[Diary 14] You Don't Know

900 264 49
                                    

"Perjalanan di luar sanapasti terasa seperti padang pasiratau tsunami yang akanmelahapmu hingga habis,tetapi aku akan tetap berada didalam rumahku meskipun sendirian,agar aku bisa membuka pintuketika kau datang,karena aku adalah rumahmu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Perjalanan di luar sana
pasti terasa seperti padang pasir
atau tsunami yang akan
melahapmu hingga habis,
tetapi aku akan tetap berada di
dalam rumahku meskipun sendirian,
agar aku bisa membuka pintu
ketika kau datang,
karena aku adalah rumahmu."

.....

****

Aku terkejut ketika kembali ke dalam kelas.

Semua orang di sana tampak berisik memisahkan Jake dan Jay berkelahi, namun mereka berdua terus saja meronta-ronta, wajah mereka tidak babak belur hanya saja Jake berdarah pada bibirnya hingga ada sedikit lebam di pipi.

“Jake, berhenti! Hentikan!”

Aku berlari menghampiri dan menarik lengannya, terus meminta agar dia tidak marah apalagi sampai berkelahi lagi dengan Jay, aku tidak ingin sesuatu terjadi padanya seperti Ryujin, sudah cukup dia diskors, aku tidak ingin Jake juga dihukum.

Dia berhenti meronta-ronta ketika aku terus menarik lengannya, begitu juga dengan Jay, meskipun kedua orang itu tetap saja saling bertatapan karena kesal satu sama lain.

Seumur hidup aku mengenal Jake, tidak pernah sekalipun aku melihatnya marah hingga berkelahi adu pukul seperti ini, siapapun tahu Jake bukan orang yang kasar, dia sangat baik, penuh perhatian dan lembut.

Segera kuseret Jake keluar dari kelas menuju UKS, setidaknya sebelum bel berbunyi, aku harus mengobati lukanya terlebih dahulu.

“Kenapa kau berkelahi dengannya, ada masalah apa?” tanyaku sambil memberi obat luka pada kapas, sedangkan Jake masih terlihat marah.

“Itu tidak penting,” jawabnya seperti bergumam.

“Kalau tidak penting, mengapa kau berkelahi? Lihat wajahmu, dia membuatmu terluka, sebenarnya apa yang membuat kalian berkelahi?”

“Ini masalah laki-laki.”

“Ini bukan masalah laki-laki atau perempuan, tapi aku sudah menganggapmu sebagai saudaraku.”

“Sudah kubilang kau tidak perlu tahu!”

Aku terkejut ketika Jake menaikkan nada bicaranya, dia terlihat seperti orang yang kesal dan tidak terima dengan keadaan saat ini, dia sempat melirik jaket Minju yang kupakai kemudian kembali memasang raut wajah kesal.

“Kenapa kau marah?!” balasku membentak.

“Aku khawatir denganmu, karena itu aku marah!”

Tanpa sadar aku sudah terdiam, apakah mereka berkelahi karena aku? Apakah Ryujin juga melakukan hal yang sama?

“Mengapa kau lakukan itu?”

“Memangnya kenapa? Apa itu sa—“

Jake terlihat gugup dan tidak berbicara lagi, mungkin karena aku menatapnya penuh amarah, buru-buru aku mengalihkan wajah dari Jake.

Fortune Diary [TXT - Beomgyu]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang