Pagi hari AL sudah bangun, karena ia harus kuliah. Karena ada jadwal untuk menuntas kan Sekeripsi kelulusan nya.
Memindah kan kepala Nita yang di taruh di bahu nya, ke bantal di sanding nya.
AL merangsek masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badan nya, setelah itu ia mengambil pakaian nya kembali dan memakai nya.
Ia melihat Nita yang masih terlelap tertidur, mengambil parfum yang terletak di atas nangkas dan menyemprotkan nya di kemeja nya.
" Srot sroot " AL menyemprotkan parfum itu mengelilingi tubuh nya.
" Nit, bangun udah siang? " AL menggoyangkan tubuh Nita.
Nita meringkeh, membuka mata nya secara perlahan ia sontak kaget melihat AL sudah rapih dengan pakaian nya.
" Kamu mau kemana? Kok udah rapih banget sih " Membuat Nita terduduk.
" Aku mau pergi dulu ya "
" Jangan dong, stay disini dulu. Aku masih membutuhkan waktu kamu, morning seks dulu yuuk " Pinta Nita, mencegah AL untuk bertahan di apartement nya. Dan mengajak AL untuk bergulat kembali.
" Nanti lagi ya, soal nya ada kuis di kampus dan aku mau ngasih sekripsi ku nanti setelah itu aku temuin kamu kok " AL menolak karena ia harus menjalani kewajibannya sebagai mahasiswa.
Nita sedikit berat hati, " Oke kalo gitu, semoga kuliah kamu berjalan dengan baik ya "
" Ya doain aja ya. Yaudah aku pamit "
" Nanti dulu sih " Cegah Nita dengan manja.
" Nanti aku telat "
" Ya peluk dulu kek, atau morning kiss dulu. Buat penyemangat kamu "
AL pun melakukan nya, dengan memberikan pelukan untuk Nita, dan mencium nya hanya menempelkan bibir saja. Tampa mengajak melumat.
" Daaa, see you " AL melenggang keluar dari kamar Nita.
" Hukh, aku rela kalo aku harus pisah sama kamu Mas dan aku sudah memiliki pria yang sudah membuat hari hari ku bahagia dan bermakna " Gumam Nita.
Ia merasa cinta kepada pria yang membuat hati nya terpana, dalam sekejap ia merasa kan punya gairah bermakna untuk menjalani sebuah kehidupan.
******
Sedang kan dalam rangka bulan madu, Mina menjalankan aksi nya. Ia memang mendapatkan lumatan demi lumatan dari Hans ketika ingin menjamah tubuh nya tapi ramuan nya membuat Hans tertidur dengan pulas. Mina terus melakukan itu, ia tidak mau jika tubuh nya di nikmati oleh pria mana pun. Karena tubuh nya sudah ada hak cipta milik Alfred Danielo Alfrez.
******
Ketika, Nita sudah siap ingin menjalan kan aktifitas nya. Ia ingin menyemprotkan kan parfum di pakian nya tapi ia mendapati parfum ia tinggal sedikit. Merasa kebingungan dong, padahal ia pikir masih setengah.
" La kok, udah sedikit sih siapa yang pake " Gumam nya.
Tiba tiba pesan chat masuk di ponsel nya...
" Maaf ya, aku maling parfum kamu, tapi aku janji akan beliin kok " Ketik AL meminta maaf.
" Aah ngga usah sayang, jangan kan parfum hati dan semua anggota tubuh aku kamu maling pun aku kasih dan rela " Balas Chat dari Nita, dengan genit.
Nita pun bergegas pergi keluar dari Apartemen rencana ingin kerumah suami nya, mengambil pakaian yang semua nya tidak ia bawa. Pakaian seksi lupa ia bawa soal nya, karena Nita hanya membawa pakaian formal saja.
Sesampai nya di rumah, pelayan rumah membukakan pintu dengan memberi sapaan dan senyum.
Ia tidak berfikir jika ia melihat suami nya dengan istri baru nya bagaimana. Ia bersifat untuk tidak peduli, tapi ketika Nita memasuki ruang tamu dan menuju kamar.
" Kamu pulang juga ngapain!!! " Suara sumbang terdengar di belakang nya, membuat Nita dengan terpaksa membalikan tubuh nya.
" Cuma ngambil pakaian kok Ma, abis itu pergi lagi " Saut Nita dengan dingin.
" Suami kamu ngga ada di rumah, dia lagi pergi bulan madu sama istri tercinta nya " Ucap Sherly, sengaja memanas manasi menantu nya.
" Maaf ngga nanyak "
Nita langsung masuk di dalam kamar nya , buru buru mengambil pakaian favorit nya pasti nya yang membuat AL nambah terpesona oleh nya.
Ia tak melontarkan kata kata apapun, ketika Sherly sedang duduk di kursi sambil membaca sebuah majalah.
" I don't care " .
" Ngga sopan amat sih, saya ini masih mertua kamu " Cetus Sherly melihat Nita melewati nya saja.
" Ups... Maaf saya kira ngga ada orang di ruangan ini " Saut Nita, dengan datar dan ia langsung pergi begitu saja. Membawa koper kecil, dan menaruh nya di bagasi mobil belakang.
Sherly hanya berdecak kesal, merasa dirinya tidak di hargai.
" Tunggu aja kamu, aku akan buktikan bahwa tudahan kamu akan salah. Tunggu waktu nya " Ancam Nita monolog, menatap tajam rumah tempat tinggal nya dulu.
Dan ia menjalan kan mobil, Nita pun memutuskan untuk menunggu AL di rumah Nacita sahabat nya.
Mungkin saja, ia bisa mengobrol dengan Nacita tentang kepribadian AL seperti apa. Membuat dia kepo akan Sesok pria yang sudah membuat hati nya berbunga bunga.
*****
Nita sudah sampai di pelataran rumah Nacita, ia turun dari mobil dan berjalan masuk di dalam pagar rumah Nacita. Lalu, mengetuk pintu.
" Naci, permisi " Panggil Nita.
" Ya sebentar " Pria suara berat yang menyaut.
Bara membuka kan pintu, rumah nya. Ia langsung terpana melihat wanita cantik di hadapan mata nya.
" Hei, mana istri kamu? " Tanya Nita, Bara masih tidak mengeluarkan kata apapun ketika mata nya sedang menikmati pemandangan indah.
" Hei, Bara mana istri kamu? " Tanya Nita sekali lagi, dengan suara yang lebih kencang.
Membuat Bara kagat, " Ada kok di dalam masuk aja " Jawab bara dengan terbata bata, ia sedikit kikuk
" Okey "
Nita pun masuk ke dalam rumah Bara untuk bertemu dengan Nacita.
Mata bara tak berhenti memandangi Nita yang sedang berjalan, lenggokan bokong nya, dan kedua payudara yang membuat bara tergoda. Nita hanya memakai dress mini, nan sempit membuat ceplakan jelas tubuh nya tersaja.
Pria mana yang tak tergoda dengan tubuh seksi indah nya itu, kalo ada pria yang tak tergoda mungkin pria itu harus bertemu dengan psikolog.
Next
KAMU SEDANG MEMBACA
He Is Mine not yours (END)
RomanceCerita mengandung unsur dewasa mengenai sebuah cinta.. Yang tidak cukup umur memohon maaf jangan membaca cerita ini. Bermula, ketika Gennita Margaretha di madu karena tidak bisa memberikan keturunan bagi suami nya. Ia di tuduh oleh mertua nya tidak...
