" Aku seperti orang bingung, menunggu seseorang yang tak mengharapkan ku. Harus nya aku berfikir bahwa aku mencintai kekasih orang lain, jelas dia menolak ku. Tugas nya kan hanya memberikan aku anak, dan itu semua berhasil. Dan cita cita nya merebut kekasih nya kembali terwujud " Gumam Nita, sambil berfikir tentang kelanjutan nya mengemis cinta dari pemuda yang sudah membantu nya.
Nita juga sudah memutuskan untuk berpisah dengan Hans, meskipun berat namun, jiwa nya lega ia bisa mempunyai anak di dalam kandungan nya.
Nita mengambil ponsel , di tas kecil nya mencari nomer Nacita. Lalu, menelpon nya..
" Ia, Nit ada apa? " Tanya Nacita, di seberang telepon sana.
" Kamu bisa ngga, bantu aku. Sekali aja untuk ketemu sama AL. Aku mau ngomong sesuatu kedia " Pinta Nita memohon.
" Emm gimana ya? Tapi kamu tenang aja nanti aku coba ngomong dia " Nacita sedikit keberatan, tapi dia menyanggupi permintaan sahabat nya.
" Usahain ya Naci, meskipun aku ngga bisa memiliki AL . Aku cuma pamit dan memberi kabar tentang kehamilan ku " Ucap Nita, sedikit agak sedih.
" Apa, kamu mau pamit kemana? " Tanya Nacita kaget.
" Aku mau pergi ke suatu tempat, ia sedikit meredahkan la rasa cinta ku ini. Dan aku mau fokus untuk membesarkan anak ini " Jelas Nita.
" Jangan pergi dong, kalo kamu pergi aku curhat nya sama siapa? Aku mau berusaha untuk AL nerima kamu, nerima cinta kamu " Nacita mencegah, Nita dengan keputusan nya untuk pergi meninggalkan AL.
" Haahaha, ngga mungkin bisa Naci. Yaudah aku putus ya sambungan telepon nya see you "
Sambungan telepon pun terputus, Nita sedikit pasrah dengan apa yang akan terjadi. Mungkin, cinta nya harus bertepuk sebelah tangan. Dia juga bersyukur bisa bertemu dengan AL, pemuda yang sudah membantu nya untuk mempunyai anak.
Tapi, hidup itu terus maju kan tidak bisa berharap pada seseorang yang jelas jelas tidak mencintai nya. Dan semua akan menjadi indah jika seseorang merelakan seseorang yang di cintai nya bahagia.
.
.
Next
KAMU SEDANG MEMBACA
He Is Mine not yours (END)
RomansaCerita mengandung unsur dewasa mengenai sebuah cinta.. Yang tidak cukup umur memohon maaf jangan membaca cerita ini. Bermula, ketika Gennita Margaretha di madu karena tidak bisa memberikan keturunan bagi suami nya. Ia di tuduh oleh mertua nya tidak...
