? "

" Karena aku malas tante, aku rasa udah cukup deh " AL menggeleng.

" AL kamu udah janji loh, pliss bantu teman tante dia tulus sama kamu " Nacita terus membujuk AL dengan lembut, membuat hati AL susah menolak nya.

" Okey, tapi inget aku ngga mau berhubungan sama dia dengan serius. Karena dia, adalah teman tante plus istri orang lain. Aku ngga mau cinta sama istri orang "

" Nah gitu dong, itu baru keponakan tante yang paling tante sayangi " Nacita berdecak bahagia.

Dan dia langsung mengabari Nita tentang kabar baik ini. Nita pun berterima kasih, dan tersenyum kembali.

" Tan, dirumah ada siapa? " Tanya AL menengok Nacita di samping nya.

" Ada Om " Jawab Nacita dengan jutek.

" Padahal pingin "

Nacita langsung menoyor kepala AL, membuat AL meringis kesakitan.

" Aw Tan sakit " Gumam nya.

" Lagian, jangan kurang ajar ya. Cukup sekali dan hanya sekali " Cetus Nacita mempertegas.

AL mendengus nafas kasar. Nacita hanya memainkan ponsel nya sampai di depan pelataran rumah nya.

" Much, itu buat kamu " Nacita memberikan sebuah ciuman menempel bibir dan ia langsung keluar dari mobil AL.

" Jangan turun, kalo pingin langsung saja ke apartemen " Cetus Nacita, langsung menolak. AL yang ingin turun tak jadi.

******

Mina sudah pulang dari rumah sakit, dan Hans seperti nya sedang gelisah ia menginginkan berhubungan badan.

Tapi, Hans terpikir kata dokter jika istrinya kelelahan. Dan hans tidak menerima nya dan lebih baik menahan hawa nafsu nya itu.

Mina melihat tingkah suami nya yang aneh membuat nya membuka suara.

" Mas kamu kenapa? Kalo kamu pengen gituan istri pertama kamu kan ada. Suruh dia aja " Cetus Mina.

" Bener juga ya yang di bilang Mina, apa aku nemuin Nita aja sekarang tapi kalo di menolak gimana? Ah kenyak nya ngga deh dia kan kalo di ajak sama aku ngga pernah nolak , malah meminta lebih " Bathin Hans.

" Tapi kamu cemburu ngga kalo aku nemuin dia "

" Iiih kenapa aku cemburu " Mengangkat bibir atas sebelah kiri.

" Oke kalo gitu aku temuin dia " Hans beranjak pergi, meninggal Mina.

" Yeees rencana ku berhasil " Mina berdecak bahagia, karena tadi ia sempat menabur kan obat prangsang di minuman Hans, oleh karena itu Hans merasa gelisah mau melakukan hasyat nafsu nya. Meminta Mina pasti tak enak.

" Kamu mau kemana Hans? " Teriak Sherly melihat Hans pergi dari rumah.

Tapi, Hans menghiraukan teriakan itu dan berlalu menuju ke apartemen Nita.

" Udah la Ma, biarin. Mas Hans pergi menemui istri nya " Suara Mina dari belakang tubuh Sherly. Dengan senyuman tipis.

" Kamu kenapa sih, ngga cegah suami kamu ? " Sherly merasa tak rela jika Hans masih berhubungan dengan istri pertama nya.

" Yang kenapa itu Mama " Mina berlalu, pergi dari rumah.

" Mina kamu mau kemana udah malam?  " Tanya Sherly melihat Mina pergi dari rumah.

" Bukan urusan Mama "  Jawab Mina, dengan dingin dan masuk ke dalam mobil.

Sherly marah melihat tingkah anak dan menantu nya yang tak sopan pada dirinya.

Next

He Is Mine not yours (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang